Terbit: 21 July 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Cara menunda haid banyak dicari oleh wanita yang ingin menghindari pendarahan pada waktu yang tidak tepat atau mengurangi ketidaknyamanan saat momen penting. Simak penjelasan lengkap mengenai cara menunda menstruasi di bawah ini.

13 Cara Menunda Haid yang Aman dan Nyaman

Berbagai Cara Menunda Haid

Berikut ini adalah berbagai cara menunda haid secara medis yang penting untuk Anda ketahui, di antaranya:

1. Pil Kontrasepsi

Pil kontrasepsi atau populer dengan istilah pil KB pada beberapa orang dapat menunda haid. Cara menunda haid dengan pil KB memungkinkan seorang wanita untuk mengalami menstruasi 4 kali dalam setahun. Metode ini juga dapat mengurangi risiko hypertrophic endometrium, yaitu pembesaran yang terjadi pada rahim.

Sebelum menggunakan metode ini, sebaiknya Anda perlu konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Hal ini diperlukan untuk menilai apakah tindakan ini aman dilakukan.

2. Intrauterine Device (IUD)

IUD atau alat kontrasepsi dalam rahim mengandung obat, seperti Mirena, melepaskan progestin dari perangkat yang telah dimasukkan ke dalam rahim. IUD Mirena dapat tetap berada di dalam rahim hingga beberapa tahun.

Sekitar setengah dari orang yang menggunakan IUD Mirena tidak mendapatkan menstruasi lagi dalam waktu 6 bulan setelah menggunakannya.

Sementara itu, bagi Anda yang tidak dapat mentolerir hormon atau ingin menghindari progestin dapat memilih copper IUD. Namun, alat ini dapat menyebabkan pendarahan atau bercak di antara periode menstruasi  daripada IUD yang melepaskan hormon.

3. Suntikan Medroxyprogesterone

Seorang wanita yang memilih suntikan hormonal, termasuk Depo-Provera, akan menerima satu suntikan setiap 90 hari. Setelah satu tahun, sekitar 73% wanita akan berhenti haid.

4. Contraceptive Patch

Orang yang menggunakan contraceptive patch sebagai cara menunda haid akan menggunakan patch di kulit seminggu sekali selama 3 minggu. Pada minggu keempat, seorang wanita tidak akan haid. Jika Anda ingin menunda haid lebih lama, Anda bisa menempelkan patch baru di minggu keempat.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan patch jangka panjang hanya menyebabkan 12 % wanita berhenti menstruasi. Breakthrough bleeding (bercak atau berdarah di antara periode haid) sering terjadi pada wanita yang menggunakan patch terus-menerus.

5. Vaginal Ring

Vaginal ring atau cincin vagina biasanya ditempatkan di dalam vagina selama 3 minggu dan kemudian melepasnya selama 1 minggu. Cincin vagina bekerja mirip dengan contraceptive patch, karena sama-sama melepaskan hormon setiap hari.

6. Implan Etonogestrel

Implanon adalah implan pelepas progestin yang akan dimasukkan ke dalam tubuh. Implan dimasukkan melalui kulit lengan atas. Selain itu, implan juga dapat melepaskan hormon hingga 3 tahun, namun metode ini tidak efektif sebagai cara menunda haid dengan cepat.

7. Norethindrone

Norethindrone adalah bentuk progesteron yang efektif dalam menunda haid. Satu studi membandingkan efektivitas obat ini dengan kontrasepsi kombinasi oral lainnya dalam mencegah perdarahan.

Para peneliti menemukan bahwa norethindrone mungkin lebih efektif daripada kontrasepsi kombinasi oral dalam menunda haid ketika Anda berada di tengah siklus menstruasi. Cara ini hanya dapat wanita gunakan secara sementara.

Jika seseorang membutuhkan kontrasepsi hormonal lebih lanjut, dokter akan meresepkan kontrasepsi kombinasi oral sebagai gantinya.

Cara Menunda Haid Secara Alami, Efektifkah?

Salah satu informasi mengenai cara alami menunda haid yang populer adalah mengonsumsi cuka sari apel hingga berolahraga. Akan tetapi, apakah informasi tersebut didukung oleh bukti ilmiah? Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Cuka Sari Apel

Cuka sari apel telah disebut-sebut sebagai obat ajaib untuk jerawat, mulas, hingga mengurangi lemak di perut. Beberapa klaim ini ada yang didukung oleh penelitian dan ada juga yang tidak. Jadi, tidak heran banyak orang juga merekomendasikan untuk semua masalah menstruasi.

Faktanya, tidak ada penelitian yang mendukung penggunaan minuman fermentasi ini sebagai cara menunda haid secara alami. Satu-satunya penelitian yang melihat dampak cuka sari apel pada menstruasi adalah pada wanita dengan sindrom polikistik ovarium.

2. Kacang Lentil

Laporan anekdotal mengatakan mengonsumsi lentil pada hari-hari sebelum menstruasi dapat menunda pendarahan. Laporan ini menyarankan Anda menggoreng lentil sampai lunak, lalu menggilingnya menjadi bubuk halus. Namun, tidak ada penelitian ilmiah yang mendukung klaim ini

3. Jus Lemon

Jus lemon, seperti halnya cuka sari apel adalah makanan yang sangat asam. Tidak jelas mengapa laporan anekdot menunjukkan buah citrus dapat membantu mendorong kembali menstruasi. Seperti halnya kacang lentil dan cuka sari apel, tidak ada penelitian ilmiah yang mendukung jus lemon dapat menunda haid.

Terlebih lagi, makanan dengan banyak asam dapat mengiritasi gigi, gusi, mulut, tenggorokan, perut, dan usus. Jika Anda mencoba teknik ini, pastikan untuk mencampurkan perasan lemon dengan segelas air atau teh tanpa gula.

4. Gelatin

Melarutkan gelatin dalam air hangat dan meminumnya dikatakan dapat menunda awal menstruasi sekitar empat jam. Jika Anda ingin menunda lebih lama, cara ini harus dilakukan berulang kali.

Tidak jelas mengapa gelatin dipromosikan sebagai cara alami menunda haid. Hingga kini tidak ada penelitian ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Justru, konsumsi gelatin dalam jumlah besar dapat menimbulkan efek samping seperti kembung atau gangguan pencernaan.

5. Olahraga

Olahraga berlebihan dapat menunda periode menstruasi. Melakukan aktivitas fisik yang berat sebelum haid dapat menyebabkan haid tidak tepat waktu. Keadaan ini bisa jadi akibat dari ketersediaan energi yang rendah.

Saat tubuh telah menggunakan banyak energinya untuk berolahraga dan memulihkan diri, tubuh mungkin tidak memiliki cadangan energi untuk memenuhi siklus menstruasi. Seorang atlet profesional sering kali memiliki jadwal haid yang tidak teratur.

Namun, tidak ada penelitian yang mendukung olahraga sebagai cara menunda haid secara alami.

paket obat isolasi mandiri doktersehat

 

  1. Caporuscio, Jessica. 2020. Treatments and remedies to delay a period. https://www.medicalnewstoday.com/articles/how-to-delay-period. (Diakses pada 21 Juli 2021).
  2. Holland, Kimberly. 2019. Are Natural Remedies Effective for Delaying Your Period?. https://www.healthline.com/health/how-to-delay-period-naturally. (Diakses pada 21 Juli 2021).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi