Terbit: 23 Februari 2021 | Diperbarui: 29 September 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Sistem limfatik adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh yang memiliki banyak fungsi. Simak penjelasan lengkap mengenai perannya bagi tubuh dan berbagai gangguan yang bisa terjadi padanya.

Sistem Limfatik: Fungsi dan Gangguan yang Bisa Terjadi

Apa Itu Sistem Limfatik?

Sistem limfatik adalah jaringan, pembuluh, dan organ yang bekerja bersama untuk memindahkan getah bening kembali ke sistem peredaran darah. Sistem ini melibatkan jaringan pembuluh secara luas yang melewati hampir semua jaringan tubuh. Getah bening bersirkulasi ke seluruh tubuh dengan cara yang mirip dengan darah. Terdapat sekitar 600 kelenjar getah bening di dalam tubuh.

Anatomi Sistem Limfatik

Sistem ini terdiri dari beberapa bagian dari pembuluh getah bening, saluran, kelenjar getah bening, dan jaringan lain. Berikut penjelasan selengkapnya:

  • Getah Bening

Getah bening atau juga disebut cairan limfatik adalah kumpulan cairan ekstra yang mengalir dari sel dan jaringan (yang tidak diserap kembali ke dalam kapiler) ditambah beberapa zat lain. Zat lain termasuk protein, mineral, lemak, nutrisi, sel rusak, sel kanker dan penjajah asing (bakteri, virus, dll). Getah bening juga mengangkut sel darah putih yang melawan infeksi (limfosit).

  • Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening adalah kelenjar berbentuk kacang yang menyaring getah bening (yang terdiri dari cairan dan zat sisa dari jaringan tubuh) dari organ terdekat atau area tubuh lainnya. Bersamaan dengan pembuluh limpa, kelenjar getah bening membangun sistem getah bening.

  • Pembuluh Limfatik

Pembuluh limfatik adalah jaringan kapiler (pembuluh mikro) dan jaringan tabung besar yang terletak di seluruh tubuh yang mengangkut getah bening dari jaringan. Selain itu, pembuluh limfatik mengumpulkan dan menyaring getah bening (di kelenjar getah bening) karena terus bergerak menuju pembuluh yang lebih besar yang disebut collecting ducts atau saluran pengumpul.

Pembuluh limfatik bekerja di bawah tekanan yang sangat rendah, memiliki serangkaian katup di dalamnya untuk menjaga agar cairan tetap bergerak ke satu arah.

  • Collecting Ducts

Pembuluh limfatik mengosongkan getah bening ke saluran limfatik kanan dan saluran limfatik kiri (juga disebut thoracic duct/saluran toraks). Saluran ini terhubung ke vena subklavia, yang mengembalikan getah bening ke aliran darah.

Vena subklavia berada di bawah tulang selangka dan berfungsi mengembalikan getah bening ke aliran darah, membantu menjaga volume dan tekanan darah normal. Vena ini juga mencegah penumpukan cairan berlebih di sekitar jaringan.

Fungsi Sistem Limfatik

Sebenarnya sistem ini memiliki banyak fungsi. Beberapa fungsi utamanya meliputi:

  • Menjaga kadar cairan dalam tubuh. Sistem ini mengumpulkan kelebihan cairan yang mengalir dari sel dan jaringan ke seluruh tubuh dan mengembalikannya ke aliran darah, yang kemudian disirkulasi ulang ke seluruh tubuh.
  • Menyerap lemak dari saluran pencernaan. Getah bening termasuk cairan dari usus yang mengandung lemak dan protein kemudian membawanya kembali ke aliran darah.
  • Melindungi tubuh dari zat asing. Sistem limfatik adalah bagian dari sistem kekebalan, di mana hal ini menghasilkan dan melepaskan limfosit (sel darah putih) serta sel kekebalan lainnya yang kemudian menghancurkan bakteri, virus, parasit, dan jamur yang masuk ke dalam tubuh.
  • Mengangkut dan menghilangkan produk limbah dan sel abnormal dari getah bening.

Baca Juga: 8 Ciri Ciri Kanker Kelenjar Getah Bening Stadium 1

Berbagai Gangguan Sistem Limfatik

Terdapat banyak kondisi yang dapat memengaruhi pembuluh, kelenjar, dan organ yang membentuk sistem limfatik. Beberapa gangguan terjadi selama perkembangan di dalam rahim atau selama masa anak-anak, sedangkan yang lain berkembang sebagai akibat penyakit atau cedera.

Beberapa penyakit dan gangguan sistem limfatik yang umum dan kurang umum meliputi:

  • Kelenjar Getah Bening yang Membesar (Limfadenopati)

Kelenjar getah bening yang membesar disebabkan oleh infeksi, peradangan, atau kanker. Infeksi umum yang dapat menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening termasuk radang tenggorokan, mononukleosis, infeksi HIV, dan luka kulit yang terinfeksi.

  • Pembengkakan atau Penumpukan Cairan (Limfedema)

Keadaan ini dapat terjadi akibat penyumbatan pada sistem limfatik manusia yang disebabkan oleh jaringan parut dari pembuluh atau kelenjar getah bening yang rusak.

Limfedema juga sering terlihat ketika kelenjar getah bening diangkat pada orang yang telah menjalani operasi atau radiasi untuk mengangkat kanker. Penumpukan cairan limfatik paling sering terlihat di lengan dan kaki. Seseorang dengan kondisi ini berisiko mengalami infeksi kulit dalam yang serius dan berpotensi mengancam nyawa.

  • Kanker Sistem Limfatik

Limfoma adalah kanker kelenjar getah bening dan terjadi ketika limfosit tumbuh dan berkembang biak secara tidak terkendali. Terdapat beberapa jenis limfoma, termasuk limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Tumor kanker juga dapat menyumbat saluran limfatik atau berada di dekat kelenjar getah bening dan mengganggu aliran getah bening melalui kelenjar getah bening.

Gangguan lain yang bisa terjadi, antara lain:

  • Limfangitis, ini adalah peradangan pada pembuluh getah bening.
  • Limfangioma, ini adalah kondisi yang Anda alami sejak lahir. Keadaan ini terjadi akibat malformasi pada sistem limfatik.
  • Limfangiektasia usus, suatu kondisi di mana hilangnya jaringan getah bening di usus kecil menyebabkan hilangnya protein, gamma globulin, albumin, dan limfosit.
  • Limfositosis, suatu kondisi di mana jumlah limfosit dalam tubuh lebih tinggi dari biasanya.
  • Filariasis limfatik, infeksi yang disebabkan oleh parasit yang menyebabkan sistem ini tidak berfungsi dengan benar.
  • Penyakit Castleman, penyakit yang melibatkan pertumbuhan sel yang berlebihan dalam sistem limfatik tubuh.
  • Lymphangioleiomyomatosis, ini adalah penyakit paru-paru langka di mana sel-sel abnormal seperti otot mulai tumbuh di luar kendali di paru-paru, kelenjar getah bening, dan ginjal.
  • Sindrom limfoproliferatif autoimun, kelainan genetik langka di mana ada sejumlah besar limfosit di kelenjar getah bening, hati, dan limpa.
  • Limfadenitis mesenterika, peradangan pada kelenjar getah bening di perut.
  • Tonsilitis, peradangan dan infeksi amandel.

 

  1. Anonim. Lymphatic System. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/21199-lymphatic-system. (Diakses pada 23 Februari 2021).
  2. MacGill, Markus. 2018. What does the lymphatic system do?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/303087. (Diakses pada 23 Februari 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi