Terbit: 4 Februari 2021 | Diperbarui: 5 Februari 2021
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Ada berbagai penyebab stres dalam hidup seperti masalah pekerjaan, finansial, hubungan emosional, dan sebagainya. Pahami tentang faktor penyebab stres dan efeknya bagi kesehatan fisik dan mental dalam pembahasan ini, juga lengkap dengan tips mengatasi stres berkepanjangan!

17 Penyebab Stres dan Efeknya bagi Kesehatan

Apa Itu Stres?

Stres adalah respon alami dari kejadian tidak menyenangkan pada kehidupan sehari-hari. Setiap manusia di dunia pasti pernah mengalami stres setidaknya satu momen dalam hidupnya, bahkan mungkin dirasakan oleh anak-anak dan remaja.

Stres terjadi ketika tubuh mencoba bertahan dari kondisi yang dinilai membahayakan diri, sehingga tubuh melepaskan hormon-hormon alami untuk menghindari atau menghadapi bahaya tersebut. Hormon-hormon tersebut termasuk kimia kortisol, epinefrin, dan norepinefrin. Mereka memicu reaksi fisik saat Anda mengalami stres.

Penyebab Stres dan Efeknya bagi Kesehatan

Stressor adalah istilah untuk semua faktor pemicu stres. Bahkan hal-hal kecil apa pun bisa termasuk stressor bagi seseorang, seperti suara bising, gangguan nyamuk, kemacetan, ruangan yang berantakan, internet yang lambat, dan sebagainya.

Pahami apa saja stressor atau penyebab stres dan efeknya bagi kesehatan Anda, sehingga Anda dapat belajar untuk mengelola stres dengan baik. Berikut ini penjelasannya!

1. Masalah Pekerjaan

Ada berbagai tantangan di tempat kerja yang membuat seseorang merasa stres dari waktu ke waktu atau mungkin stres berkepanjangan. Sebagian pekerja mungkin merasa kewalahan atau tidak sanggup untuk menyelesaikan pekerjaan. Berikut ini beberapa penyebab stres kerja:

  • Memiliki deadline pekerjaan yang banyak.
  • Teman kantor yang tidak menyenangkan.
  • Atasan yang menuntut ekspektasi berlebihan.
  • Gaji yang kurang dari standar.
  • Kehilangan pekerjaan.
  • Bekerja setiap hari tanpa istirahat atau waktu kerja yang panjang.

Bila Anda seorang pekerja, Anda akan menghabiskan sebagian besar hari Anda di kantor atau mengerjakan berbagai tugas, sehingga sangat rentan mengalami stres. Sebagian respon stres tersebut mungkin akan hilang saat Anda selesai mengerjakan tugas, namun Anda juga dapat memanfaatkan hari libur atau cuti untuk menyegarkan pikiran Anda lagi.

2. Masalah Keluarga

Keluarga adalah rumah Anda untuk pulang dan merasa tenang, namun tidak jarang ada berbagai masalah keluarga atau masalah dengan anggota keluarga yang membuat Anda merasa tidak nyaman. Misalnya, perdebatan antara suami dan istri, anak yang sulit diatur, orang tua yang menaruh ekspektasi terlalu tinggi pada anak, atau masalah kecil seperti bertengkar akibat remote TV bisa membuat setiap anggota keluarga merasa stres.

3. Masalah Percintaan

Hubungan percintaan yang tidak berjalan dengan baik bisa membuat salah satu atau kedua pasangan merasa tidak nyaman. Anda banyak penyebab stress akibat hubungan romantis, contohnya:

  • Mencintai seseorang yang tidak mencintai Anda.
  • Pasangan selingkuh.
  • Pasangan Anda terlalu sibuk, tidak perhatian, atau melupakan Anda perlahan.
  • Tidak ada komunikasi dan kerja sama yang baik antar pasangan.
  • Putus hubungan atau perceraian.

Bahkan, orang-orang yang mengalami masalah percintaan juga sering mengalami gangguan kegelisahan, masalah tidur, ketidakpercayaan diri, depresi, dan masalah mental lainnya.

Baca Juga: 12 Penyebab Depresi yang Sering Dialami dan Cara Mengatasinya

4. Masalah di Sekolah

Berikut ini penyebab stress pada remaja:

  • Memiliki nilai di bawah standar.
  • Kesulitan bergaul dengan teman sekolah.
  • Menerima perlakuan buruk dari guru atau teman sekelas.
  • Mengalami perundungan atau bullying.
  • Orang tua menuntut anak mendapat nilai bagus.
  • Gagal dalam ujian.

Faktanya, ada banyak remaja yang merasa stres di usia dini dan riskan mengembangkan gejala tersebut menjadi indikasi gangguan kesehatan mental lainnya. Anak remaja juga sedang berproses dalam berpikir yang akan berpengaruh di masa depan.

5. Trauma Tertentu

Seseorang mungkin mengalami trauma tertentu yang menjadi stressor jangka panjang. Misalnya, kecelakaan, pencurian, pelecehan seksual, bencana alam, kehilangan orang yang dicintai, kekerasan, dan sebagainya. Lebih buruk lagi, trauma tersebut dapat menyebabkan depresi dan gangguan psikologis lainnya.

7. Masalah Keuangan

Penyebab stress yang paling umum adalah masalah keuangan. Banyak orang yang mungkin mengalami stres finansial seperti pengeluaran tak terduga, mengalami kerugian bisnis, hutang yang bertambah, kehilangan pekerjaan, atau tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari. Masalah ekonomi juga rentan membuat seseorang kehilangan jati diri hingga melakukan tindak kejahatan.

8. Masalah Emosional

Stres adalah salah satu bentuk dari ketidakseimbangan emosional. Gejala masalah emosional lainnya adalah depresi, kegelisahan, sedih berkepanjangan, kesepian, kemarahan, kesepian, dan sebagainya. Ada banyak faktor yang membuat seseorang mengalami masalah psikologi tersebut, mungkin genetik, faktor hormon, lingkungan, atau efek dari kejadian traumatis.

9. Kehilangan Seseorang atau Sesuatu

Kehilangan seseorang yang dicintai tentu saja akan membuat Anda merasa sedih. Setiap orang berduka dengan cara berbeda, namun bisa saja mengalami stres, depresi, dan sedih berkepanjangan setelah ditinggal seseorang yang sangat berarti baginya.

10. Diagnosis Penyakit

Saat Anda atau orang yang Anda kasihi didiagnosis sebuah penyakit serius, maka Anda pasti akan merasa sedih. Dalam efek jangka panjang, Anda mungkin merasa stres dan itu akan berpengaruh buruk bagi kesehatan Anda. Perasaan stres juga akan memperburuk gejala penyakit.

11. Kehidupan Sehari-Hari

Ada banyak kejadian dalam hidup tak terduga yang membuat Anda kewalahan. Hal-hal kecil seperti suara bising, kemacetan, internet yang lambat, gangguan listrik, masalah jerawat, dan sebagainya. Anda mungkin tidak bisa menghindari stressor tersebut, namun Anda bisa mengelola reaksi Anda.

Faktor Penyebab Stres

Berikut ini beberapa faktor penyebab stress secara umum:

1. Perubahan

Perubahan dalam hidup, baik yang sudah direncanakan atau tak terduga dapat membuat Anda merasa stres. Misalnya, Anda pindah rumah ke lingkungan baru, sulit beradaptasi dengan suasana baru, atau tidak nyaman di tempat baru. Perubahan hidup seperti perceraian, pernikahan, atau kematian anggota keluarga juga dapat membuat seseorang merasa syok dan stres.

2. Ekspektasi Tidak Realistis

Seseorang mungkin memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap kemampuan Anda atau Anda menaruh ekspektasi besar pada orang lain, saat ekspektasi tersebut tidak dapat dicapai maka akan tercipta perasaan stres, marah, atau sedih. Maka dari itu, pahami bahwa tidak ada yang sempurna dan belajar pelan-pelan untuk mencapai tujuan Anda.

3. Ketakutan

Rasa takut terhadap apa pun bisa membuat Anda stres, misalnya:

  • Takut kehilangan pekerjaan.
  • Ketakutan pada berita di TV.
  • Takut hal-hal buruk terjadi pada keluarga Anda.
  • Takut akan pandemi.

Semua bentuk ketakutan itu akan membuat Anda merasa tidak tenang dan Anda tidak dapat mengontrolnya.

4. Ketidakpastian

Hidup mungkin memang penuh dengan ketidakpastian. Sebagian orang mungkin membiarkannya mengalir seperti air, namun tidak jarang rasa takut dan ketidakpastian dalam hidup memberi efek emosional dan psikologis lainnya.

5. Persepsi

Sebagian orang mungkin pernah mengambil asumsi atau persepsi dari sebuah kejadian yang belum tentu benar. Misalnya, saat Anda telat mengumpulkan tugas maka otak Anda membuat asumsi bahwa Anda tidak akan mendapat nilai bagus. Padahal belum tentu terjadi seperti itu.

6. Harapan Palsu

Terkadang apa yang Anda rencanakan tidak berjalan sesuai rencana dan hasilnya hanya berupa harapan palsu. Reaksi ini wajar terjadi namun jangan membiarkannya menjadi stres berkepanjangan.

Baca Juga: 9 Cara Mengatasi Depresi Berat Paling Efektif

Efek Stres pada Kesehatan Fisik

Berikut ini efek stres jangka pendek bagi kesehatan:

  • Sakit perut.
  • Pusing.
  • Merasa lemah.
  • Tidak fokus.
  • Detak jantung cepat.
  • Gemetaran.
  • Nyeri otot dan pegal-pegal.
  • Tidak bisa tidur.

Berikut ini efek stres jangka panjang yang dapat berkembang menjadi masalah kesehatan fisik serius:

  • Tekanan darah tinggi.
  • Detak jantung tidak normal.
  • Penyumbatan arteri.
  • Masalah kulit seperti jerawat, eksim, dan psoriasis.
  • Sakit maag.
  • Diare.
  • Sembelit.
  • Penyakit jantung.
  • Masalah kesuburan.
  • Perubahan gairah seksual.
  • Depresi.

Bagaimanapun, stres dapat memengaruhi kesehatan fisik seseorang. Maka dari itu, pelajari cara mengatasi stres sebelum berkembang menjadi stres jangka panjang di sini.

Itulah pembahasan tentang faktor penyebab stress pada remaja. Kenali apa stressor Anda dan pelajari cara mengelola stres dengan baik. Semoga informasi ini bermanfaat!

 

  1. Scott, Elizabeth, MS. 2020. The Main Causes of Stress. What impacts you most may not be the same as for someone else. https://www.verywellmind.com/what-are-the-main-causes-of-stress-3145063. (Diakses pada 4 Februari 2021).
  2. Felman, Adam. 2020. Why stress happens and how to manage it. https://www.medicalnewstoday.com/articles/145855#definition. (Diakses pada 4 Februari 2021).
  3. Web MD. 2020. Causes of Stress. https://www.webmd.com/balance/guide/causes-of-stress#1. (Diakses pada 4 Februari 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi