Terbit: 22 Februari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Merangkak adalah salah satu tahap perkembangan mobilitas pada bayi. Merangkak merupakan refleks alami yang membantu bayi mengontrol tubuhnya untuk berpindah tempat sebelum ia belajar jalan. Umumnya bayi merangkak pada usia 7 hingga 8 bulan, namun ada juga yang terampil merangkak ketika usia 11 bulan. Fase merangkak ini sangat penting bagi perkembangan bayi sehingga Anda perlu khawatir jika bayi Anda terlalu lama atau tidak mengalami tahapan ini.

Pentingnya Fase Merangkak Pada Bayi

Merangkak merupakan latihan untuk memperkuat otot yang akan digunakan saat berjalan nanti. Saat merangkak, anak akan latihan koordinasi tubuh yang dapat membantunya dalam beraktivitas lain seperti makan, berpakaian dan olahraga. Selain itu merangkak juga dapat membantu kemampuan anak untuk melihat objek dan mengingat letaknya serta perkembangan persepsi lebih cepat.

Gerakan merangkak diawali dengan menyeimbangkan gerak antara tangan dan lutut. Pada masa awal merangkak, bayi akan mencoba mengangkat kepala dan dada setelah tengkurap, kemudian menggerakkan perut dan tubuhnya menggunakan lengan bawah sebagai penyokong. Saat ototnya semakin kuat, bayi akan merangkak dengan mendorong lutut agar tubuhnya bergerak. Bayi akan mencoba bergerak maju dan mundur. Setelah cukup lancar melakukan gerakan tersebut, bayi akan merangkak maju dengan koordinasi tangan dan kaki yang lebih matang.

Para ahli berpendapat bahwa merangkak adalah fase penting dalam tahapan perkembangan bayi karena berkaitan dengan perkembangan otak. Namun beredar anggapan di masyarakat bahwa jika bayi dari duduk segera bisa berdiri tanpa melewati fase merangkak adalah bayi yang memiliki kemampuan tumbuh kembang yang pesat. Kenyataannya, kondisi ini adalah kondisi yang perlu dikhawatirkan.

Anak yang langsung bisa berdiri tanpa merayap atau merangkak justru membuat perkembangannya tidak lancar. Meskipun tidak ada kaitannya dengan perkembangan lain seperti berdiri atau berjalan, namun bayi yang tidak merangkak mungkin memiliki gangguan koordinasi, konsentrasi atau keseimbangan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak yang tidak merangkak atau hanya merangkak sebentar mendapat nilai lebih rendah dalam uji kemampuan anak usia balita.

Untuk merangsang anak agar merangkak, Anda bisa sering-sering melakukan tummy time atau membuat anak tengkurap, mengangkat tubuh, mengangkat kepala dan bergerak dengan perutnya. Anda juga bisa bermain dengan meletakkan mainan di hadapan bayi agar bayi dapat belajar meraihnya. Ajaklah anak bermain yang banyak membutuhkan mobilitas anak, seperti mengejar bola atau boneka. Orang tua juga bisa ikut merangkak untuk memberi contoh pada bayi agar bayi dapat melihat bagaimana gerakan merangkak yang baik.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi