Terbit: 23 November 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Menjaga kesehatan jantung adalah sesuatu yang penting karena penyakit ini dapat menyebakan komplikasi yang parah. Salah satu cara menjaga kesehatan organ yang memompa darah ke seluruh tubuh ini adalah memperhatikan asupan yang Anda konsumsi. Lantas, apa saja makanan yang memiliki dampak buruk bagi kesehatan jantung? Simak ulasannya dalam artikel berikut ini.

6 Makanan yang Bawa Pengaruh Buruk bagi Kesehatan Jantung

Makanan yang Memicu Penyakit Jantung

Bagi Anda yang ingin jantungnya tetap sehat, berikut ini adalah beberapa makanan yang sebaiknya Anda hindari dalam menu sehari-hari, di antaranya:

1. Daging Merah

Studi menunjukkan seseorang yang banyak mengonsumsi daging merah memiliki risiko 9% lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung koroner. 

Daging merah seperti daging sapi, daging domba, dan daging babi memang memiliki jumlah lemak jenuh yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan protein jenis lain.

Para peneliti dalam studi ini menemukan bahwa seseorang yang rutin mengonsumsi daging merah, bakteri yang ditemukan di ususnya jauh lebih banyak.

Bakteri usus ini mampu mengubah karnitin menjadi zat kimia yang dikenal sebagai TMAO. Zat ini menyebabkan peningkatan pembekuan darah dan penyumbatan arteri. 

Baca Juga8 Makanan Sehat yang Bagus untuk Kesehatan Jantung

2. Daging Olahan

Daging olahan atau processed meat adalah semua daging yang sudah melalui proses pengasapan, diasinkan, pengawetan, atau penambahan bahan aditif. Contoh dari processed meat adalah sosis, ham, salami, kornet, dan bacon. 

Dalam proses pembuatan produk daging ini, pada umumnya ditambahkan garam dalam jumlah yang banyak serta ditambahkan juga lemak jenuh. Kandungan garam yang tinggi pada makanan dapat meningkatkan tekanan darah, berat badan, dan risiko penyakit jantung.  

Studi menunjukkan seseorang yang konsumsi daging olahan dalam jumlah banyak memiliki risiko 18% lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung koroner. 

3. Lemak Trans

Lemak trans merupakan jenis lemak yang paling buruk untuk dikonsumsi. Tidak seperti jenis lemak lain, lemak trans meningkatkan low density cholesterol (LDL) dan menurunkan high-density cholesterol (HDL). 

LDL dapat menempel di dinding pembuluh darah sehingga lama kelamaan pembuluh darrah akan mengeras dan terjadi penyempitan. Sedangkan, HDL bertugas untuk membawa lemak ke hati. Ketika jumlahnya rendah maka lemak akan menumpuk di pembuluh darah.

Makanan yang mengandung lemak trans, antara lain:

  • Gorengan (termasuk kentang goreng dan ayam goreng).
  • Margarin.
  • Kue.
  • Kukis.
  • Microwave popcorn.
  • Pizza beku.
  • Krimer non diary.

4. Lemak Jenuh

Pada umumnya, lemak jenuh ditemukan dalam produk hewani, seperti:

  • Mentega (butter).
  • Keju.
  • Es krim.
  • Lemak babi.
  • Lemak sapi.
  • Daging sapi.
  • Daging kambing.
  • Daging babi.
  • Kelapa.
  • Minyak kelapa sawit.

Lemak jenuh akan meningkatkan jumlah LDL dalam tubuh sehingga dalam jangka waktu yang lama akan terjadi penebalan dan pengerasan pembuluh darah. Hal inilah yang menyebabkan meningkatnya risiko penyakit jantung. 

American Heart Association menyarankan konsumsi lemak jenuh tidak lebih dari lima sampai enam persen dari total kalori. Sebagai contoh, jika Anda membutuhkan 2000 kalori sehari, maka jumlah maksimal lemak jenuh yang dapat dikonsumsi adalah 120 kalori. 

5. Karbohidrat Tinggi

Konsumsi makanan dengan karbohidrat yang tinggi, khususnya yang memiliki indeks glikemik tinggi dapat meningkatkan jumlah trigliserida, glukosa, dan insulin dalam darah. Kondisi ini akan menurunkan HDL dalam tubuh, sehingga risiko penyakit jantung koroner akan meningkat. 

Makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi antara lain; kue, kukis, nasi putih, kentang, dan roti. Anda dapat mengganti makanan ini dengan karbohidrat yang memiliki indeks glikemik lebih rendah, seperti oat, ubi, sayuran hijau, dan barley. 

Baca JugaRutin Makan Alpukat, Ini 6 Manfaatnya bagi Jantung

6. Garam

Konsumsi garam secara berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Anda dapat membatasi konsumsi garam menjadi 2,300 mg per harinya. 

Agar bisa membatasi jumlah konsumsi garam, Anda sebaiknya membatasi konsumsi makanan cepat saji seperti burger karena daging, acar, dan keju di dalamnya mengandung garam dalam jumlah yang banyak.

Jika ingin membeli makanan, Anda bisa meminta lebih sedikit garam atau tanpa garam sama sekali. Jangan lupa untuk selalu membaca informasi nilai gizi pada label kemasan untuk mengetahui jumlah garam dalam makanan.

Nah, itulah beberapa makanan yang bisa memberikan dampak buruk pada kesehatan jantung Anda. 

Meskipun tampak lezat dan mudah disajikan, sebaiknya hindari konsumsi makanan-makanan di atas setiap hari. Namun, Anda tetap bisa konsumsi pada waktu tertentu dengan jumlah yang dibatasi.

 

  1. Anonim. 2020. How Does Salt Affect Heart Health?. https://health.clevelandclinic.org/how-does-salt-affect-heart-health/. (Diakses pada 22 November 2022). 
  2. Anonim. Red And Processed Meat Linked To Increased Risk Of Heart Disease, Oxford Study Shows. https://www.ox.ac.uk/news/2021-07-21-red-and-processed-meat-linked-increased-risk-heart-disease-oxford-study-shows. (Diakses pada 22 November 2022). 
  3. Anonim. 2021. Saturated Fat. https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/fats/saturated-fats. (Diakses pada 22 November 2022)
  4. Anonim. Trans Fat Is Double Trouble For Heart Health. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/in-depth/trans-fat/. (Diakses pada 22 November 2022). 
  5. Anonim. Worst Foods for Your Heart. https://www.healthxchange.sg/food-nutrition/food-tips/foods-bad-for-heart. (Diakses pada 22 November 2022).
  6. Anonim. 2021. The Effects Of Processed Meats On Your Heart Health. https://connect.uclahealth.org/2021/05/17/the-effects-of-processed-meats-on-your-heart-health/. (Diakses pada 22 November 2022). 
  7. Chen, Chien-Hua, et al. 2022. Association of Sugar-Sweetened Beverages and Cardiovascular
  8. Diseases Mortality in a Large Young Cohort of Nearly 300,000 Adults (Age 20–39). https://doi.org/10.3390/nu14132720. (Diakses pada 22 November 2022). 
  9. Malik, Vasanti S. dan Hu, Frank B. 2019. Sugar-Sweetened Beverages and Cardiometabolic Health: An Update of the Evidence. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6723421/. (Diakses pada 22 November 2022). 
  10. Norton, Amy. 2021. Science Reveals How Red Meat Harms the Heart. https://www.webmd.com/heart-disease/news/20211229/science-reveals-how-red-meat-harms-the-heart. (Diakses pada 22 November 2022). 
  11. Pietrantino, Dylan dan Mayrovitz, Harvey N. 2022. The Impacts of Sugar-Sweetened Beverages (SSB) on Cardiovascular Health. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC9376212/. (Diakses pada 22 November 2022). 
  12. Sieri, Sabina, et al. 2020. Glycemic Index, Glycemic Load, And Risk Of Coronary Heart Disease: A Pan-European Cohort Study. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32619242/. (Diakses pada 22 November 2022).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi