Terbit: 4 Agustus 2021
Ditulis oleh: dr. Monica Djaja Saputera | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Neuralgia Trigeminal adalah gangguan saraf yang menyebabkan nyeri di bagian wajah, biasanya di bawah rahang dan pipi. Kondisi ini disebabkan akibat gangguan saraf trigeminalaraf kelima dari otak (saraf kranial). Ketahui penyebab, faktor risiko, gejala, dan cara mengatasi pada pembahasan ini.

Neuralgia Trigeminal: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi, dll

Apa itu neuralgia trigeminal?

Neuralgia trigeminal adalah adanya sensasi nyeri yang tajam di area wajah, terutama area rahang hingga ke pipi, yang merupakan tempat saraf trigeminus berada. Kondisi ini umumnya terjadi secara tiba-tiba pada satu sisi dan menghilang dalam hitungan detik hingga kurang dari 2 menit.

Apa penyebab neuralgia trigeminal?

Berdasarkan penyebabnya, gangguan saraf ini dibagi menjadi:

  • Neuralgia trigeminal primer

Jenis gangguan saraf yang hingga saat ini belum diketahui apa penyebabnya. Berbagai literatur menyebutkan bahwa pada tipe primer ini, terjadi akibat adanya kompresi pada saraf trigeminus.

  • Neuralgia trigeminal sekunder

Gangguan syaraf yang terjadi akibat adanya penekanan saraf akibat tumor, kista, trauma pada area wajah, multipel sklerosis, aneurisme arteri basiler, dll.

Baca Juga: Sistem Saraf pada Manusia: Jenis, Fungsi, Penyakit, dll

Apa saja faktor risiko terjadinya neuralgia trigeminal?

Beberapa faktor yang diduga dapat memicu terjadinya gangguan saraf ini adalah mengunyah saat makan, minum dingin atau panas, bicara, menguap, menggosok gigi, mencukur janggut, memakai riasan wajah, atau bahkan akibat adanya hembusan angin atau cipratan air yang mengenai wajah.

Siapa yang berisiko mengalami neuralgia trigeminal?

Berdasarkan data epidemiologi, gangguan saraf ini dikatakan lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki, dengan rasio 3:2. Adapun usia yang rentan mengalaminya adalah usia lebih dari 50 tahun.

Apa saja gejala neuralgia trigeminal?

Gejala yang umum dikeluhkan berupa adanya episode nyeri yang tajam seperti tertusuk di area pipi atau rahang yang dirasakan tiba-tiba. Beberapa orang mengeluh bahwa nyeri dirasakan seperti rasa terbakar atau tersengat listrik. Nyeri yang dirasakan akibat gangguan saraf ini sebagian besar hanya terjadi pada satu sisi wajah atau unilateral. Namun dalam beberapa kasus, ada yang menyerang kedua sisi wajah.

Bagaimana cara menegakkan diagnosis neuralgia trigeminal?

Menurut International Headache Society tahun 2005, berikut ini kriteria diagnosisnya:

  • Serangan nyeri paroksimal yang bertahan beberapa detik hingga 2 menit, menyerang satu atau lebih area cabang saraf trigeminus
  • Nyeri harus memenuhi satu dari dua kriteria, yaitu:
    • Intensitas tinggi, tajam, terasa di permukaan atau terasa seperti ditusuk
    • Berawal dari zona triger atau akibat adanya faktor pemicu berupa sentuhan
  • Pola serangan yang sama
  • Tidak ditemukan adanya tanda defisit neurologis
  • Tidak ada penyakit lain yang diduga berkaitan

Selain memenuhi kriteria diagnosis tersebut, beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan adalah MRI (Magnetic Resonance Imaging) kepala dan MRA (Magnetic Resonance Angiogram).

Baca Juga: Penyakit Saraf Motorik: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Bagaimana tata laksana neuralgia trigeminal?

Berdasarkan macamnya, tata laksana untuk gangguan saraf ini dibagi menjadi:

  • Tata laksana farmakologis

Berupa pemberian obat-obatan anti konvulsi, anti depresan trisiklik, anti spasmodik, analgesik, hingga opioid jika diperlukan.

  • Tata laksana non-farmakologis

Berupa rehabilitasi medik dan tindakan pembedahan. Tindakan pembedahan yang umum dilakukan adalah termokoagulasi, dekompresi vaskular, dan radiasi gamma knife.

 

  1. Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. (2016). Panduan Praktik Klinis Neurologi. Indonesia; PERDOSI.
  2. John Hopikns Medicine. TrigeminalNeuralgia. (Online). Available from: https://www.hopkinsmedicine.org/. (Updated Aug 01, 2021).
  3. Ropper, AH., Brown, RH. (2005). Adams and Victor’s Principles of Neurology. Eight edition. McGraw-Hill: Medical Publishing Division.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi