Terbit: 26 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Ceker ayam adalah salah satu makanan yang digemari oleh sebagian masyarakat Indonesia. Tak hanya dijadikan tambahan mie ayam atau bakso, ceker ayam juga bisa diolah menjadi lauk yang memiliki rasa yang enak seperti ceker pedas. Telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa ceker ayam memiliki nutrisi yang bisa membantu kesehatan kulit, mengatasi radang sendi, sekaligus mencegah penyakit jantung.

Dampak Sering Makan Ceker Ayam

Hanya saja, menurut pakar kesehatan, ada baiknya kita tidak terlalu sering mengonsumsi ceker ayam. Hal ini disebabkan oleh ceker ayam yang kita konsumsi seringkali berasal dari peternakan modern. Sebagaimana kita ketahui, jika dibandingkan dengan ayam kampung, daging ayam yang berasal dari peternakan modern disebut-sebut kurang baik jika dikonsumsi terlalu sering.

Salah satu cara yang dilakukan oleh peternak ayam modern untuk membuat ayam menjadi gemuk adalah dengan menyuntikkan bahan kimia ke bagian ceker ayam. Hal ini berarti, pada bagian ini, terdapat cukup banyak zat kimia yang berisi hormon pertumbuhan dan antibiotik. Jika kita mengonsumsi berbagai kandungan ini saat makan ceker ayam, dikhawatirkan hal ini akan memicu efek buruk seperti meningkatnya risiko terkena kanker.

Lantas, apakah kita sebaiknya tidak mengonsumsi ceker ayam? Pakar kesehatan menyebutkan bahwa sesekali mengonsumsinya tidak apa-apa. Selain itu, kita juga sebaiknya lebih cermat saat memilih ceker ayam di pasaran. Pilihlah yang ukurannya kecil dan yang didapatkan dari ayam kampung. Selain itu, akan jauh lebih baik jika kita memasak ceker ayam ini sendiri demi memastikan bahwa makanan ini benar-benar telah dibersihkan dengan baik. Hanya saja, jika kita ingin memakannya di luar rumah, pastikan bahwa tempat makan yang kita datangi terjamin kebersihannya.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi