Terbit: 28 Januari 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Meskipun mirip, ada perbedaan PCO dan PCOS yang perlu dikenali agar para wanita tidak lagi keliru. Lantas apa perbedaan dari kedua kondisi ini? Yuk, ketahui penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Mengenal 8 Perbedaan PCO dan PCOS, Wanita Harus Tahu!

Apa Itu PCO dan PCOS?

Sebelum mengenali perbedaan PCO dan PCOS yang terjadi pada wanita, ketahui terlebih dahulu definisinya berikut ini:

  • PCO

Polycystic ovaries (PCO) atau juga disebut kista ovarium (ovarian cysts), adalah suatu kondisi di mana ada banyak sel telur yang menempel di dinding ovarium (indung telur). PCO sangat umum dan terjadi pada 20-25% dari semua wanita usia subur.

Banyak wanita memiliki kista ovarium pada suatu waktu. Dalam kebanyakan kasus, kista tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak berbahaya. Biasanya akan menghilang tanpa pengobatan dalam beberapa bulan.

  • PCOS

Polycystic ovary syndrome (PCOS) adalah gangguan hormon yang biasa terjadi pada wanita usia subur. Wanita dengan PCOS mungkin mengalami menstruasi yang jarang atau berkepanjangan atau kelebihan kadar hormon pria (androgen).

Kelebihan hormon androgen dapat menyebabkan ovarium menghasilkan banyak kantung kecil berisi cairan (folikel). Inilah yang mengakibatkan sel telur tidak berkembang dengan sempurna dan gagal melepaskannya secara teratur, yang berarti ovulasi tidak terjadi.

Baca Juga: PCOS: Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Pengobatan

Apa Perbedaan PCO dan PCOS?

Meskipun ada beberapa kesamaan dalam nama, risiko dan perawatan medis sangat berbeda untuk kondisi ini. PCO adalah varian normal dari ovarium wanita, sedangkan PCOS adalah kondisi yang didiagnosis dengan dampak jangka pendek dan jangka panjang.

Berikut ini diuraikan perbedaan PCO dan PCOS:

1. PCO lebih umum daripada PCOS

PCO lebih sering terjadi pada sepertiga wanita usia subur yang memiliki ovarium polikistik setelah melakukan ultrasonografi (USG) dan tidak ada gejala lain.

Sementara PCOS, di sisi lain, memengaruhi 12-18% wanita usia subur, dengan 70% dari kasus ini tetap tidak terdiagnosis di sebagian besar masyarakat.

2. PCOS memiliki efek jangka pendek dan jangka panjang, PCO tidak

Wanita yang memiliki PCOS harus waspada terhadap risiko masalah kesehatan terkait yang mungkin terjadi, termasuk:

  • Diabetes
  • Komplikasi kehamilan (yaitu diabetes gestasional).
  • Penyakit kardiovaskular
  • Obesitas
  • Kanker endometrium.

Sedangkan wanita yang memiliki PCO tidak memiliki risiko masalah kesehatan yang sama.

3. PCO bukan penyakit, PCOS kondisi metabolisme

PCO adalah varian dari ovarium normal, sedangkan PCOS adalah gangguan metabolisme yang terkait dengan tingkat hormon tidak seimbang yang dikeluarkan oleh ovarium wanita.

4. PCOS memiliki gejala, PCO tidak

Meskipun masing-masing PCO dan PCOS memiliki komponen genetik, PCOS biasanya mulai menunjukkan gejala saat mengalami menstruasi pertama kalinya ketika masa pubertas. Gejala PCOS, termasuk jerawat, pertumbuhan rambut berlebih, pada usia remaja, karena gangguan metabolisme yang terkait.

PCO juga dapat muncul pada usia remaja, tetapi biasanya tidak menunjukkan gejala. PCO ditemukan secara kebetulan selama pemeriksaan kesehatan lain ketika wanita memiliki usia lebih tua.

5. Penyebab PCO dan PCOS

Sebagian besar penyebab PCO karena kista fungsional di mana folikel berisi sel telur tidak pecah, yang membentuk benjolan kecil di permukaan ovarium yang kemudian membentuk kista.

Sedangkan penyebab PCOS karena gangguan metabolisme. Kondisi ini menyebabkan tubuh memproduksi hormon androgen atau hormon lelaki lebih banyak. PCOS juga dapat disebabkan oleh faktor lainnya, seperti keturunan, peradangan, dan resistensi insulin.

6. Wanita dengan PCO masih bisa hamil, PCOS sulit

Perbedaan PCO dan PCOS bisa dilihat dari kesuburan. Wanita yang memiliki PCO masih bisa hamil. Namun, terkadang kemunculan beberapa folikel pada ovarium dapat mengganggu keteraturan siklus menstruasi atau ovulasi. Akibatnya, mungkin lebih sulit – tetapi bukan tidak mungkin – untuk hamil.

Sedangkan wanita dengan PCOS, karena komponen hormonal PCOS, kehamilan mungkin jauh lebih sulit, tetapi namun masih mungkin dengan perawatan kesuburan.

Hamil dengan PCOS bukanlah pertanyaan tentang apakah perawatan kesuburan akan berhasil, dan lebih merupakan pertanyaan tentang perawatan kesuburan mana yang akan berhasil.

Baca Juga: Memahami Kondisi PCOS yang Menjadi Pemicu Infertilitas Wanita

7. Melacak ovulasi dengan PCO dan PCOS

Salah satu alasan mengapa kehamilan pada wanita dengan PCOS lebih sulit adalah karena ovulasi yang tidak teratur. Apabila lebih sulit untuk memprediksi kapan akan berovulasi, bisa lebih sulit untuk memprediksi kapan harus berhubungan seks agar bisa hamil.

Sedangkan wanita yang memiliki  PCO terkadang juga memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur, yang dapat membuat lebih sulit untuk hamil. Namun, hal ini kurang umum pada wanita dengan PCO dibandingkan pada wanita dengan PCOS.

8. Perawatan PCO vs PCOS

Karena PCO adalah varian umum dari ovarium normal, biasanya tidak memerlukan perawatan apa pun. Namun, jika mengalami gejala PCOS lainnya, dokter mungkin dapat merekomendasikan salah satu dari pilihan perawatan berikut:

  • Kontrol kelahiran hormonal. Ini adalah langkah pengobatan pertama untuk PCOS. Pil KB dapat membantu mengatasi PCOS dengan menurunkan kadar androgen, mengatur menstruasi, dan mengurangi jerawat.
  • Clomid. Merupakan obat oral yang diresepkan untuk membantu wanita dengan PCOS berovulasi secara teratur. Clomid membantu membuat menstruasi lebih bisa diprediksi dan meningkatkan kesuburan dengan PCOS.
  • Obat-obatan lain. Meskipun beberapa obat tidak disetujui FDA  atau Badan Pengawas Obat dan Makanan AS untuk mengobati PCOS, tetapi sering digunakan di luar label untuk mengobatinya. Obat ini termasuk spironolactone (obat anti-jerawat) dan metformin (obat untuk meningkatkan resistensi insulin).
  • Penurunan berat badan. Sebagian besar wanita dengan PCOS kelebihan berat badan tau memiliki resistensi insulin, yang berisiko tinggi diabetes tipe II. Kehilangan berat badan dalam jumlah yang aman di bawah pengawasan dokter dapat mengurangi risiko tersebut.

Itulah perbedaan PCO dan PCOS yang wajib wanita ketahui, terutama bagi Anda yang sedang menjalani program hamil. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Anonim. Tanpa Tahun. Polycystic Ovaries or PCOS – What’s the Difference?. https://www.dralexpolyakov.com.au/blog/polycystic-ovaries-or-pcos-whats-the-difference/#:~:text=PCO%20is%20not%20a%20disease,released%20by%20the%20woman’s%20ovaries (Diakses pada 28 Januari 2022)
  2. Anonim. Tanpa Tahun. PCO – Polycystic ovarian syndrome. https://www.copenhagenfertilitycenter.com/uk/barnloeshed/pco.htm (Diakses pada 28 Januari 2022)
  3. Fritz, Haley. Tanpa Tahun. PCO vs. PCOS: Understanding the Difference and What Each Means for Your Pregnancy. https://www.miracare.com/blog/pco-vs-pcos/ (Diakses pada 28 Januari 2022)
  4. Mayo Clinic Staff. 2020. Ovarian cysts. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ovarian-cysts/symptoms-causes/syc-20353405 (Diakses pada 28 Januari 2022)
  5. Mayo Clinic Staff. 2020. Polycystic ovary syndrome (PCOS). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pcos/symptoms-causes/syc-20353439 (Diakses pada 28 Januari 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi