Terbit: 13 Agustus 2021 | Diperbarui: 19 Oktober 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Latrophobia adalah ketakutan irasional terhadap dokter. Fobia semacam ini bisa membuat penderitanya enggan untuk ke rumah sakit dan mengunjungi dokter. Ketahui penyebab hingga cara mengatasi latrophobia selengkapnya di bawah ini.

Latrophobia, Ketakutan Berlebih pada Dokter & Tenaga Kesehatan

Apa Itu Latrophobia?

Latrophobia adalah rasa takut berlebihan akan semua jenis tenaga profesional kesehatan (dokter gigi, perawat, dll) atau pusat perawatan kesehatan itu sendiri. Fobia ini adalah kondisi yang masuk dalam kategori gangguan kecemasan.

Siapa pun yang memiliki kemampuan untuk membuat diagnosis, memberikan obat, memberikan suntikan, melakukan segala jenis perawatan atau intervensi medis, dapat membuat seseorang yang memiliki fobia ini merasa cemas. Bahkan, gangguan kecemasan ini dapat dipicu hanya dengan mencium bau khas dari pusat kesehatan, apotek, atau rumah sakit.

Meskipun penderita fobia ini sadar bahwa tenaga medis profesional bertujuan untuk membantu menyembuhkan suatu keadaan, orang dengan latrophobia akan mencoba dengan segala cara untuk tidak pergi ke dokter atau pergi ke tempat yang berhubungan dengan kesehatan.

Sering kali seseorang dengan fobia ini juga memiliki ketakutan yang sama seperti nosocomephobia (takut rumah sakit), trypanophobia (takut jarum), agliophobia (takut sakit), hemophobia (takut darah), carcinophobia (takut kanker), mysophobia (takut kuman), dan thanatophobia (takut mati).

Meski fobia ini memiliki ketakutan yang hampir sama dengan fobia jenis lain, perbedaan utama yang ditemukan pada latrophobia adalah ketakutan utama pada sosok tenaga medis profesional.

Membedakan Ketakutan Umum dengan Ketakutan Latrophobia

Terdapat sejumlah karakteristik khusus yang  membedakan ketakutan yang umum dari ketakutan khas fobia ini. Hal pertama yang dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasi adalah ketakutan ini dialami dengan cara yang benar-benar tidak proporsional dibandingkan dengan ancaman nyata yang ada.

Meskipun benar bahwa terkadang kunjungan ke dokter mungkin melibatkan tindakan yang menyakitkan, tingkat ketakutan yang dialami penderita fobia ini sangat berlebihan.

Karakteristik kedua dari latrophobia adalah ketakutan dialami dengan cara yang sama sekali tidak rasional. Artinya, penderita hampir tidak mampu memberikan alasan atau dasar logis apa pun atas ketakutan yang dialaminya. Bahkan sampai pada titik bahwa hal tersebut tidak masuk akal sama sekali, namun tidak dapat dihindari.

Pada akhirnya, gangguan kecemasan ini membuat seseorang tidak dapat mengendalikan rasa takut yang dialami atau menghadapi objek yang menjadi penyebab fobia ini. Seseorang dengan kondisi ini tidak dapat menghindari sensasi dan perasaan cemas, serta munculnya gangguan pikiran yang meningkatkan respons kecemasan.

Gejala Latrophobia

Seseorang dengan fobia ini akan menghindari pergi ke dokter atau rumah sakit dengan segala cara, bahkan jika itu berarti mempertaruhkan kesehatannya, dan dalam kasus yang lebih serius yaitu nyawanya sendiri.

Jika penderita sedang kesakitan, perasaan takutnya lebih mendominasi sehingga ia lebih memilih untuk menderita. Ketakutan ini bisa terjadi meski hanya untuk pemeriksaan rutin yang tidak invasif atau menyakitkan sama sekali.

Beberapa gejala yang umum terjadi, antara lain:

  • Detak jantung cepat.
  • Pusing.
  • Perasaan panas atau dingin.
  • Histeria.
  • Dada terasa sakit.
  • Perasaan tersedak.
  • Pingsan.
  • Gemetar atau berkeringat.
  • Obsessive cleaning.
  • Mual atau gangguan pencernaan lainnya.

Terisolasi secara sosial mungkin merupakan tanda lain dari fobia ini, karena rasa takut pergi keluar dan rasa sakit dapat menyebabkan seseorang mengembangkan agoraphobia, rasa takut akan ruang terbuka dan meninggalkan rumah.

Baca Juga: Anthropophobia (Fobia Orang): Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi, dll

Penyebab Latrophobia

Meskipun sangat rumit untuk menentukan asal spesifik fobia ini, ada hipotesis bahwa kecenderungan genetik ditambah dengan pengalaman traumatis, dapat menjadi dasar untuk pengembangan latrophobia dan fobia lainnya.

Faktor lain yang harus diperhitungkan adalah kepribadian, cognitive style, atau vicarious learning, karena faktor-faktor ini dapat mendukung munculnya dan berkembangnya jenis ketakutan irasional ini.

Pada beberapa kasus, fobia ini berkembang di masa anak-anak. Pengalaman traumatis seperti patah anggota badan, mengalami kecelakaan, atau suntikan vaksin, bisa menciptakan fobia dalam pikiran. Takut akan rasa sakit bisa membuat seseorang sangat tidak percaya dan takut pada dokter.

Sementara itu, jika orang tua memiliki fobia ini dan menunjukkan ketakutannya di depan anak, fobia ini juga bisa dialami oleh anak. Ketakutan akan kematian juga bisa memainkan peran besar.

Dokter adalah sosok yang ‘menyampaikan kabar buruk’ sehingga sesuatu yang berhubungan dengan kematian dan penderitaan dapat dengan mudah dikaitkan dengannya. Seseorang mungkin harus menyaksikan anggota keluarga atau kerabat dekat meninggal dan berada di sana ketika dokter memberi kabar bahwa tidak ada harapan.

Selain itu, media sosial juga berperan dalam mengembangkan fobia ini, misalnya dengan kisah-kisahnya tentang operasi yang gagal, malapraktik medis, dan kesalahan diagnosis yang menyebabkan kematian.

Baca Juga: Scopophobia (Fobia Ditatap): Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi, dll

Perawatan Latrophobia

Dikarenakan fobia ini dapat menimbulkan komplikasi kesehatan, penderita disarankan agar menemui profesional kesehatan mental. Terdapat berbagai intervensi psikologis yang dapat membantu mengurangi intensitas gejala sampai hilang.

Perawatan yang menggunakan cognitive restructuring techniques membantu menghilangkan pikiran dan keyakinan irasional, yang sering menjadi dasar gangguan ini. Pengobatan yang dikenal sebagai ‘systematic desensitization’, membuat penderita fobia ini secara mental dan bertahap dihadapkan pada pikiran atau situasi yang menyebabkan ketakutan, namun disertai teknik relaksasi.

Cara ini sangat efektif untuk mengatasi ketakutan yang terkait dengan fobia dan membantu menciptakan kehidupan yang normal.

Pentingnya Mendapatkan Perawatan

Fobia ini adalah salah satu fobia yang paling mengancam jiwa karena dapat membahayakan kesehatan seseorang dan sangat memengaruhi kualitas hidup.

Jika seseorang memiliki masalah kesehatan mendasar yang menjadi semakin buruk dari waktu ke waktu karena tidak pernah berobat, fobia ini akan membuat penderita mengalami masalah kesehatan yang serius. Keadaan ini dapat membatasi semua aktivitas seseorang hingga menyebabkan isolasi sosial. Dalam skenario kasus yang lebih buruk, keadaan ini bisa menyebabkan kematian.

Seseorang yang terlalu takut untuk pergi ke dokter mungkin juga memiliki masalah kesehatan yang tidak jelas, seperti beberapa bentuk kanker. Keadaan ini bisa berkembang di luar tahap pengobatan jika tidak diatasi cukup dini.

Seseorang bisa meninggal dengan banyak penyesalan, meninggalkan tanggungan yang rentan, dan anggota keputusasaan anggota keluarga lain menghadapi fobia ini. Jadi, latrophobia adalah kondisi serius yang harus mendapatkan perawatan dengan tepat.

 

  1. Anonim. THE FEAR OF DOCTORS: ?LATROPHOBIA. https://www.phobiaguru.com/fear-of-doctors-latrophobia.html. (Diakses pada 13 Agustus 2021).
  2. Anonim. Latrophobia (doctor phobia)-symptoms, causes, and treatment. https://virtualpsychcentre.com/latrophobia-doctor-phobia-symptoms-causes-and-treatment/. (Diakses pada 13 Agustus 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi