Terbit: 12 Agustus 2021 | Diperbarui: 20 Juni 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Suntik botox adalah salah satu perawatan wajah yang umumnya untuk mengencangkan dan menghilangkan kerutan di kulit. Namun, botox juga memiliki manfaat untuk masalah kesehatan tertentu seperti strabismus hingga inkontinensia urine. Selengkapnya simak berbagai manfaat botox, prosedur, hingga efek sampingnya!

Suntik Botox: Manfaat, Prosedur, Biaya, Efek Samping, dll

Apa Itu Suntik Botox?

Suntik botox adalah obat yang dibuat dari Clostridium botulinum, bakteri penyebab botulisme. Obat ini dapat mengencangkan dan menghilangkan kerutan di kulit wajah. Sebagai pengobatan medis, botox juga dapat membantu mengobati beberapa masalah kesehatan seperti kejang leher, kandung kemih terlalu aktif, dan mata malas.

Botox atau toksin botulinum bekerja dengan cara menghambat sinyal dari saraf ke otot. Obat yang disuntikan ke otot dapat berkontraksi, yang membuat kerutan rileks dan melembutkan kulit. Botox bisanya untuk mengatasi garis halus di dahi, garis di sekitar mata, dan garis kerutan. Namun, ini tidak bisa membantu mengatasi kerutan akibat paparan sinar matahari atau gravitasi.

Manfaat Botox untuk Kecantikan dan Medis

Biasanya orang mengenal bahwa botox bermanfaat untuk mengencangkan dan menghilangkan kerutan atau keriput di kulit. Namun, botox juga memiliki manfaat untuk mengobati masalah kesehatan tertentu.

Berikut ini manfaat suntik botox untuk kecantikan dan medis:

1. Perawatan untuk Kecantikan

Penggunaan utama botox adalah membantu mengurangi munculnya kerutan wajah di wajah yang bertujuan agar kulit tampak muda. Botox adalah prosedur kosmetik paling populer di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, misalnya di tahun 2016 sudah mencapai 7 juta lebih orang menjalani perawatan botox.

Efek perawatan ini bersifat sementara karena hanya mampu bertahan 3-12 bulan, tetapi tergantung pada jenis pengobatannya.

Kebanyakan orang meminta suntik botox di area wajah berikut:

  • Kerutan di antara alis, atau dengan lain frown lines (kerutan di ujung mata).
  • Kerutan di sekitar mata atau nama lainnya crow’s feet, merupakan kerutan di sisi luar lipatan mata dengan guratan menyerupai cakar burung gagak.
  • Lipatan horizontal di dahi.
  • Garis halus di sudut mulut.
  • Cobblestone, tonjolan atau seperti kulit jeruk di dagu.

Namun, penggunaan botox hanya untuk di sekitar mata dan dahi. Menurut penelitian, belum menunjukkan apakah botox dapat memperbaiki lingkaran hitam di bawah mata. Untuk itu, konsultasikan dengan dokter kulit jika berminat untuk perawatan ini.

2. Perawatan Medis

Dokter atau dokter kulit juga menggunakan suntik botox untuk mengobati berbagai kondisi medis, yang sebagian besar memengaruhi sistem neuromuskular. Namun, perawatan ini untuk usia di atas 18 tahun.

Berikut ini manfaat botox untuk sejumlah kondisi medis:

  • Kelenturan untuk anggota gerak tubuh bagian atas, pada orang berusia di atas 2 tahun.
  • Mata juling (strabismus) untuk usia di atas 12 tahun.
  • Mata malas (amblyopia), merupakan kondisi yang memicu penurunan daya lihat di satu mata.
  • Kejang atau kontraksi di kelopak mata (blepharospasm) karena distonia.
  • Keringat di ketiak yang berlebih (hiperhidrosis)
  • Mencegah migrain kronis pada orang yang migrain setidaknya 4 jam dalam 15 hari atau lebih per bulan.
  • Inkontinensia urine akibat kandung kemih yang terlalu aktif, terutama untuk orang dewasa.
  • Gangguan gerakan neurologis (distonia serviks) yang memengaruhi kepala dan mengakibatkan nyeri leher.

Prosedur Botoks

Suntik botox adalah perawatan yang membutuhkan waktu beberapa menit dan tidak memerlukan anestesi. Dokter akan menggunakan jarum kecil untuk menyuntikkan botox ke otot tertentu yang dapat menyebabkan sedikit ketidaknyamanan.

Sebelum menjalani prosedur botox, dianjurkan untuk menghindari minuman beralkohol setidaknya 1 minggu sebelum prosedur. Pasien juga harus berhenti minum aspirin dan obat antiinflamasi 2 minggu sebelum perawatan guna mencegah memar. Setelah mendapatkan perawatan botox, biasanya membutuhkan waktu 7-14 hari untuk mendapatkan efek secara penuh.

Jangan menggosok bekas tempat suntikan selama 24 jam agar tidak menyebarkan botox ke area lain. Dokter mungkin juga meminta pasien untuk tetap tegak selama 4 jam setelah suntikan dan tidak berolahraga untuk sementara.

Memilih Dokter dengan Hati-Hati

Perawatan botox harus di bawah perawatan dokter. Sangat penting pula bahwa suntikan ditempatkan tepat untuk menghindari bahaya efek samping.

Perawatan botox bisa berbahaya jika prosedurnya tidak benar. Oleh karenanya, minta rujukan dari dokter atau mencari dokter yang berspesialisasi dalam kondisi Anda dan berpengalaman dalam memberikan perawatan botox.

Dokter yang terampil dan bersertifikat dapat memberi tahu pasien tentang prosedur. Juga akan membantu menentukan perawatan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kesehatan pasien.

Biaya, Waktu, dan Efektivitas Botox

Biaya suntik botox tergantung pada berbagai faktor, termasuk:

  • Tujuan medis atau kosmetik.
  • Jumlah unit botox.
  • Dokter memberikan perawatan.
  • Tempat perawatan.

Untuk tujuan kosmetik, berikut ini harga dan waktu yang dibutuhkan untuk botox:

  • Harga suntik botox untuk garis kerutan di kisaran Rp1.250.000 per 10 unit.
  • Prosedur perawatan berlangsung 30 menit.
  • Peningkatan perbaikan dalam 1-5 hari.
  • Perawatan ulang setiap 4-6 bulan.

Peringatan Suntik Botox

Sebelum mendapatkan botox, berikut ini beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan:

  • Jangan menggunakan botox jika memiliki infeksi di area di mana obat akan disuntikkan,
  • sensitivitas, atau alergi terhadapnya.
  • Botox tidak boleh untuk mengobati kandung kemih yang terlalu aktif atau inkontinensia jika pasien memiliki infeksi kandung kemih saat ini, atau jika tidak dapat buang air kecil (kecuali jika rutin menggunakan kateter).
  • Toksin botulinum dalam botox dapat menyebar ke area tubuh lain di luar tempat suntikan. Hal ini menyebabkan efek samping yang serius dan mengancam jiwa.
  • Segera hubungi dokter jika mengalami gejala, termasuk¬† suara serak, kelopak mata terkulai, masalah penglihatan, iritasi mata yang parah, kelemahan otot yang parah, inkontinensia urine, atau kesulitan bernapas, berbicara, dan menelan.

Risiko dan Efek Samping Suntik Botox

Kebanyakan pasien merespons botox dengan baik, dan efek sampingnya jarang terjadi. Namun, ini tergantung pada tujuan dan respons pasien tersebut, toksin botulinum dapat menyebabkan beberapa efek samping, termasuk:

  • Mata kering atau keluar air mata berlebihan.
  • Sakit perut
  • Mati rasa
  • Nyeri ringan, bengkak, atau memar di sekitar tempat suntikan.
  • Sakit kepala
  • Kelopak mata turun sementara atau alis tampak miring.
  • Kelemahan atau kelumpuhan sementara pada otot-otot sekitar suntukan.
  • Masalah berkemih setelah perawatan inkontinensia urine.
  • Memburuknya gangguan neuromuskular.
  • Disorientasi spasial atau penglihatan ganda setelah perawatan strabismus.
  • Ulkus kornea setelah pengobatan blefaritis.
  • Penyakit kardiovaskular, termasuk aritmia dan infark miokard.

Tergantung jenis perawatannya, mungkin efek botox juga dapat menyebabkan gejala seperti kesulitan bernapas. Ini lebih mungkin terjadi pada beberapa orang daripada yang lainnya, dan faktor genetik mungkin menjadi penyebabnya.

Selain itu, sebagian orang yang menerima suntikan toksin botulinum tipe A mengembangkan antibodi terhadap toksin yang membuat perawatan selanjutnya tidak efektif.

 

  1. Anonim. 2020. Botox. https://www.webmd.com/beauty/cosmetic-procedures-botox#1 (Diakses pada 12 Agustus)
  2. Botox. 2021. Botox. https://www.drugs.com/botox.html#warnings. (Diakses pada 12 Agustus)
  3. Mayo Clinic Staff. 2021. Botox injections. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/botox/about/pac-20384658 (Diakses pada 12 Agustus)
  4. Nichols, Hannah. 2020. Botox: Cosmetic and medical uses. https://www.medicalnewstoday.com/articles/158647


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi