Terbit: 4 November 2021
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Perawatan kulit secara alami lebih banyak disukai karena dianggap tidak mengandung efek samping berbahaya seperti bahan kimia. Salah satunya adalah menghilangkan jerawat dengan kentang. Ketahui efektivitas kentang dalam menghilangkan jerawat dan apa efek samping masker kentang untuk kulit wajah.

Efek Samping Masker Kentang untuk Jerawat di Kulit Wajah

Apakah Kentang Efektif untuk Mengatasi Jerawat?

Sebagai makanan, kentang memiliki kandungan gizi tinggi karena sering dijadikan sebagai pengganti karbohidrat. Di dalam kentang terdapat nutrisi seperti potassium, vitamin C, vitamin B6, dan zat besi.

Meskipun sangat bergizi untuk tubuh, belum ada penelitian klinis yang membuktikan bahwa kentang juga baik untuk merawat kulit. Dilansir dari Healthline, sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2013 menemukan bahwa mungkin ada kandungan anti inflamasi pada ekstrak kulit kentang.

Namun demikian, subjek yang digunakan pada penelitian tersebut adalah tikus, sementara belum ada penelitian yang menggunakan manusia sebagai subjek untuk memastikan efektivitas kentang dalam merawat kulit.

Oleh karena itu, meskipun banyak orang merekomendasikan masker kentang sebagai cara ampuh untuk menghilangkan jerawat, sebaiknya Anda tetap berhati-hati, apalagi jika Anda tidak tahu memiliki alergi pada kentang atau tidak.

Baca Juga: 9 Manfaat Tamanu Oil untuk Wajah, Antijerawat hingga Antipenuaan

Efek Samping Masker Kentang di Kulit Wajah

Penelitian ilmiah tentang manfaat kentang untuk kulit wajah dan mengatasi jerawat belum banyak dilakukan. Meskipun demikian, sudah banyak riset yang menunjukkan bahwa kentang berpotensi menyebabkan alergi akibat senyawa bernama patatin yang ada di dalamnya.

Penelitian lain yang dilakukan sekelompok ilmuwan membuktikan bahwa sensitivitas terhadap kentang juga dihubungkan dengan alergi lateks pada orang dewasa. Makanan lain yang bisa memicu alergi lateks adalah wortel, tomat, apel, dan pisang. Anda yang memiliki alergi lateks tidak disarankan untuk menggunakan kentang mentah sebagai masker.

Reaksi alergi yang bisa muncul sebagai efek samping masker kentang untuk jerawat adalah:

  • Kulit merah dan gatal.
  • Alergi kulit.
  • Jerawat semakin parah.
  • Pembengkangan.
  • Hidung gatal dan meler.
  • Mengi dan kesulitan bernafas lainnya.
  • Anafilaksis, kondisi alergi yang mengancam jiwa yang membutuhkan perawatan medis darurat.

Jika Anda tidak tahu memiliki alergi kentang dan alergi lateks atau tidak, Anda bisa melakukan patch test dengan cara menggosokkan kentang mentang atau air perasan kentang pada kulit. Gosokkan kentang pada kulit siku bagian dalam, tunggu ada atau tidaknya reaksi selama 24 sampai 48 jam ke depan.

Bahan Alami Lain yang Disarankan untuk Mengatasi Jerawat

Munculnya berbagai masalah kulit memang sangat mengganggu, terutama jerawat. Namun jangan mengambil risiko dengan menggunakan bahan-bahan yang belum terbukti khasiatnya, termasuk kentang. Berikut ini bahan-bahan alami yang bisa digunakan untuk mencerahkan kulit dan menghilangkan jerawat di rumah:

Banyak orang menyarankan perawatan kulit dengan bahan alami di media sosial. Tren tersebut akan terus silih berganti, salah satunya adalah menggunakan kentang mentah sebagai masker.

Meskipun kentang terbukti baik untuk kesehatan tubuh, namun belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa menggunakan masker kentang dapat mengurangi hiperpigmentasi atau meredakan peradangan kulit seperti jerawat.

Jika Anda ingin menghilangkan jerawat, bekas jerawat, atau mengatasi masalah kulit lainnya, sebaiknya minta saran dari dokter kulit yang akan memberikan petunjuk perawatan kulit yang lengkap dan aman.

 

  1. Cherney, Kristeen. 2019. Can Rubbing Potatoes on Your Face Improve Skin Health? https://www.healthline.com/health/potato-for-face. (Diakses pada 04-11-2021)
  2. Srivastava, Kadambari. 2020. HOW GOOD IS POTATO JUICE FOR FACE. https://www.bebeautiful.in/all-things-skin/skin-concerns/how-good-is-potato-juice-for-face. (Diakses pada 04-11-2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi