Terbit: 16 Maret 2018 | Diperbarui: 17 Juni 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Anda rutin mengonsumsi mulitivitamin atau vitamin tertentu? Mengonusmi suplemen vitamin kerap dipilih oleh sebagian banyak orang untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuhnya setiap hari. Padahal, jika kita sudah mengonsumsi suplemen maka tidak semua jenis vitamin perlu dikonsumsi setiap hari.

Awas, Ini 7 Bahaya Jika Terlalu Banyak Minum Vitamin

Agar kebutuhan zat gizi, vitamin dan mineral tubuh selalu terpenuhi, tidak jarang pula ada sebagian orang yang meskipun telah mengonsumsi vitamin dari suplemen, tetap mengonsumsi makanan yang kaya akan zat gizi tertentu. Hal inilah yang menyebabkan asupan vitamin menjadi berlebihan.

Menurut Nikolaos Katsilambors, dalam bukunya Clinical Nutrition in Practice, ada banyak vitamin yang memiliki efek samping berbahaya dan bahkan terbukti beracun. Kondisi ini disebut megadosis vitamin.

Beberapa kondisi umum yang bisa muncul akibat megadosis vitamin adalah:

  1. Kepala nyeri, disebabkan oleh megadosis vitamin A
  2. Muntah, disebabkan megadosis vitamin A dan D
  3. Mual, ditimbulkan oleh megadosis vitamin B6, C dan D
  4. Gagal terbentuknya organ pada janin, akibat penyerapan vitamin A dari tubuh ibu hamil yang asupannya berlebihan
  5. Diare, disebabkan megadosis vitamin C dan beberapa mineral kolin
  6. Anemia, akibat megadosis vitamin K, dan
  7. Hepatomegali, yang disebabkan megadosis vitamin A

Jika diperhatikan, maka sebagian besar vitamin yang menimbulkan bahaya adalah jenis vitamin larut lemak yaitu vitamin A,D,E dan K. Vitamin ini, jika asupannya berlebihan, tidak dibuang melalui urin setiap hari, namun menumpuk di tubuh sehingga menimbulkan bahaya.

Menurut pakar gizi Indonesia, Sunita Almatsier dalam bukunya, salah satu perbedaan mendasar antara vitamin larut lemak dan larut air, adalah vitamin larut lemak tidak perlu ada pada makanan sehari-hari. Utamanya jika kita sudah mengonsumsi vitamin tersebut dalam jumlah banyak (lebih dari kebutuhan harian tubuh) di satu hari, maka hari selanjutnya tidak perlu mengonsumsi vitamin itu dengan jumlah yang sama.

Untuk itu kita sebaiknya dianjurkan mengonusmi vitamin dan mineral dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Jika kita sudah mengonsumsi makanan kaya vitamin maka asupan suplemen atau multivitamin tidak diperlukan lagi ya.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi