Terbit: 28 Februari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Kesehatan balita menjadi salah satu prioritas orang tua. Saat anak sakit, orang tua pasti was-was dan ingin segera sembuh. Banyak orang tua menganggap bahwa anak akan lebih cepat sembuh jika minum obat antibiotik. Benarkah demikian?

Penyakit yang Sering Dialami Anak Ini Tidak Butuh Antibiotik

Faktanya, antibiotik adalah obat yang berfungsi untuk melawan dan memperlambat pertumbuhan bakteri. Selain bakteri, antibiotik juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit karena jamur atau parasit. Sehingga tidak semua penyakit dapat diembuhkan oleh antibiotik, tergantung penyebabnya.

Saat Anda membawa anak ke dokter, pastikan untuk mendapat keterangan yang jelas mengenai penyakit dan jenis obat yang diberikan pada anak. Beberapa penyakit yang sering dialami oleh anak namun umumnya tidak perlu diberi antibiotik antara lain:

1. Batuk
Umumnya batuk pada anak-anak tidak perlu penanganan antibiotik. Kecuali ada keluhan dada sesak atau batuk akibat pneumonia. Pemberian antibiotik ini pun harus dengan konsultasi dokter, bukan ditangani sendiri. Tanda batuk yang perlu antibiotik antara lain jika dahaknya berawarna kuning kehijauan dan batuknya berlangsung berhari-hari.

2. Pilek
Pilek umumnya disebabkan oleh virus sehingga tidak perlu antibiotik untuk meredakannya. Jika penyebabnya adalah virus, Anda bisa mengatasinya dengan memberi makan dan cairan yang cukup, serta banyak istirahat. Jika dirasa perlu obat, Anda bisa memberikan obat pilek atau flu yang dijual bebas di apotek khusus untuk anak.

3. Sakit tenggorokan
Sakit pada tenggorokan sering kali menjadi gejala awal pilek. Biasanya kondisi ini disebabkan oleh virus sehingga tidak membutuhkan antibiotik. Namun jika sakit tenggorokan karena radang tenggorokan, hal ini perlu pemeriksaan lebih lanjut dan mungkin memerlukan antibiotik.

4. Radang telinga
Untuk beberapa kondisi radang telinga tengah ringan, biasanya akan berangsur membaik selama satu hingga dua hari. Jika masih berlanjut dan diiringi demam, maka Anda perlu memeriksakannya ke dokter untuk mendapatkan antibiotik.

5. Diare
Diare pada anak umumnya tidak perlu diberi obat antibiotik. Diare dapat diatasi dengan memberi asupan cairan yang banyak. Kecuali jika diare disertai lendir dan darah, hal ini bisa menandakan bahwa diare disebabkan oleh bakteri.

6. Sakit gigi
Sakit gigi memang umumnya disebabkan oleh bakteri. Namun tidak semua sakit gigi perlu obat antibiotik. Jika gigi mengalami radang atau inflamasi baru diberikan obat antibiotik. Hal ini ditandai dengan adanya pendarahan atau pembengkakan pada gigi dan gusi. Sedangkan jka sakit gigi biasa, maka diberikan obat analgesik biasa dan bisa dihilangkan dengan melakukan perawatan rutin dengan penambalan atau obat tetes di gigi.

Pemberian antibiotik sebenarnya tidak digunakan sebagai pengobatan dengan inisiatif pribadi karena bisa berbahaya bagi kesehatan di masa depan. Pemberiannya pun harus disesuaikan dengan jenis kuman penyebab infeksi dan dimulai dari jenis yang paling sederhana. Karena itu jangan biasakan menyembuhkan anak sakit dengan antiobiotik jika memang tidak dibutuhkan. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk setiap penggunaan antibiotik.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi