Terbit: 7 Maret 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com-Belakangan ini, istilah Orthorexia sangat ramai dibincangkan oleh warganet dari seluruh belahan dunia, khususnya Indonesia. Demam Orthorexia juga telah menempel pada sebagian besar generasi milenial saat ini. Tahukah Anda apa itu Orthorexia? Seberapa berbahayanya sampai-sampai menjadi viral dan hangat diperbincangkan?

Mengenal Orthorexia, Gangguan Makan yang Banyak Dialami Generasi Milenial

Orthorexia, Terobsesi Makanan Sehat

Jadi, Orthorexia adalah sebuah gangguan pola makan yang disebabkan  obsesi terlalu tinggi pada makanan-makanan sehat. Istilah Orthorexia sendiri sebenarnya sudah dikenal sejak era 90-an, hanya saja belakangan ini menjadi sangat populer dan ramai dibincangkan.

Orthorexia Lebih Memilih Sayur dan Buah 

Pengidap Orthorexia memiliki aturan sendiri dalam pola makannya, yaitu harus yang sehat menurut anggapannya seperti sayur-mayur dan buah-buahan. Menurut The National Eating Dissorder Association, kondisi ini cukup mengkhawatirkan karena serupa dengan anoreksia nervosa dan bulimia.

Orthorexia Menolak Jenis Makanan Ini

Pengidap Orthorexia  juga sangat anti dengan beberapa makan yang dianggap kurang sehat, seperti makanan yang mengandung senyawa kimia, mengandung lemak, gula, serta garam. Parahnya lagi, pada tingkat yang ekstrem, pengidap Orthorexia menolak untuk konsumsi makanan hewani karena dianggap tidak baik bagi kesehatan.

Awas Malnutrisi, Risiko Orthorexia

Mungkin secara teori, Orthorexia terlihat menyehatkan, tapi dengan membatasi diri untuk tidak mengonsumsi makanan lainnya akan sangat tidak baik bagi tubuh dan menyebabkan gizi tidak seimbang.

Jika dibiarkan lebih lanjut, penganut Orthorexia bisa mendapatkan masalah serius pada kesehatannya. Seperti diketahui, malnutrisi adalah salah satu pemicu datangnya penyakit serius yang perlu diperhatikan. Dengan asupan gizi dan nutrisi yang tidak seimbang, manusia berpotensi rawan sakit karena kekurangan zat besi, kalsium, maupun energi kronik.

Orthorexia Sebabkan Penyakit Mental

Selain merugikan fisik, Orthorexia juga bisa merugikan secara mental sebab pengidap gangguan ini selalu merasa khawatir dengan apa yang akan di makan nanti, esok, dan seterusnya. Terlebih jika tanpa sengaja memakan makanan yang dianggap tidak sehat, maka merek akan mengalami kecemasan yang luar biasa.

Maka alangkah baiknya obsesi terhadap makanan sehat sewajarnya saja, tidak begitu ekstrem. Bagaimanapun juga, tubuh adalah kumpulan organ-organ yang perlu diberi berbagai macam asupan untuk keseimbangan.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi