Terbit: 30 Januari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Menurut Dr. Herbowo AF Soetomenggolo, SpA(K) sebanyak 40 persen keterlambatan tumbuh kembang anak baru diketahui saat mereka memasuki usia sekolah. Padahal, kalau keterlambatan itu diketahui lebih awal, perkembangan anak bisa berjalan lebih lancar baik. Untuk mengetahui seperti apa tanda keterlambatan tumbuh kembang pada anak, simak tanda-tandanya berikut ini.

Mom, Simak Tanda Bayi Alami Keterlambatan Tumbuh Kembang

Bayi berusia 6 bulan
Saat anak sudah berusia 6 bulan, organ tubuhnya seperti tulang pada tubuh telah berkembang dengan baik. Anak pada usia ini sudah seharinya bisa memegang atau mengambil benda dengan tangan. Saat tiduran, anak harus bisa berguling ke kiri dan ke kanan serta mengangkat pundak dan kepada saat tengkurap.

Pada usia ini anak juga mulai bisa berbicara meski tidak jelas. Mereka bisa menirukan kata-kata yang diucapkan orang tua dan merespons tindakan dengan senyum.

Bayi berusia 9 bulan
Anak yang telah berusia 9 bulan sudah seharusnya bisa membuat ekspresi wajah atau kontak mata. Saat orang tua bergerak, anak akan mengikutinya dengan menggerakkan kepala atau bola mata.

Selanjutnya, bayi bisa dikatakan berkembang dengan baik kalau mampu melambaikan tangan, duduk tanpa bantuan, merayap atau merangkak, bertumpu untuk mencoba berdiri, dan memindahkan benda. Kalau anak tidak bisa melakukan hal ini, tumbuh kembangnya sedang mengalami gangguan.

Bayi berusia 12 bulan
Memasuki usia 1 tahun atau 12 bulan setelah kelahiran, anak sudah seharunya bisa mengenal orang baru di sekitarnya, menirukan suara, mengucap beberapa kata, dan merespons orang yang dikenal dengan senyuman atau ucapan.

Selanjutnya, anak yang tumbuh dengan baik harus bisa merangkak dengan cepat, mengangkat badan untuk berdiri, aktif menggerakkan mainan dengan tangan, dan berdiri dengan pegangan sambil melangkah saat dipegangi.

Kalau anak belum bisa melakukan beberapa aktivitas di atas padahal usianya terus bertambah, orang tua harus segera memeriksakannya. Bisa jadi anak mengalami sakit atau nutrisi yang diberikan kurang seimbang.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi