Terbit: 26 Oktober 2020 | Diperbarui: 28 Desember 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Orang dengan gangguan kepribadian menghindar menolak atau tidak mampu bersosialisasi karena sangat sensitif terhadap penolakan dan kritik negatif atas dirinya. Ketahui apa itu gangguan kepribadian menghindar atau avoidant personality disorders (APD), gejala, penyebab, dan cara mengatasi. 

Gangguan Kepribadian Menghindar: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Apa itu Gangguan Kepribadian Menghindar?

Gangguan kepribadian menghindar adalah pola perilaku yang ditandai dengan sifat canggung, malu, menolak sosialisasi, tidak mampu berinteraksi, atau menjaga hubungan dengan orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini terjadi akibat orang tersebut khawatir dan sangat sensitif apabila nantinya mendapat penolakan, kritik, tuntutan, atau dinilai negatif oleh pihak lain. 

Mereka lebih memilih menarik diri dari hubungan dan interaksi sosial daripada harus menerima penolakan atau rasa sakit nantinya. Orang dengan gangguan kepribadian menghindar atau avoidant personality disorders lebih memilih untuk hidup sendiri dan kesepian daripada mengambil risiko kecewa dari hubungan dengan orang lain. 

Avoidant personality disorder menyebabkan seseorang memiliki masalah dalam hubungan sosial, romantis, dan bahkan profesional. Kondisi ini terjadi akibat rasa sakit akibat penolakan yang berkembang sejak masa kecil. Terdapat 2% orang dengan avoidant personality disorders dari populasi. 

Gejala Gangguan Kepribadian Menghindar

Berdasarkan panduan dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM–V), gejala avoidant personality disorders (APD) termasuk: 

  • Tidak mau memiliki hubungan dengan orang lain.
  • Tidak memiliki teman dekat.
  • Mudah merasa sakit karena kritik atau penolakan. 
  • Menghindari aktivitas yang melibatkan kontak dengan orang lain.
  • Memiliki rasa malu berlebihan dalam situasi sosial karena takut salah.
  • Menunjukkan pengekangan yang berlebihan dalam hubungan intim.
  • Tidak mau mengambil risiko karena takut akan mempermalukan diri sendiri.
  • Enggan melakukan hal-hal baru.
  • Membesar-besarkan sesuatu yang mungkin sulit.

Orang dengan avoidant personality disorders juga menunjukan gejala sebagai berikut: 

  • Terlalu sensitif.
  • Cenderung pemalu dan canggung dalam situasi sosial.
  • Memandang diri sendiri dengan citra buruk atau seseorang yang tidak mampu.
  • Membesar-besarkan masalah.
  • Ketakutan ekstrim terhadap penghinaan atau ketidaksetujuan orang lain terhadap dirinya.
  • Memiliki gangguan kecemasan ekstrim.
  • Memilih isolasi diri dari hubungan sosial.
  • Tingkat kepercayaan diri rendah.

Orang dengan APD cenderung selalu berpikir akan mengalami penolakan yang sebenarnya belum tentu terjadi. Daripada mengalami penolakan, mereka lebih memilih tidak terlibat dalam aktivitas tersebut. Gejala kelainan ini dapat bervariasi dari ringan hingga sangat ekstrim.

Kapan Harus ke Dokter? 

Seperti sebagian besar gangguan psikologi lainnya, penderitanya mungkin merasa baik-baik saja. Sebaiknya sadari bila mengalami gangguan kepribadian dan hingga menyebabkan ketidakseimbangan hidup. Segera konsultasi ke psikolog bila masalah mental apa pun yang Anda miliki sudah sangat mengganggu kehidupan sosial, pekerjaan, atau menurunkan kualitas hidup Anda.

Penyebab Gangguan Kepribadian Menghindar

Penyebab avoidant personality disorders belum diketahui secara pasti namun masalah genetik dan lingkungan dipercaya sebagai faktor utama. Berikut ini penjelasannya: 

  • Faktor Lingkungan

Kehidupan masa anak-anak sangat penting untuk pembentukan dan perkembangan otak dan mental. Rasa malu, kekecewaan, penolakan, atau kesedihan di masa kecil akibat lingkungan rumah, sekolah, atau orang-orang sekitar anak sering kali menjadi akar dari gangguan kepribadian seseorang. 

  • Pola Asuh yang Buruk 

Orang tua memegang peranan penting untuk mendidik anak bukan hanya secara akademik, namun secara psikologis juga. Penolakan, ketidaksetujuan, kekerasan, atau kritik negatif dari orang tua sering kali terpatri pada diri anak dan berkembang menjadi gangguan kepribadian di masa depan anak. 

Avoidant personality disorders umumnya berkembang sejak masa kanak-kanak atau remaja muda. Anak merasa malu, tidak suka bergaul, atau menghindari orang-orang. Gejalanya mungkin baru terlihat saat anak memasuki masa remaja dan dewasa.

Baca Juga: 11 Jenis Gangguan Kepribadian, Apakah Anda Memilikinya?

Faktor Risiko Gangguan Kepribadian Menghindar

Tidak diketahui orang seperti apa yang lebih rentan untuk mengalami avoidant personality disorders ini. Setiap orang memiliki proses psikologi berbeda. Anak atau orang dewasa yang memiliki kecenderungan karakter pemalu dan tertutup belum tentu mengalami avoidant personality disorders.

Seseorang dengan APD memiliki rasa malu yang semakin kuat seiring bertambah usia. Hingga mungkin benar-benar menghindari orang lain dalam hubungan sosial atau hubungan romantis.

Diagnosis Gangguan Kepribadian Menghindar

Psikolog akan mendiagnosis avoidant personality disorders berdasarkan kriteria dalam panduan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-V). Seseorang diduga memiliki gangguan gangguan kepribadian menghindar bila mengalami setidaknya empat dari karakteristik berikut: 

  • Menghindari aktivitas pekerjaan dengan kontak sosial karena khawatir atau takut terhadap penolakan, ketidaksetujuan, dan kritik negatif.
  • Tidak mau berhubungan dengan orang lain kecuali Anda yakin mereka menyukai Anda.
  • Merasa tidak mampu dalam situasi sosial baru.
  • Merasa tidak layak, lebih buruk dari orang lain, atau tidak menarik dalam situasi sosial. 
  • Ragu atau takut mengambil risiko karena tidak mau dipermalukan nantinya. 
  • Menahan diri untuk terlibat dalam hubungan romantis karena takut akan penolakan.
  • Menghindari situasi sosial sepenuhnya.

Diagnosis umumnya dilakukan pada orang dewasa di mana kepribadian, trauma, atau perilaku di masa anak-anak masih berkembang dan membentuk kepribadian seseorang setelah dewasa. Berdasarkan DSM-V, orang dengan avoidant personality disorders secara konsisten menghindari kontak sosial, sangat sensitif dan takut akan penolakan, dan merasa tidak mampu dalam situasi sosial.

Cara Mengatasi Gangguan Kepribadian Menghindar 

Cara mengatasi avoidant personality disorders adalah dengan psikoterapi. Ada beberapa pilihan psikoterapi dengan terapis atau psikolog, sebagai berikut: 

1. Psikoterapi

Psikoterapi adalah istilah umum untuk semua jenis terapi untuk masalah mental. Terapis atau psikolog akan mengajarkan Anda untuk mengerti tentang perasaan, pikiran, suasana hati, perilaku, dan respon terhadap sesuatu. 

Tujuan psikoterapi untuk mengontrol dan melatih semua hal-hal yang mengganggu dalam hidup Anda. Psikolog juga mengajarkan Anda teknik kemampuan koping untuk keseimbangan hidup Anda. 

2. Terapi Psikodinamik

Terapi psikodinamik adalah jenis terapi wicara di mana Anda akan belajar untuk memahami dan berdamai dengan pengalaman masa lalu yang membentuk gangguan kepribadian menghindar atau gangguan kepribadian lainnya saat ini. 

Anda akan mengetahui cara menyelesaikan konflik emosional dengan diri sendiri. Kemudian, Anda juga akan belajar untuk melihat potensi masa depan dan pikiran lebih sehat akan diri sendiri.

3. Terapi Perilaku Kognitif

Terapis akan mengajari Anda untuk merubah pola pikir Anda yang kurang rasional atau kurang sehat terhadap sesuatu. Anda akan belajar untuk mengubah sudut pandang tentang hidup ke arah dan konsep yang lebih positif secara perlahan, hingga Anda benar-benar dapat mengontrol pikiran dan emosional Anda. 

Komplikasi Gangguan Kepribadian Menghindar

Avoidant personality disorders umumnya muncul dan berkembang bersamaan gangguan mental lainnya, termasuk: 

  • Fobia Sosial: Gangguan kecemasan ekstrim terhadap situasi sosial apa pun.
  • Gangguan Kepribadian Borderline: Kesulitan dalam berbagai aspek kehidupan mendasar seperti kepercayaan diri, hubungan sosial, suasana hati, dan perilaku.
  • Gangguan Kepribadian Dependen: Ketergantungan ekstrem dengan orang lain dalam membuat keputusan.
  • Agorafobia: Kecemasan dan rasa takut berlebihan terhadap tempat atau situasi spesifik.
  • Depresi: Rasa duka dan kesedihan mendalam dalam kehidupan sehari-hari akibat sebuah atau serangkaian peristiwa traumatis.

Baca Juga: Gangguan Kepribadian Ambang: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Pencegahan Gangguan Kepribadian Menghindar

Mungkin tidak ada cara mencegah avoidant personality disorders karena berkembang sejak masa kecil. Anda mungkin dapat melakukan terapi secepat mungkin saat mengalami gejala tersebut sebelum menyebabkan disfungsi kehidupan yang terlalu parah.

Selebihnya, orang tua disarankan untuk belajar cara mendidik anak dengan tepat dan sesuai dengan kepribadian anak. Pasalnya, kebanyakan masalah mental pada seseorang berawal dari faktor lingkungan saat mereka masih kecil.

 

  1. Cleveland Clinic. 2019. Avoidant Personality Disorder. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9761-avoidant-personality-disorder. (Diakses pada 26 Oktober 2020). 
  2. Cuncic, Arlin. 2020. What Is Avoidant Personality Disorder (AVPD)? https://www.verywellmind.com/avoidant-personality-disorder-4172959. (Diakses pada 26 Oktober 2020). 
  3. Kivi, Rose. 2017. Avoidant Personality Disorder. https://www.healthline.com/health/avoidant-personality-disorder. (Diakses pada 26 Oktober 2020). 
  4. Psychology Today. 2019. Avoidant Personality Disorder. https://www.psychologytoday.com/intl/conditions/avoidant-personality-disorder. (Diakses pada 26 Oktober 2020). 
  5. WebMD. 2019. Avoidant Personality Disorder. https://www.webmd.com/mental-health/avoidant-personality-disorders#1. (Diakses pada 26 Oktober 2020). 


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi