Terbit: 18 Februari 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Cuddling atau dalam bahasa Indonesia adalah berpelukan, sebuah ungkapan kasih sayang secara fisik yang biasanya dilakukan oleh pasangan. Ternyata ada berbagai manfaat cuddling bagi kesehatan psikologis, jiwa, dan fisik seseorang. Apa saja manfaatnya? Simak penjelasannya di bawah ini.

11 Manfaat Cuddling bagi Pasangan untuk Kesehatan Mental

12 Manfaat Cuddling bagi Jiwa dan Fisik

Cuddling adalah kegiatan berpelukan yang identik untuk pasangan. Biasanya dilakukan di sofa atau tempat tidur sambil bersantai.

Bagi pasangan, fungsi cuddling untuk menambah keintiman atau bisa jadi persiapan untuk foreplay sebelum hubungan seksual. Ini dia manfaat cuddling bagi kesehatan mental dan fisik:

1. Meningkatkan kepuasan seksual

Kepuasan seksual erat kaitannya dengan kondisi hati yang rileks, bahagia, dan menyayangi pasangan. Cuddling dapat meningkatkan ketiga hal tersebut sehingga kehidupan seksual juga akan lebih menyenangkan.

Pasangan disarankan untuk melakukan cuddling sebagai sesi pemanasan sebelum bercinta serta setelah selesai untuk menjaga kadar hormon oksitosin di dalam darah.

2. Menyehatkan pencernaan

Cuddling menyebabkan tubuh melepas hormon oksitosin dan serotonin. Kedua hormon ini ternyata menjadikan pencernaan lebih santai dan makanan lebih cepat dicerna.

Saat dilepaskan tubuh, serotonin berpengaruh ke seluruh tubuh termasuk usus. Hal ini akan mempengaruhi rasa lapar dan nafsu makan.

Itu sebabnya seseorang lebih bernafsu makan saat bahagia daripda saat sedih atau tertekan. Namun, cuddling tidak serta merta mengobati semua masalah pencernaan.

3. Meningkatkan imunitas

Manusia memerlukan lebih dari sekadar multivitamin agar tetap sehat dan kuat melawan penyakit. Ketika seseorang kurang mendapat sentuhan fisik penuh kasih sayang, tubuh mereka tidak mampu membangun antibodi.

Hal ini karena hormon oksitosin yang dilepaskan tubuh saat dipeluk. Hormon ini berhubungan dengan perasaan disayang, percaya dan dicintai. Mereka yang lebih sering dipeluk juga tumbuh lebih sehat daripada yang jarang mendapat pelukan.

4. Meredakan ledakan emosi

Pernah merasakan sangat marah, kesal, kecewa atau ledakan emosi negatif lainnya mereda ketika dipeluk? Ya, pelukan ternyata juga dapat meredakan ledakan emosi.

Memeluk seseorang saat mereka sedang mengalami tekanan akan membuat lebih cepat tenang. Hal ini karena pelukan memberikan rasa nyaman, dikasihi, dilindungi, dan diterima.

5. Membangkitkan rasa percaya diri

Pernahkah merasa sangat malu, lemah, dan tidak berdaya, lalu dikuatkan oleh pelukan yang hangat dan tulus? Bukan hanya anak-anak, orang dewasa pun memerlukan jenis pelukan ini.

Cuddling dapat membuat seseorang merasa dicintai, memiliki pendukung  (support system) yang kuat, dan merasa mampu mengatasi suatu masalah. Hal ini akan meningkatkan rasa percaya dirinya.

6. Membantu mengatasi rasa kecewa

Manfaat cuddling dapat membantu merilis rasa kecewa dengan baik. Pasangan yang secara rutin bercengkrama sambil saling memeluk akan saling menyuntikkan rasa aman dan percaya.

Pelukan dan afirmasi positif dari orang yang dicintai juga sangat penting dalam membantu seseorang bangkit dan saat menghadapi kegagalan. Hal ini akan meningkatkan AQ (Adversity Quotient) atau kemampuan mengatasi masalah dan kekecewaan.

7. Membangun ikatan yang sehat

Ikatan yang kuat antara seseorang dengan pasangan dibangun dengan berbagai cara. Misalnya, ritual bercinta atau aktivitas yang menyenangkan dan tentu saja cuddling.

Sentuhan akan meningkatkan perasaan cinta dan terikat. Ikatan yang kuat akan membuat seseorang lebih terbuka, nyaman, dan percaya.

8. Membuat tidur lebih lelap

Kondisi emosional yang stabil dan fisik yang sehat akan membuat seseorang tidur lebih lelap. Pelukan dan sentuhan fisik juga disarankan bagi orang yang mengalami masalah tidur.

Sentuhan juga membuat seseorang merasa lebih aman dan yakin tidak akan ditinggalkan. Sehingga mereka akan tidur lebih cepat.

Baca Juga: 5 Jenis Bahasa Cinta, Apa Love Language Kamu dan Pasangan?

9. Meningkatkan produksi hormon bahagia

Hormon dopamin, oksitosin, dan serotonin adalah tiga hormon yang dapat menjadikan seseorang lebih bahagia, lebih tenang, dan lebih damai. Ketiganya juga menurunkan level stres.

Efek ini bukan hanya terjadi pada orang dewasa tetapi juga pada anak-anak. Apa lagi yang lebih menyenangkan dari melihat orang-orang yang bahagia di sekitar kita?

10. Membuat jantung lebih sehat

Saat dipeluk, seseorang akan merasa rileks, bahagia, dan damai. Efeknya, detak jantung akan lebih lambat, tekanan darah juga normal.

Hal ini akan membantu menjadikan jantung lebih sehat. Dalam jangka panjang, pelukan juga akan meringankan gejala serangan jantung, tekanan darah tinggi dan stres

11. Meringankan sindrom kecemasan pada penyandang ADHD

Penyandang ADHD dewasa sangat rentan terhadap depresi, sindrom kecemasan dan ketidakpercayaan diri (Paternotte, Ara: 2010). Pelukan dan afirmasi positif dari orang di sekitarnya akan membantu mereka lebih tenang dan meredakan rasa cemasnya.

Depresi dan sindrom kecemasan akan membuat penyandang ADHD mengalami kesulitan dalam hubungan interpersonal, karir, dan pendidikannya. Mengatasi depresi sejak dini akan mencegah penyandang ADHD dari penyalahgunaan narkoba, seks bebas, dan percobaan bunuh diri.

12. Bersifat analgesik

Ternyata pelukan dapat mengurangi rasa sakit dan nyeri. Lagi-lagi hal ini ada hubungannya dengan pelepasan ketiga hormon bahagia di atas. Jika merasa lebih tenang dan rileks, sinyal rasa sakit dari tubuh akan terhambat sampai di otak.

Baca Juga: 10 Cara Mendampingi Pasangan dengan Gangguan Kesehatan Mental

Catatan Penting tentang Sentuhan Fisik Cuddle 

Walaupun manfaat cuddling atau cuddle sangat penting, tetapi ingatlah bahwa hal tersebut timbul dari pelukan yang diinginkan. Artinya, seseorang juga harus menghormati privasi orang yang akan dipeluk dan tidak memaksa jika dia tidak menginginkannya.

Pelukan yang menyenangkan akan memberi efek positif. Namun pelukan yang dipaksakan dapat menimbulkan trauma. Semoga bermanfaat tentang manfaat cuddle ini bermanfaat untuk Anda!

 

  1. Ardiel, Evan L dan Catharine H Rankin. 2010. The importance of touch in development. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/labs/pmc/articles/PMC2865952/. (Diakses pada 31 Januari 2022).
  2. Exchange Family Center. 2020. The Science Behind Hugging Your Kids—5 Benefits for You and Your Child. https://www.exchangefamilycenter.org/exchange-family-center-blog/2020/4/2/the-science-behind-hugging-your-kids5-benefits-for-you-and-your-child. (Diakses pada 31 Januari 2022).
  3. Li, Pamela. 2021. Importance Of Hugging Your Child – 7 Amazing Benefits. https://www.parentingforbrain.com/children-hugging/. (Diakses pada 31 Januari 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi