Terbit: 1 February 2018 | Diperbarui: 2 November 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Selama ini teh hanya dimanfaatkan sebagai air minum yang memberikan kesegaran jika dicampur dengan es dan menghangatkan tubuh jika diseduh dengan air hangat. Selain memberikan efek instan pada tubuh setelah menenggaknya, teh juga memiliki banyak manfaat sehingga kita disarankan untuk meminumnya setiap hari. Berikut manfaat dari teh yang membuatnya bisa disebut super food.

5 Alasan Mengapa Anda Harus Ngeteh Setiap Hari

1. Menyehatkan jantung
Teh memiliki kandungan polifenol yang cukup banyak. Bahan aktif ini akan menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler seperti gangguan pada jantung. Untuk mendapatkan manfaat dari teh, konsumsi minuman ini setiap hari paling tidak pagi sebelum melakukan aktivitas atau sore saat bersantai.

2. Menurunkan risiko terkena Alzheimer
Menurut penelitian yang dipublikasikan di The Journal of Nutritional Biochemistry, teh hijau mampu menurunkan risiko Alzheimer. Saat risiko penyakit ini menurun, demensia atau penurunan daya ingat bisa dihindari meski Anda sudah berusia cukup lanjut.

3. Menunjang penurunan berat badan
Mengonsumsi teh hijau secara rutin setiap hari akan menurunkan kadar lemak dalam tubuh. Minuman ini membantu meningkatkan metabolisme dalam tubuh sehingga disarankan untuk dikonsumsi secara rutin setiap hari pada mereka yang mengalami obesitas atau ingin menjaga bentuk tubuhnya.

4. Menurunkan risiko terkena diabetes
Selain membantu menyehatkan jantung, kandungan polifenol pada teh  juga membatu menjaga kadar gula dalam darah agar stabil. Mengonsumsi teh tanpa gula setiap hari akan menurunkan risiko terkena diabetes.

5. Risiko terkena kanker menurun
Mengonsumsi teh secara rutin setiap hari akan membuat tubuh menyerap polifenol dan katekin. Dua bahan aktif ini mampu mencegah kanker muncul dalam tubuh dan melakukan infeksi. Salah satu kanker yang bisa dicegah oleh teh adalah kanker ovarium yang terjadi pada wanita.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi