Ritonavir adalah obat yang digunakan untuk mengobati HIV. Selengkapnya ketahui mengenai obat ini mulai dari fungsi, dosis, efek samping dan lainnya di bawah ini!

Rangkuman Informasi Obat Ritonavir
Nama Obat | Ritonavir |
Kandungan | Ritonavir |
Golongan Obat | Inhibitor protease |
Kelas Terapi | Obat resep |
Fungsi | Mengobati HIV |
Keamanan obat bagi ibu hamil dan menyusui | Kategori C:
Studi pada hewan percobaan menunjukan adanya efek samping pada janin, namun belum ada studi pada wanita hamil. Mengonsumsi Ritonavir dapat terserap ke dalam ASI. Untuk itu, jangan menggunakannya tanpa berkonsultasi dengan dokter. |
Kontraindikasi | Hipersensitivitas terhadap Ritonavir |
Sediaan obat | Kapsul, larutan, serbuk, atau tablet |
Ritonavit Obat Apa?
Ritonavir adalah obat yang dapat digunakan bersama dengan obat lain untuk mengobati infeksi human immunodeficiency virus (HIV).
Obat Ritonavir termasuk dalam golongan obat yang disebut inhibitor protease. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi jumlah HIV dalam darah.
Meskipun tidak menyembuhkan HIV, obat ini dapat mengurangi risiko terkena acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) dan penyakit terkait HIV seperti infeksi serius atau kanker.
Manfaat Obat Ritonavir
Obat Ritonavir umumnya digunakan bersama dengan obat lain untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh HIV. HIV merupakan virus yang menyebabkan acquired immunodeficiency syndrome (AIDS).
Ritonavir tidak akan menyembuhkan atau mencegah infeksi HIV atau AIDS. Obat ini akan membantu mencegah HIV berkembang biak dan akan memperlambat kerusakan sistem kekebalan tubuh.
Obat ini dapat membantu menunda timbulnya masalah yang sering kali terkait dengan AIDS atau penyakit HIV. Ritonavir tidak akan mencegah seseorang menyebarkan HIV ke orang lain. Orang yang menggunakan obat ini dapat terus mengalami masalah lain yang terkait dengan AIDS atau penyakit HIV.
Dosis Obat Ritonavir
Obat ini tersedia dalam bentuk kapsul, larutan, serbuk, atau tablet. Dosis obat diberikan berdasarkan kondisi medis, keparahan kondisi, kekuatan obat, dan usia. Untuk anak di atas usia 1 bulan, dosis didasarkan pada ukuran tubuh dan harus ditentukan oleh dokter Anda.
Berikut ini dosis Ritonavir untuk mengobati infeksi HIV:
- Dewasa: 600 mg 2 kali sehari.
- Anak-anak usia > 1 bulan: 350 mg hingga 400 mg per meter persegi (mg/[m]2) ukuran tubuh 2 kali sehari. Dokter akan menyesuaikan dosis sesuai kebutuhan dan toleransi anak. Dosis biasanya tidak melebihi 600 mg dua kali sehari.
Petunjuk Penggunaan Obat Ritonavir
Gunakan obat ini dengan benar agar pengobatan infeksi akibat HIV menjadi lebih efektif dan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan seperti overdosis. Ikuti cara menggunakan obat Ritonavir berikut ini:
- Obat ini diminum dengan air bersama makanan. Obat diminum dua kali sehari.
- Minum obat Ritonavir sesuai petunjuk. Jangan minum lebih banyak atau lebih sedikit atau minum lebih sering dari yang diresepkan dokter.
- Telan tablet Ritonavir secara utuh. Jangan membelah, mengunyah, atau menghancurkan tablet.
- Jika Anda diresepkan minum larutan oral, gunakan sendok takar dosis, spuit, atau cangkir untuk mengukur jumlah cairan yang tepat yang dibutuhkan untuk setiap dosis.
- Jangan gunakan sendok rumah tangga biasa.
- Terus minum obat Ritonavir meskipun sudah merasa sehat. Jangan berhenti minum obat ini tanpa berdiskusi dengan dokter.
Petunjuk Penyimpanan Obat Ritonavir
Obat ini harus disimpan pada tempat yang benar agar kinerja obat tetap terjaga dan untuk melindungi obat dari kerusakan. Berikut ini cara menyimpan obat-obatan yang perlu diperhatikan, antara lain:
- Simpan kapsul di lemari es atau pada suhu ruangan dalam wadah tertutup. Jika menyimpan pada suhu ruangan, gunakan obat dalam waktu 30 hari. Jauhkan dari suhu panas dan paparan cahaya matahari langsung.
- Simpan cairan oral dalam wadah tertutup dalam suhu ruangan, jauh dari panas dan cahaya langsung. Jangan memasukkan obat cair ke dalam lemari es.
- Simpan bubuk oral dalam wadah kemasan pada suhu ruangan atau di tempat yang sejuk dan kering, serta jauhkan dari panas dan cahaya matahari langsung.
- Simpan tablet dalam wadah tertutup di suhu ruangan atau di tempat yang sejuk dan kering, jauhkan dari panas dan cahaya matahari langsung.
- Jangan simpan tablet di tempat dengan kelembapan tinggi selama lebih dari 2 minggu.
- Jauhkan obat dari pandangan atau jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
- Jangan simpan obat yang sudah kedaluwarsa atau obat yang sudah tidak diperlukan lagi. Buang obat dengan benar agar tidak mencemar lingkungan. Tanyakan pada apoteker tentang cara membuang obat yang benar.
Efek Samping Obat Ritonavir
Penggunaan obat ini dapat menimbulkan efek samping seperti obat lain pada umumnya. Meski begitu tidak semua efek samping ini dapat terjadi. Jika terjadi, kemungkinan memerlukan penanganan medis.
Berikut ini efek samping Ritonavir yang mungkin terjadi:
- Pingsan.
- Pusing atau pening.
- Perasaan hangat atau panas.
- Kemerahan pada kulit, terutama di wajah dan leher.
- Sakit kepala.
- Berkeringat.
- Kebingungan.
- Dehidrasi.
- Kulit kering atau gatal.
- Bau mulut seperti aroma buah.
- Peningkatan rasa lapar.
- Peningkatan rasa haus.
- Peningkatan buang air kecil.
- Mual.
- Muntah.
- Penurunan berat badan.
Interaksi Obat Ritonavir
Interaksi obat merupakan reaksi yang terjadi ketika dua jenis obat atau lebih digunakan dalam waktu bersamaan. Efek interaksi obat dapat menyebabkan efektivitas obat menurun dan meningkatkan potensi terjadinya efek samping.
Obat Ritonavir dapat berinteraksi jika digunakan bersama dengan obat-obatan berikut:
- Alfuzosin
- Amiodarone
- Apalutamide
- Bepridil
- Carbamazepine
- Cisapride
- Colchicine
- Dihydroergotamine
- Dronedarone
- Efavirenz
- Elbasvir
- Eletriptan
- Eliglustat
- Encainide
- Enzalutamide
- Eplerenone
- Etonogestrel
- Finerenone
- Flecainide
- Flibanserin
- Fluconazole
- Fosphenytoin
- Gepirone
- Grazoprevir
- Ivabradine
- Ivacaftor
- Levoketoconazole
- Levonorgestrel
Peringatan dan Perhatian Obat Ritonavir
Sebelum menggunakan obat ni untuk pengobatan HIV, ada sejumlah hal penting yang perlu Anda perhatikan. Hal penting yang dimaksud adalah sebagai berikut:
- Beri tahu dokter dan apoteker jika Anda alergi terhadap Ritonavir, obat lain, atau bahan apa pun dalam tablet, kapsul, atau larutan Ritonavir.
- Sebelum memulai, menghentikan, atau mengganti obat apa pun saat mengonsumsi Ritonavir, sebaiknya dapatkan saran dari dokter atau apoteker Anda.
- Beri tahu dokter jika Anda memiliki atau pernah memiliki interval QT yang memanjang (masalah jantung langka), diabetes, hemofilia, kolesterol tinggi atau trigliserida (lemak) dalam darah, atau penyakit jantung atau hati, termasuk hepatitis B atau C.
- Penggunaan Ritonavir dapat menurunkan efektivitas kontrasepsi hormonal (pil KB, patch, cincin, atau suntikan). Diskusikan dengan dokter tentang penggunaan bentuk kontrasepsi lain.
- Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui. Jika sedang hamil saat mengonsumsi Ritonavir, segera hubungi dokter.
- Jangan menyusui jika Anda terinfeksi HIV atau jika Anda mengonsumsi ritonavir.
Demikian ulasan lengkap mengenai Ritonavir, obat yang digunakan untuk mengobati HIV. Informasi kesehatan ini tidak menggantikan konsultasi langsung dengan apoteker atau dokter.
- Cleveland Clinic. Ritonavir. https://my.clevelandclinic.org/health/drugs/20332-ritonavir-capsules (Diakses pada 30 Januari 2025)
- Drugs. Ritonavir Tablets: Package Insert / Prescribing Info. https://www.drugs.com/pro/ritonavir-tablets.html#s-34070-3 (Diakses pada 30 Januari 2025)
- MIMS. Ritonavir. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ritonavir (Diakses pada 30 Januari 2025)
- Medline Plus. Ritonavir. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a696029.html (Diakses pada 30 Januari 2025)
- Mayo Clinic. Ritonavir (oral route). https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/ritonavir-oral-route/description/drg-20067063 (Diakses pada 30 Januari 2025)