Terbit: 23 November 2020 | Diperbarui: 26 September 2022
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Penyebab asam urat berbagai macam, bisa dari makanan, minuman, hingga gaya hidup. Saat tubuh terlalu banyak menghasilkan asam urat, kristal dapat terbentuk sehingga menimbulkan nyeri dan pembengkakan pada sendi atau jaringan di sekitarnya. Simak penjelasan selengkapnya mengenai penyebab kenapa asam urat bisa menjadi tinggi.

10 Penyebab Asam Urat yang Wajib Anda Kenali

Penyebab Asam Urat yang Harus Anda Waspadai

Biasanya asam urat larut dalam darah, melewati ginjal dan kemudian menjadi urine. Terkadang tubuh bisa menghasilkan terlalu banyak asam urat atau ginjal mengeluarkan terlalu sedikit asam urat. Ketika ini terjadi, asam urat dapat menumpuk, membentuk kristal urat tajam seperti jarum pada sendi atau jaringan yang ada di sekitarnya.

Berikut adalah berbagai hal yang bisa menyebabkan asam urat tubuh menjadi tinggi, antara lain:

1. Pola Diet

Makanan penyebab asam urat adalah daging merah dan makanan laut. Selain itu, mengonsumsi minuman yang dimaniskan dengan gula buah (fruktosa) juga dapat meningkatkan kadar asam urat. Konsumsi minuman beralkohol, terutama bir juga dapat meningkatkan risiko.

2. Obesitas

Keadaan ini terjadi ketika asupan kalori yang masuk ke tubuh jauh lebih banyak dibanding aktivitas membakar kalori. Hal ini menyebabkan kalori yang berlebih menumpuk dalam bentuk lemak.

Apabila kondisi ini terjadi dalam jangka waktu yang lama, maka berisiko meningkatkan berat badan hingga menyebabkan obesitas. Saat Anda kelebihan berat badan, tubuh akan menghasilkan lebih banyak asam urat dan ginjal akan lebih sulit untuk menghilangkannya.

3. Sindrom Metabolik

Sindrom metabolik adalah sekelompok masalah kesehatan yang terjadi secara bersamaan seperti peningkatan, kolesterol, trigliserida, penumpukan lemak di perut, dan kenaikan kadar gula darah. Seseorang bisa didiagnosis memiliki sindrom ini jika mengalami setidaknya tiga dari lima kondisi, yaitu obesitas, diabetes, hipertensi, trigliserida atau kolesterol tinggi.

Selain bisa menyebabkan penyakit serius seperti stroke atau jantung, sindrom metabolik juga bisa menjadi penyebab asam urat.

4. Penyakit Tiroid

Kondisi ini terjadi saat kelenjar tiroid mengalami perubahan bentuk sehingga menghasilkan hormon tiroid yang sedikit (hipotiroidisme) atau terlalu banyak (hipertiroidisme). Perubahan bentuk kelenjar ini dapat terjadi akibat kanker tiroid, nodul tiroid, atau penyakit gondok.

5. Penyakit Ginjal

Penyebab asam urat tinggi berikutnya yang terkait dengan penyakit adalah gangguan pada fungsi ginjal. Saat fungsi ginjal untuk menyaring limbah atau racun dari darah terganggu, hal itu dapat menyebabkan penyakit ginjal. Perlu Anda pahami, saat fungsi organ ini terganggu beragam komplikasi bisa terjadi seperti anemia hingga gangguan elektrolit.

6. Konsumsi Obat Diuretik

Berdasarkan mekanisme cara kerjanya, obat diuretik memiliki beberapa jenis. Salah satu jenis yang terkait dengan penyakit asam urat adalah thiazide. Obat ini berfungsi untuk mengurangi penyerapan natrium atau klorida pada distal tubulus ginjal, sehingga meningkatkan produksi urine.

Meski bisa juga digunakan untuk menurunkan tekanan darah, obat jenis ini dapat meningkatkan kadar asam urat tubuh.

7. Obat Imunosupresan

Peningkatan asam urat juga bisa terjadi apabila Anda mengonsumsi obat imunosupresif atau imunosupresan. Obat ini digunakan untuk menurunkan sistem kekebalan tubuh dan biasa dipergunakan untuk seseorang yang menjalani transplantasi organ.

8. Riwayat Keluarga

Meski beberapa gen yang terkait dengan asam urat belum sepenuhnya jelas berkaitan, terdapat dua gen yaitu SLC2A9 dan ABCG2, tampaknya memiliki pengaruh terbesar terhadap kadar asam urat.

Perubahan genetik pada gen SLC2A9 dapat menyebabkan hiperurisemia (tingginya kadar asam urat dalam darah). Sementara itu, perubahan genetik pada gen ABCG2 dapat menurunkan kemampuan protein untuk melepaskan asam urat ke dalam usus.

9. Usia dan Jenis Kelamin

Asam urat lebih sering terjadi pada pria karena wanita cenderung memiliki kadar asam urat yang lebih rendah. Namun, saat memasuki masa menopause, kadar asam urat wanita mengalami peningkatan.

Terkait dengan usia, biasanya seorang pria mengembangkan asam urat pada usia 30 sampai 50 tahun, sedangkan pada wanita umumnya mengembangkan tanda dan gejala asam urat setelah menopause.

10. Cedera, Operasi, atau Terapi Medis

Peristiwa tertentu dapat memicu perubahan kimiawi tubuh dan memicu serangan asam urat. Peristiwa tersebut termasuk, trauma, pembedahan, psoriasis, dan permulaan kemoterapi.

11. Paparan Timbal

Seseorang yang terpapar timbal dalam waktu yang lama ternyata bisa meningkatkan risiko asam urat. Masuknya timbal ke tubuh umumnya disebabkan karena unsur timbal terhirup atau tertelan. Unsur timbal sendiri banyak terdapat pada kosmetik, bensin, baterai, hingga cat rumah.

Nah, itulah berbagai penyebab asam urat yang harus Anda kenali.

 

Hal-Hal yang Bisa Dilakukan untuk Mencegah Serangan Asam Urat

Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadi asam urat, antara lain:

  • Minum banyak cairan. Cairan yang baik untuk Anda konsumsi adalah air putih. Batasi berapa banyak minuman manis yang Anda minum, terutama yang dimaniskan dengan sirup jagung tinggi fruktosa.
  • Hindari konsumsi alkohol. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa bir kemungkinan besar meningkatkan risiko gejala asam urat, terutama pada pria.
  • Dapatkan protein dari produk susu rendah lemak. Produk susu rendah lemak memiliki efek perlindungan terhadap asam urat, sehingga bisa Anda jadikan sumber protein yang baik.
  • Batasi asupan daging, ikan, dan unggas. Konsumsi dalam jumlah kecil mungkin dapat ditoleransi, tetapi perhatikan baik-baik jenis dan seberapa banyak Anda mengonsumsinya
  • Mempertahankan berat badan ideal. Menurunkan berat badan dapat menurunkan kadar asam urat dalam tubuh. Akan tetapi hindari penurunan berat badan yang cepat karena hal itu dapat meningkatkan kadar asam urat untuk sementara.

Dengan perubahan gaya hidup, serangan asam urat di masa mendatang dapat dicegah. Jika dianjurkan untuk mengonsumsi obat, minumlah sesuai dengan petunjuk yang diberikan. Pada beberapa kasus, seseorang yang mengalami episode asam urat mungkin tidak akan pernah mengalami gejala lagi atau setidaknya tidak mengalami gejala beberapa tahun ke depan.

 

  1. Anonim. Gout. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gout/symptoms-causes/syc-20372897. (Diakses pada 23 November 2020).
  2. Anonim. Gout. https://medlineplus.gov/genetics/condition/gout/. (Diakses pada 23 November 2020).
  3. Anonim. All About Gout – Symptoms, Diagnosis, Treatment. https://www.arthritis-health.com/types/gout/all-about-gout-symptoms-diagnosis-treatment. (Diakses pada 23 November 2020).
  4. Kinman, Tricia. Stephanie Watson. 2020. Everything You Need to Know About Gout. https://www.healthline.com/health/gout#symptoms. (Diakses pada 23 November 2020).
  5. McIntosh, James. 2017. Everything you need to know about gout. https://www.medicalnewstoday.com/articles/144827#pictures. (Diakses pada 23 November 2020).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi