Terbit: 24 September 2021 | Diperbarui: 4 Oktober 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Cara mengatasi toxic parents penting untuk Anda sebagai Anak, karena orang tua yang toksik jika dibiarkan tanpa perbaikan dapat berdampak buruk bagi perkembangan anak. Secara psikologis, dampak buruknya bahkan sampai anak beranjak dewasa. Yuk, cari tahu bagaimana cara mengatasi orang tua toksik di bawah ini!

Merasa Memiliki Toxic Parents? Ini 8 Cara Mengatasinya

Apa Itu Toxic Parents?

Toxic parent adalah orang tua yang secara konsisten berperilaku dengan cara menyebabkan rasa bersalah, ketakutan, atau paksaan pada anaknya. Tindakan orang tua toksik secara tidak langsung menggunakan pola perilaku yang secara negatif membentuk kehidupan anak.

Dengan pola asuh seperti itu, orang tua mungkin membuat kesalahan hingga melakukan hal yang berpotensi merusak mental dan psikologi anak. Meski begitu, sebenarnya orang tua bermaksud untuk membuat semuanya menjadi lebih baik. Namun, orang tua toksik lebih peduli kebutuhan dirinya daripada dampak buruknya pada anak.

Cara Mengatasi Toxic Parents

Meskipun sulit menghadapi orang tua yang toksik, tetapi bisa Anda lakukan secara perlahan dengan kesabaran. Hal ini untuk menjaga perasaaan, tidak menyinggung, dan menghormati orang tua yang toksik. Di sisi lain Anda juga membutuhkan kesehatan mental. Oleh karenanya, dibutuhkan cara yang bisa membantu Anda dalam menghadapi orang tua toksik.

Berikut ini sejumlah tips dan cara menghadapi toxic parents:

1. Menetapkan Batasan antara Anak dan Orang Tua

Salah satu cara terbaik untuk memulai untuk menghadapi orang tua toksik adalah dengan menetapkan batasan yang jelas antara anak dan orang tua. Batasan ini termasuk secara fisik maupun emosional yang tidak boleh dilanggar. Ini sepenuhnya terserah Anda.

Seorang psikoterapi Sharon Martin yang berbasis di California berbagi tiga tips untuk menetapkan batasan dengan orang tua toksik. Berikut ini beberapa tips untuk menghadapi toxic parent:

  • Bersikap lugas dengan batasan yang Anda tetapkan.
  • Berkomunikasi tentang batasan yang jelas dan konsisten.
  • Terus introspeksi diri sendiri.

2. Mengunjungi Terapis

Orang tua toksik mungkin enggan untuk mengunjungi seorang terapis, karena ia merasa semua orang di sekitarnya yang harus disalahkan. Sebagai gantinya, sebagai anak dapat berkonsultasi dengan seorang terapis tentang bagaimana cara mengatasi toxic parents, terutama untuk mengurangi dampak negatifnya.

Jika Anda tidak dapat menjangkau seorang terapi, ada banyak pilihan untuk menemukan profesional kesehatan mental yang lebih terjangkau, misalnya terapi online.

3. Mencari Dukungan dari Orang Lain

Meskipun terapi sebagai langkah utama dalam mengatasi orang tua toksik, tetapi dukungan dari orang lain juga diperlukan. Berurusan dengan orang tua toksik dalam hal apa pun—bahkan jika itu mempertahankan rutinitas sehari-hari—dapat menguras tenaga.

Oleh sebab itu, bergabunglah dengan komunitas, dan tetap berhubungan dengan teman atau anggota keluarga. Menjalin hubungan dengan mereka bisa menjadi penolong yang sangat baik bagi anak dari orang tua toksik.

Baca Juga: 11 Ciri-Ciri Toxic Parents yang Berdampak Buruk bagi Mental Anak  

4. Membaca Buku Tentang Toxic Parent

Pengetahuan adalah energi yang didapat dengan verbal atau non verbal, misalnya membaca. Buku atau artikel tentang keluarga toksik dan disfungsi bisa menjadi salah satu cara menghadapi toxic parents. Baik anak maupun orang tua toksik dapat membantu dalam hal bagaimana memahami dinamika keluarga dalam konteks psikologis.

Misalnya buku-buku seperti Nancy Friday’s My Mother, Myself telah direkomendasikan sebagai buku yang bermanfaat untuk disfungsi umum yang melibatkan ibu dan anak perempuan.

5. Membawa Sahabat ke Setiap Acara Keluarga

Acara keluarga seperti pernikahan, arisan atau acara lainnya bisa menjadi tempat bagi orang tua toksik, karena semua berkumpul di sebuah ruangan bersama. Oleh karenanya, pastikan memiliki teman atau pasangan untuk dapat membantu Anda dalam mengelola emosi yang mungkin muncul.

Dukungan ini bisa berupa fisik (misalnya sahabat atau pasangan yang hadir), atau bisa juga kurang nyata (misalnya teman online).

Bahkan, profesional kesehatan mental sering kali menganjurkan memiliki teks untuk kejadian-kejadian sulit, di mana Anda menghafal dan melatih tanggapan sebelum menangani situasi yang memicu atau menjengkelkan. Ini sebagai cara menghadapi toxic parents.

6. Cari Tahu Apa yang Diinginkan dari Sebuah Hubungan

Berharap bahwa orang tua toksik dapat berubah mungkin akan sulit, sehingga anak bisa saja mengurangi harapan ini. Mungkin hal ini karena ada kesenjangan besar antara apa yang benar-benar dibutuhkan dalam hubungan antara anak dengan orang tua, dan apa yang secara realistis dapat dilakukan oleh orang tua yang toksik.

Seorang terapis mungkin bisa membantu membimbing anak (terutama dewasa) mengarah ke pengakuan yang lebih realistis atas kapasitas dan kegagalan orang tuanya. Juga apa yang dapat dan tidak dapat mereka hasilkan dalam suatu hubungan.

7. Meluangkan Waktu untuk Menyenangkan Diri

Anak-anak dari orang tua yang toksik mungkin tidak terbiasa menjaga dirinya sendiri karena semuanya dikendalikan orang tua. Untuk mengobati kebosanan, cobalah untuk me time atau meluangkan waktu diri sendiri karena ini adalah hak dalam mendapatkan kesenangan.

Setelah bersama orang tua, Anda bisa menghabiskan waktu untuk hobi, misalnya membaca, olahraga, menulis, musik, atau kesenangan lainnya. Ini adalah cara mengatasi toxic parents agar dapat membantu mengurangi beban atau tekanan.

Baca Juga: Toxic Relationship, Sadari Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya!

8. Memutus Lingkaran Toxic Parent  

Jika Anda sebagai orang dewasa yang memiliki beban akibat orang tua toksik, sebaiknya memutus lingkaran toxic parent ketika sudah berkeluarga. Ini agar tidak menurunkan pola asuh toksik pada anak.

Dengan begitu, Anda dapat memutus lingkaran toxic parent dan memberikan pola asuh yang semestinya anak dapatkan. Orang tua yang tidak membebani anak dan membiarkan menemukan emosinya, akan meraih kebahagiaan dirinya sendiri.

Demikian pilihan bagaimana cara menghadapi orang tua yang toksik untuk menghindari dampak buruk bagi perkembangan anak. Jika kesulitan melakukannya, Anda dapat menghubungi atau mengunjungi seorang terapis.

 

  1. Marcin, Ashley. 2020. Understanding and Dealing with Toxic Parents and Co-Parents. https://www.healthline.com/health/parenting/toxic-parents (Diakses pada 24 September 2021)
  2. McQueen, Janie. 2021. How to Deal With Toxic Parents. https://www.webmd.com/sex-relationships/features/toxic-parents (Diakses pada 24 September 2021)
  3. Thorpe, JR. 2015. 7 Tips For Dealing With Toxic Parents. https://www.bustle.com/articles/111210-7-tips-for-dealing-with-toxic-parents (Diakses pada 24 September 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi