Terbit: 24 Agustus 2020 | Diperbarui: 6 Oktober 2021
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Leukosit rendah atau sel darah putih rendah adalah kondisi di mana tubuh tidak menghasilkan sel darah putih yang cukup. Hal ini tentunya perlu diwaspadai karena sel darah putih berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh. Lantas, apa saja penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Simak selengkapnya di bawah ini!

Leukosit Rendah, 9 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Berapa Jumlah Leukosit Normal?

Kondisi leukosit rendah disebut juga dengan leukopenia. Kondisi ini dapat dideteksi melalui tes darah di laboratorium.

Pada dasarnya setiap orang memiliki jumlah sel darah putih yang bervariasi. Kisaran jumlah yang dianggap normal adalah antara 4.000-11.000 per mikroliter darah.

Jadi, ketika jumlah sel darah putih seseorang di bawah 4.000 per mikroliter, maka dapat dikatakan kadar leukosit rendah. Pada kondisi ini, tubuh Anda kemungkinan akan kesulitan melawan infeksi.

Penyebab Leukosit Rendah

Kadar sel darah putih rendah dapat mengindikasikan kondisi medis tertentu. Berikut adalah berbagai penyebab leukosit rendah yang mungkin Anda alami:

1. Masalah Sumsum Tulang

Masalah pada sumsum tulang sering dikaitkan dengan menurunnya sel darah putih. Hal ini disebabkan karena sumsum tulang adalah salah satu tempat di mana sel darah diproduksi.

Kemampuan sumsum tulang menghasilkan sel darah putih ini dapat berkurang diakibatkan oleh kondisi medis tertentu. Berikut adalah beberapa masalah sumsum tulang yang bisa menyebabkan leukosit rendah:

2. Perawatan untuk Kanker

Perawatan kanker juga dapat menyebabkan menurunnya kadar sel darah putih. Perawatan yang dimaksud termasuk kemoterapi, terapi radiasi, hingga transplantasi sumsum tulang belakang.

Pengobatan seperti kemoterapi dan terapi radiasi memang dapat merusak kemampuan sumsum tulang belakang. Hal inilah yang menyebabkan produksi sel darah menurun dan kadar leukosit menjadi rendah.

3. Infeksi

Penyebab leukosit rendah lainnya adalah beberapa jenis infeksi.

Infeksi virus dapat menyebabkan terganggunya kerja sumsum tulang sehingga produksi sel darah berkurang. Infeksi lain yang dapat menyebabkan sel darah putih rendah adalah infeksi parah yang menyebabkan tubuh menggunakan sel darah putih lebih cepat dari kemampuan tubuh memproduksinya.

Infeksi seperti HIV/AIDS dan tuberkulosis juga dapat menyebabkan rendahnya sel darah putih. HIV dapat membunuh jenis sel darah putih tertentu dalam tubuh.

4. Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun menyebabkan tubuh menyerang dan menghancurkan sel darah putih dalam tubuh. Kondisi ini juga sering kali menyerang sel sumsum tulang, tempat sel darah diproduksi.

Hal inilah yang menyebabkan penyakit autoimun seperti lupus dan rheumatoid arthritis bisa menjadi penyebab dari kadar leukosit yang rendah.

5. Malnutrisi

Malnutrisi atau kekurangan nutrisi tertentu juga dapat memengaruhi kadar sel darah putih dalam tubuh.

Nutrisi seperti asam folat dan vitamin B12 dapat memengaruhi tubuh dalam memproduksi sel darah putih. Selain itu, rendahnya kadar leukosit juga dapat menandakan tubuh kekurangan mineral seperti tembaga dan zinc.

Di sisi lain, konsumsi alkohol juga dipercaya dapat memengaruhi asupan nutrisi dalam tubuh yang kemudian juga dapat menurunkan kadar sel darah putih.

6. Efek Samping Obat-obatan

Beberapa jenis obat-obatan seperti antibiotik, obat antipsikotik, hingga obat untuk mengatasi tiroid yang terlalu aktif dipercaya dapat menyebabkan kadar sel darah putih rendah. Berikut adalah jenis obat-obatan yang dimaksud:

  • Bupropion
  • Clozapine
  • Siklosporin
  • Interferon
  • Lamotrigin
  • Minocycline
  • Mycophenolate mofetil
  • Penisilin
  • Sirolimus
  • Natrium valproat
  • Steroid
  • Tacrolimus

Obat-obatan di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan kadar sel darah putih rendah, beritahu dokter tentang obat apa saja yang belakangan atau sedang dikonsumsi.

7. Masalah Limpa

Selain di sumsum tulang, organ tubuh lain yang juga berperan dalam produksi sel darah adalah limpa. Apabila limpa mengalami infeksi, pembekuan darah, atau masalah lainnya, maka limpa dapat membengkak dan tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Akibatnya, jumlah sel darah putih juga akan menurun.

8. Sarkoidosis

Sarkoidosis adalah penyakit sistemik yang disebabkan oleh respons imun berlebihan. Meskipun begitu, penyakit ini bukan termasuk ke dalam gangguan autoimun.

Sarkoidosis ditandai dengan pembentukan granuloma –area peradangan kecil– yang muncul di berbagai sistem dalam tubuh. Apabila granuloma ini terbentuk di sumsum tulang, maka akan memengaruhi produksi sel darah dan menyebabkan leukosit rendah.

9. Kelainan Kongenital

Kelainan kongenital atau masalah bawaan adalah gangguan yang sudah ada sejak bayi baru lahir. Masalah kongenital yang memengaruhi cara kerja sumsum tulang dalam membuat sel darah dapat menyebabkan rendahnya kadar sel darah putih.

Kelainan kongenital yang dapat menyebabkan kondisi ini adalah seperti Kostmann syndrome atau severe congenital neutropenia dan myelokathexis.

Cara Mengatasi Leukosit Rendah

Rendahnya sel darah putih biasanya tidak diketahui secara kebetulan. Umumnya kondisi ini diketahui ketika dokter melakukan pemeriksaan terhadap kondisi yang sedang Anda alami. Maka dari itu, pengobatan yang dilakukan juga kemungkinan akan berbeda-beda, bergantung pada penyebab dari kondisi ini.

Berikut adalah beberapa cara mengatasi leukosit rendah yang dapat dilakukan:

1. Perawatan di Rumah

Jika kadar sel darah putih rendah, dokter mungkin akan menyarankan beberapa tips yang dapat diterapkan di rumah. Berikut adalah beberapa tips menghindari infeksi yang dapat dilakukan:

  • Perhatikan asupan makanan. Menjaga asupan vitamin dan nutrisi lainnya akan membantu proses penyembuhan tubuh. Perbanyaklah konsumsi buah dan sayur yang tinggi nutrisi. Anda bisa berdiskusi dengan dokter tentang makanan apa saja yang disarankan dan makanan apa saja yang sebaiknya dihindari.
  • Istirahat yang cukup. Lakukan aktivitas di saat energi tubuh dalam keadaan maksimal. Jangan lupa untuk mengambil waktu istirahat untuk menghindari tubuh dari kelelahan yang dapat menyebabkan sistem imun menurun.
  • Hindari kuman. Cuci tangan secara rutin dengan benar untuk menghindari diri dari kuman yang dapat menyebabkan infeksi, hindari keramaian dan orang sakit, hindari sementara kegiatan yang mungkin kontak dengan kuman seperti mengganti pokok atau membersihkan kandang hewan.

2. Obat-obatan

Obat-obatan untuk merangsang tubuh membuat sel darah lebih banyak atau obat yang dapat mengatasi penyebab berkurangnya jumlah sel dapat diresepkan. Jika leukosit rendah disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter dapat meresepkan obat antibiotik.

Jenis obat-obatan yang diresepkan menyesuaikan dengan penyakit yang mendasari rendahnya jumlah sel darah putih.

3. Menghentikan Pengobatan yang Menyebabkan Leukosit Rendah

Seperti yang disebutkan sebelumnya, pengobatan untuk kanker seperti kemoterapi dan terapi radiasi dapat menyebabkan kondisi ini. Jika kadar sel darah putih terlalu rendah, perawatan kemungkinan harus dihentikan sementara untuk memberikan waktu pada tubuh agar dapat memproduksi sel darah lebih banyak.

4. Growth Factor

Growth factor adalah protein yang dapat merangsang tubuh untuk memproduksi sel darah putih. Granulocyte colony-stimulating factor atau growth factor lainnya yang berasal dari sumsum tulang dapat membantu mengatasi sel darah putih rendah yang bersifat genetik atau yang disebabkan oleh kemoterapi.

 

  1. Anonim. 2017. Low white blood cell count. https://www.nhs.uk/conditions/low-white-blood-cell-count/. (Diakses 24 Agustus 2020).
  2. Anonim. 2018. Low white blood cell count. https://www.mayoclinic.org/symptoms/low-white-blood-cell-count/basics/causes/sym-20050615. (Diakses 24 Agustus 2020).
  3. Anonim. 2020. Why Is My White Blood Cell Count Low?. https://www.webmd.com/cancer/white-blood-cell-count-low#1. (Diakses 24 Agustus 2020).
  4. Anthony, Kiara. The Neutropenic Diet. 2020. https://www.healthline.com/health/neutropenic-diet#safety. (Diakses 6 September 2020).
  5. McDowell, Sandy. 2018. What Is Leukopenia?. https://www.healthline.com/health/leukopenia. (Diakses 24 Agustus 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi