Terbit: 5 August 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Nyeri rahang adalah kondisi yang umum terjadi pada siapa pun. Penyebab rahang sakit dari kondisi yang ringan sampai serius seperti sakit gigi dan serangan jantung. Simak selengkapnya tentang apa yang menyebabkan sakit pada rahang dan perawatannya di bawah ini!

11 Penyebab Rahang Sakit dan Cara Mengobati dengan Cepat!

Penyebab Rahang Sakit

Sakit rahang bisa sangat mengganggu aktivitas keseharian, khususnya ketika makan dan berbicara. Sebagian besar kasus sakit rahang disebabkan oleh kelainan atau cedera pada sendi rahang, tetapi ada kemungkinan berbagai penyebab lainnya.

Berikut ini adalah sejumlah penyebab rahang sakit:

1. Gangguan Sendi Rahang (TMJ)

Penyebab yang pertama adalah salah satu yang paling umum mengakibatkan nyeri rahang. Gangguan temporomandibular joint (TMJ) atau gangguan sendi rahang lebih sering terjadi pada wanita.

Seseorang mungkin mengalami kondisi ini jika rahang terluka atau setelah sakit. Artritis atau kondisi lain juga dapat menyerang tulang rawan yang membantu melindungi persendian.

Beberapa tanda dan gejala TMJ, termasuk suara klik saat membuka mulut, sakit kepala konstan, telinga berdengung, pusing, masalah penglihatan, dan sakit di sekitar telinga, wajah, atau rahang.

2. Sinus

Peradangan di rongga hidung dapat menyebabkan sinusitis. Kondisi ini cenderung terjadi jika mengalami pilek, tetapi alergi dan kondisi medis lainnya juga menyebabkan sinusitis.

Jika rongga sinus di belakang pipi (sinus maksilaris) meradang, kemungkinan menjadi penyebab rahang sakit di salah satu atau kedua sisi rahang. Gejala lain sinusitis, termasuk:

  • Hidung tersumbat yang menyebabkan sesak napas.
  • Keluar lendir kuning dan kehijauan dari hidung atau ke tenggorokan.
  • Sakit di wajah, tekanan, dan pembengkakan.
  • Tekanan dan rasa sakit di telinga dan kepala.
  • Kelelahan.
  • Indra penciuman dan pengecap terganggu.

Sinusitis biasanya akan sembuh dengan sendirinya, tetapi mungkin perlu memeriksa diri ke dokter jika sinus berlangsung lebih dari seminggu.

3. Radang Sendi

Mengalami jenis radang sendi yang dikenal sebagai rheumatoid arthritis, dapat menyerang sendi temporomandibular. Kondisi ini adalah penyakit autoimun, yaitu tubuh secara keliru menyerang jaringan sehat dan menyebabkan pembengkakan. Ini kemudian merusak tulang rawan yang membuat rahang bergerak, yang pada akhirnya terasa kaku dan sakit.

4. Nyeri Neuropatik

Nyeri neuropatik adalah penyebab rahang sakit yang terjadi ketika saraf mengalami kerusakan dan mengirimkan sinyal rasa sakit ke otak. Gejalanya dapat berlangsung terus menerus atau hanya terjadi dari waktu ke waktu. Beberapa nyeri neuropatik, termasuk trigeminal neuralgia, postherpetic neuralgia, dan nyeri yang berhubungan dengan kanker.

5. Gangguan Vaskular

Masalah yang terjadi pada sistem vaskular terkadang dapat menyebabkan sakit rahang. Beberapa contoh kondisi vaskular, termasuk arteritis temporal (arteritis sel raksasa) dan angina (angin duduk).

Ketika terjadi arteritis temporal, arteri di kedua sisi kepala yang mengalami peradangan dapat mengakibatkan sakit kepala dan sakit rahang. Kondisi ini juga dapat membahayakan kemampuan penglihatan.

Sedangkan angina dapat berkembang ketika jantung tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup, biasanya akibat penyumbatan arteri koroner. Kondisi ini menyebabkan nyeri dada dan sakit rahang. Orang yang memiliki angina juga berisiko mengalami serangan jantung!

6. Sakit Kepala Cluster

Nyeri yang juga bernama cluster headaches biasanya menyebabkan rasa sakit di belakang atau sekitar salah satu mata, tetapi rasa ini bisa menyebar ke rahang. Cluster headaches adalah salah satu jenis sakit kepala yang paling menyakitkan.

Penyebab rahang sakit juga karena sakit kepala tegang atau tension headache yang diakibatkan oleh stres. Menurut penelitian, beberapa penderita nyeri rahang temporomandibular juga mengalami sakit kepala.

7. Masalah pada Gigi

Memiliki banyak masalah dengan gigi dapat menyebabkan rahang sakit. Beberapa masalah pada gigi di antaranya:

  • Sakit gigi, biasanya karena gigi berlubang atau abses.
  • Gigi retak, gigi berjejal, atau peka terhadap suhu dan tekanan.
  • Penyakit gusi dapat merusak tulang rahang.

Segera kunjungi dokter gigi mengalami salah satu atau beberapa kondisi tersebut. Sebelumnya Anda dapat berkumur dengan air hangat dan menggunakan benang gigi untuk menghilangkan sisa makanan di sekitar gigi yang sakit.

8. Trauma

Seperti pada bagian tulang lainnya, seseorang bisa berisiko mengalami tulang rahang bergeser atau patah. Pukulan pada rahang dapat menyebabkan beberapa kondisi, di antaranya memar, pembengkakan, nyeri, dan gigi lepas atau retak.

Penggunaan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas atau kiat-kiat seperti makan makanan lunak akan membantu meringankan ketidaknyamanan. Namun, jika rasa sakit tidak kunjung hilang atau tidak dapat membuka dan menutup mulut dengan baik, sebaiknya dapatkan perawatan medis.

9. Kerusakan Saraf

Terkadang rahang sakit bisa bersumber dari nyeri saraf. Neuralgia trigeminal adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh tekanan pada saraf trigeminal yang memberikan sensasi pada wajah, termasuk pada rahang atas dan bawah.

Jika menduga kondisi tersebut menjadi penyebab rahang sakit segera kunjungi dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

10. Penyakit

Meskipun vaksin sebagian besar dapat melawan penyakit, termasuk gondong dan tetanus yang menimbulkan gejala sakit rahang, tetapi pada beberapa orang masih mendapatkannya.

Gondong adalah peradangan pada kelenjar kronis yang disebabkan infeksi virus. Ini ditandai dengan pembengkakan kelenjar di sisi mulut yang memproduksi air liur. Rasa sakit akibat gondong bisa menyebabkan kesulitan menggerakkan rahang.

Sedangkan tetanus adalah infeksi bakteri melalui luka atau goresan di kulit. Awal gejalanya berupa otot rahang terasa tegang atau kaku. Penyakit serius ini harus segera mendapatkan perawatan medis.

11. Serangan Jantung

Sakit rahang terkadang dapat menandakan serangan jantung. Rasa sakit dapat dimulai di dekat kumpulan saraf seperti jantung, yang dapat dirasakan di bagian tubuh lainnya. Kondisi ini disebut nyeri alih. Bagi sebagian orang, sakit rahang mungkin merupakan satu-satunya gejala serangan jantung.

Nyeri yang dirujuk di rahang juga merupakan gejala masalah pada persendian seperti di bahu atau punggung bagian bawah.

Cara Cepat Mengobati Sakit Rahang

Jika mengalami sakit rahang ringan yang sementara, kemungkinan tidak memerlukan perawatan medis. Namun, jika kondisi ini berlangsung lama segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan. Berikut ini cara cepat mengobati sakit rahang yang alami dan medis:

  • Kompres hangat. Sensasi hangat dari kompres bisa membantu menenangkan otot-otot yang tegang dan dapat membantu meredakan sakit dan kekakuan pada rahang.
  • Kompres dingin. Sensasi dingin juga dapat membantu menghilangkan rasa sakit dan mungkin sangat membantu jika sakit rahang disertai pembengkakan.
  • Makan makanan lunak. Memilih makanan yang lunak agar rahang tidak membutuhkan banyak mengunyah, sehingga dapat membantu menghindari terlalu banyak menggunakan otot rahang.
  • Pijat. Pijatan dapat membantu meredakan rasa sakit dan ketegangan di rahang. Selain oleh terapis pijat, pijat juga dapat dilakukan sendiri asalkan sudah mempelajari teknik pijat sendiri.
  • Rileks. Jika sakit rahang disebabkan karena menggertakkan gigi, melakukan teknik relaksasi dapat membantu menghindari penyebab akibat respons stres. Melemaskan otot-otot juga dapat membantu meringankan rasa sakit.
  • Mengubah posisi tidur. Jika terbiasa tidur menyamping atau tidur dengan tangan di bawah rahang, posisi ini bisa memberi tekanan pada otot. Sebaiknya ganti posisi tidur untuk membantu meringankan rasa sakit.
  • Obat penghilang rasa sakit. Obat acetaminophen, ibuprofen, dan obat penghilang rasa sakit lainnya dapat membantu meringankan rasa sakit sementara. Sebaiknya cara cepat mengobati sakit rahang ini berdasarkan resep dari dokter dan mengikuti dosis yang disarankan. Namun, jika dosis yang disarankan tidak efektif atau perlu menggunakan obat penghilang rasa sakit selama lebih dari beberapa hari, langkah yang terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter.

  1. Anonim. 2020. Why Your Jaw Hurts. https://www.webmd.com/oral-health/why-your-jaw-hurts#1. (Diakses pada 5 Agustus 2020)
  2. Gemmi, Charles. 2018. 7 Causes of Jaw Pain. https://www.orthodonticslimited.com/blog/7-causes-jaw-pain/. (Diakses pada 5 Agustus 2020)
  3. Nall, Rachel. 2019. Understanding Jaw Pain: How to Find Relief. https://www.healthline.com/health/jaw-pain. (Diakses pada 5 Agustus 2020)
  4. Raypole, Crystal. 2019. Why Does My Jaw Hurt on One Side?. https://www.healthline.com/health/jaw-pain-one-side. (Diakses pada 5 Agustus 2020)
  5. Smith, Lori. 2020. Everything you need to know about jaw pain. https://www.medicalnewstoday.com/articles/317184#symptoms. (Diakses pada 5 Agustus 2020)


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi