Terbit: 10 December 2019 | Diperbarui: 28 September 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Tak hanya memiliki rasa yang enak, dalam realitanya daging menyediakan berbagai macam nutrisi seperti protein yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Sayangnya, pakar kesehatan menyarankan kita untuk tidak berlebihan mengonsumsi daging-dagingan demi mencegah datangnya berbagai macam masalah kesehatan.

5 Dampak Terlalu Banyak Makan Daging

Berbagai Dampak Terlalu Banyak Makan Daging

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa dampak kesehatan yang bisa kita dapatkan jika berlebihan makan daging.

Berikut adalah dampak-dampak kesehatan tersebut.

  1. Menyebabkan Perut Kembung

Banyak orang yang mengeluhkan sensasi perut kembung setelah makan daging. Hal ini disebabkan oleh tanda dari gangguan penyerapan daging. Jika sampai mengalaminya, ada baiknya kita menurunkan asupan daging demi mencegah gejala-gejala ini muncul.

  1. Menyebabkan Konstipasi

Konstipasi bisa terjadi jika kita mengonsumsi daging merah dengan berlebihan. Hal ini disebabkan oleh minimnya kadar serat di dalamnya. Padahal, jika kita sampai mengonsumsi protein dan lemak dalam jumlah tinggi tanpa diimbangi dengan asupan serat yang cukup, maka akan menyebabkan gangguan pencernaan dan susah buang air besar. Hal ini tentu akan menyebabkan sensasi tidak nyaman pada tubuh.

  1. Gangguan Bau Mulut

Terlalu banyak makan protein juga bisa meningkatkan risiko mengalami masalah bau mulut. Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan protein dan lemak di dalam daging yang memicu produksi keton yang menyebabkan aroma tubuh yang sangat tidak sedap.

  1. Membuat Tubuh Mudah Lelah

Di dalam daging terdapat kandungan protein tinggi berjenis asam amino yang disebut sebagai triptofan. Masalahnya adalah hal ini bisa menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang akhirnya berimbas pada kelelahan berlebihan.

  1. Mual-mual

Bagi sebagian orang, makan daging bisa menyebabkan gejala berupa mual-mual. Hal ini disebabkan oleh kemampuan daging dalam memicu peradangan pada saluran pencernaan atau dalam dunia medis disebut sebagai diverkulitis. Masalah kesehatan ini bisa menyebabkan nyeri pada perut dan mual-mual. Karena alasan inilah sebaiknya kita mulai menurunkan asupan daging.

Tips Menurunkan Asupan Daging

Menurunkan asupan daging tidak mudah untuk dilakukan karena rasanya yang memang sangat nikmat. Hanya saja, pakar kesehatan menyebut ada beberapa cara yang bisa kita lakukan demi menurunkan asupannya.

Berikut adalah cara-cara yang bisa dilakukan tersebut.

  1. Memenuhi Piring dengan Sayuran

Cobalah untuk memenuhi piring dengan sayuran terlebih dahulu sebelum mengambil nasi atau lauk lainnya seperti daging atau sumber protein lainnya. Hal ini bisa membantu menurunkan asupan daging-dagingan. Selain itu, ada baiknya kita juga tidak mengonsumsi sayuran yang diolah dengan daging layaknya sop ayam.

  1. Mengganti Daging dengan Sumber Makanan Protein Lainnya

Kita bisa mengganti daging dengan sumber makanan dari bahan protein lainnya seperti tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Meski terlihat sepele, hal ini bisa membantu kita menurunkan asupan daging-dagingan.

  1. Memperbanyak Asupan Sayur dan Buah yang Kita Sukai

Jika kita suka dengan sayuran atau buah-buahan tertentu, jangan ragu untuk memperbanyak asupan makanan sehat tersebut demi menambah asupan serat harian. Hal ini bisa membantu kita menurunkan asupan daging-dagingan.

  1. Lebih Cermat Memilih Makanan di Restoran

Jika makan di tempat makan, ada baiknya kita lebih cermat untuk memilih menu makanan. Sebagai contoh, kita bisa memilih menu-menu sayuran dan vegetarian yang jauh lebih sehat. Sebagai contoh, kita bisa memilih menu jamur yang memiliki rasa dan tekstur yang mirip dengan daging.

  1. Puasa Makan Daging

Cobalah untuk melakukan puasa makan daging setidaknya dua atau tiga hari sekali. Hal ini bisa membantu kita menurunkan asupan daging-dagingan secara perlahan.

 

Sumber:

  1. Ghosh Neha. 2019. Things That Could Happen To Your Body If You Eat Too Much Meat. boldsky.com/health/wellness/what-happens-to-your-body-if-you-eat-too-much-meat-130594.html (Diakses pada 10 Desember 2019).

DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi