Terbit: 16 Januari 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Ada banyak cara untuk memperbaiki elastisitas kulit baik dengan cara pembedahan maupun non-bedah. Salah satunya adalah dengan melakukan prosedur sculptra, yaitu sebuah metode non-bedah yang efektif untuk mengembalikan kecantikan alami wajah. Ketahui apa itu sculptra, fungsi, dan prosedurnya lengkap di sini!

Apa Itu Filler Sculptra? Mengenal Fungsi, Prosedur, dan Komplikasinya

Apa Itu Sculptra?

Sculptra adalah suatu jenis perawatan wajah berupa filler suntik. Digunakan untuk mengembalikan kekencangan dan kekenyalan kulit wajah agar lebih awet muda. Kandungannya adalah poly-L-lactic acid, sebuah zat yang dapat memicu produksi kolagen di dalam kulit.

Poly-L-lactic acid sendiri merupakan zat biodegradable yang mudah diserap oleh tubuh. Secara umum zat ini relatif aman bagi tubuh dan kulit manusia.

Prosedur ini pertama kali dilakukan pada tahun 1999 dan disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) pada tahun 2004 untuk mengobati lipoatrofi (hilangnya lemak di wajah) pada penderita HIV.

Bisa dikatakan prosedur ini resmi dan terdaftar. Seiring perkembangannya dijadikan alternatif pilihan perawatan wajah selain pemakaian produk kecantikan dan pembedahan.

Metode ini dinilai efektif untuk menangani kulit keriput. Zat aktifnya dapat menstimulasi kolagen di wajah hingga 25 bulan lamanya. Kolagen merupakan jenis protein penting yang diproduksi tubuh untuk menjaga elastisitas kulit.

Sejalan dengan bertambahnya umur, produksi kolagen berkurang. Sehingga kulit mulai keriput, kendur, tidak elastis, dan berlipat.

Kolagen sendiri dapat dipicu kembali produksinya dengan mengkonsumsi makanan tinggi vitamin C dan E, memakai krim kolagen atau serum antiaging, atau dengan prosedur kecantikan medis salah satunya adalah sculptra.

Fungsi Sculptra Bagi Kecantikan

Sculptra berfungsi sebagai pemicu atau pendorong agar kulit memproduksi kolagen alami lebih banyak. Secara umum fungsinya adalah untuk:

  • Mengencangkan kulit.
  • Menghilangkan keriput dan lipatan-lipatan dalam yang terdapat pada kulit yang sudah tua.
  • Mengisi wajah sehingga terlihat lebih chubby.
  • Mengoreksi garis senyum.
  • Memperbaiki bentuk bokong.
  • Mengatasi kerutan pada dada.
  • Memperbaiki gejala kulit kendur pada siku dan lutut.
  • Mengatasi pipi yang kempot akibat berkurangnya berat badan secara signifikan.

Baca Juga: Dermabrasi: Fungsi, Alat, Prosedur, Efek Samping, dll

Prosedur Pelaksanaan Sculptra

Sebelum tiba di prosedur pelaksanaan sculptra, perlu ditekankan bahwa pelaksanaan sculptra harus dilakukan di klinik resmi oleh dokter kulit yang memiliki lisensi. Tidak disarankan untuk melakukan prosedur ini di sembarang klinik atau salon kecantikan.

Berikut ini prosedur sculptra:

  • Sebelum dimulainya prosedur, berikan dahulu riwayat medis lengkap termasuk kondisi medis saat ini dan alergi produk jika ada.
  • Hentikan konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid, misalnya aspirin dan ibuprofen beberapa hari sebelum dimulainya prosedur sculptra.
  • Hentikan pula konsumsi suplemen vitamin E serta omega 3 dan 6 beberapa hari sebelum prosedur. Paling disarankan tujuh hari sebelum prosedur dimulai.
  • Prosedur sculptra dimulai dengan pemetaan kulit oleh dokter. Gunanya untuk menemukan tempat yang tepat untuk melakukan suntikan filler.
  • Langkah kedua adalah pembersihan area di mana akan dilakukan penyuntikan.
  • Selanjutnya adalah pemberian obat anestesi dalam bentuk krim topikal. Krim ini akan menjadikan kulit mati rasa sehingga penyuntikan tidak mengakibatkan rasa sakit.
  • Terakhir adalah proses penyuntikan filler pada kulit. Diperlukan beberapa kali suntikan hingga langkah ini selesai.

Semua langkah ini memerlukan beberapa sesi terapi. Umumnya diperlukan tiga kali dosis filler yang dilakukan dalam 3-4 bulan.

Setelah prosedur selesai dilakukan, berikut adalah hal-hal yang perlu dilakukan pasien:

  • Gunakan cold pack pada area yang diisi filler selama beberapa menit sekali. Lakukan ini selama 24 jam pertama setelah prosedur dilakukan.
  • Pijat lembut area yang diisi filler sebanyak 5 kali sehari selama 5 menit. Lakukan pada hari pertama hingga kelima setelah prosedur selesai.
  • Hindari paparan sinar matahari langsung. Paling tidak hingga merah dan bengkak pada wajah mereda.

Baca Juga: Suntik Botox: Manfaat, Prosedur, Biaya, Efek Samping, dll

Komplikasi Prosedur Sculptra

Seperti halnya prosedur medis lain, sculptra juga memiliki efek samping. Diantaranya adalah:

  • Reaksi kemerahan dan bengkak pada bagian yang diisi filler. Biasanya kondisi ini akan mereda dengan sendirinya dalam beberapa hari.
  • Bentol atau kemerahan akibat krim anestesi. Ini juga akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa waktu.
  • Pendarahan, nyeri, dan gatal di sekitar tempat suntikan. Hal ini bisa jadi merupakan efek samping obat antiinflamasi yang masih dikonsumsi pasien menjelang prosedur.
  • Pembentukan nodul terjadi pada sekitar 7-9 persen pasien. Diduga merupakan efek samping dari kedalaman injeksi.
  • Perubahan warna kulit.

Karena efek sampingnya ini, ada beberapa jenis orang yang tidak disarankan melakukan prosedur filling ini, yaitu:

  • Mereka yang memiliki riwayat jaringan parut.
  • Pasien dengan alergi terhadap bahan-bahan sculptra.
  • Kulit yang berjerawat, luka, ruam, atau radang.
  • Mereka yang memiliki kista.

Prosedur sculptra memerlukan beberapa kali perawatan dan pengulangan agar didapatkan hasil yang sempurna. Setelah prosedur, pasien dapat merawat wajah dengan cara biasa seperti sebelumnya. Namun ada baiknya meminta saran pada dokter produk apa saja yang boleh atau tidak boleh digunakan.

Zat aktif sculptra hanya mampu memicu produksi kolagen selama dua tahun, jika menginginkan hasil yang tidak berubah maka prosedur harus diulangi kembali.

Melihat efektivitasnya yang cukup tinggi, prosedur sculptra dapat dipilih untuk mereka yang tidak ingin melalui prosedur bedah untuk mengoreksi kekurangan wajah. Sebelum melakukan prosedur ini, lakukan konsultasi dahulu dengan dokter kecantikan.

Dokter akan memberitahu kelebihan dan kekurangan prosedur ini, serta persiapan apa yang harus dilakukan pasien. Dengan begitu pasien dapat mempertimbangkan prosedur sculptra atau memilih metode lain.

 

  1. Santos-Longhurst, Adrienne. 2018. Will Sculptra Effectively Rejuvenate My Skin? https://www.healthline.com/health/sculptra. (Diakses pada 23-12-2021).
  2. Trinity Aesthetic & Laser. 2021. What is Sculptra Aesthetic and how does it work? https://www.trinitymd.com/what-is-sculptra-aesthetic-and-how-does-it-work/. (Diakses pada 23-12-2021).
  3. Tulsa Hills Cosmetic and Laser Skin Center. 2021. What Is Sculptra Used for? 6 Reasons to Consider Treatment. https://www.skinrenewaloftulsa.com/blog/301794-what-is-sculptra-used-for-6-reasons-to-consider-treatment. (Diakses pada 23-12-2021).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi