Terbit: 14 December 2019 | Diperbarui: 28 September 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Daging olahan, daging merah, gorengan, serta makanan tinggi lemak lainnya memang sangat nikmat untuk dikonsumsi kapan saja. Masalahnya adalah makanan-makanan ini kurang baik bagi kesehatan jika terlalu sering dikonsumsi. Bahkan, ada yang menyebut makanan-makanan ini bisa meningkatkan risiko gangguan penglihatan. Kok bisa?

Daging Olahan Bisa Sebabkan Gangguan Penglihatan?

Makanan Penyebab Gangguan Penglihatan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Buffalo University, Amerika Serikat, disebutkan bahwa salah satu dampak dari kebiasaan mengonsumsi makanan-makanan tidak sehat tersebut adalah meningkatkan risiko terkena degenarasi makula, sejenis gangguan penglihatan yang tak bisa dipulihkan.

Dalam penelitian yang dilakukan selama 18 tahun ini, Shruti Dighe dan rekan-rekannya dari Epidemiology Department UB’s School of Public Health and Health Professions mengecek data dari 66 makanan berbeda yang dikonsumsi oleh para partisipan dari tahun 1987 hingga 1995. Para peneliti ini membagi dua jenis diet dari kelompok ini sebagai diet ala Barat dan diet sehat. Diet ala Barat berupa daging merah, daging olahan, gorengan, dan produk susu dengan kadar lemak tinggi.

“Mereka yang mengidap degenerasi makula cenderung lebih sering mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Apa yang mereka konsumsi bisa mempengaruhi penglihatan dalam jangka panjang,” ucap peneliti lainnya, Amy Millen.

Masalahnya adalah degenerasi makula seringkali tidak menunjukkan gejala awal yang jelas. Mereka baru menyadarinya setelah penglihatan sudah mulai menurun. Sayangnya hal ini sudah terlambat dan sulit untuk dipulihkan.

Dokter biasanya harus mengecek foto retina dari pengidap masalah kesehatan ini untuk mengetahui secara pasti seperti apa kondisi matanya. Hal ini bisa dideteksi dengan adanya endapan kuning lipid pada retina mata.

Meskipun begitu, tidak semua orang yang menerapkan pola makan tidak sehat yang mengalami perkembangan degenerasi makula. Ada yang juga mengimbanginya dengan konsumsi antioksidan atau nutrisi sehat lainnya yang bisa memberikan perlindungan dari penyakit ini.

“Ada baiknya kita membatsi konsumsi daging olahan dan makanan yang digoreng, serta menurunkan asupan produk susu tinggi lemak demi menjaga kondisi penglihatan,” ucap Millen.

Berbagai Dampak Buruk Sering Makan Daging Olahan

Pakar kesehatan Lindsey Pfau dari Rise Up Nutrition menyebut setidaknya ada lima dampak kesehatan yang bisa didapatkan jika kita sering mengonsumsi daging olahan.

Berikut adalah dampak-dampak kesehatan tersebut.

  1. Bisa Menyebabkan Obesitas

Sebuah penelitian yang dipublikasikan hasilnya pada tahun 2017 silam di dalam Current Obesity Reports menghasilkan fakta bahwa konsumsi makanan olahan bisa meningkatkan risiko terkena sindrom metabolik, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan obesitas. Hal ini dipengaruhi oleh tingginya kadar lemak, kalori, dan garam di dalamnya.

  1. Bisa Meningkatkan Risiko Terkena Kanker

American Cancer Society menyebut kebiasaan mengonsumsi daging olahan seperti sosis, nugget, serta kornet bisa meningkatkan risiko terkena kanker usus besar. Bahkan, ada kemungkinan hal ini juga bisa meningkatkan risiko kanker payudara.

  1. Bisa Memicu Datangnya Stroke

Penelitian yang dipublikasikan hasilnya pada 2015 sila di dalam jurnal Strokes mengungkap kaitan antara konsumsi makanan olahan, khususnya yang terbuat dari bahan daging dengan risiko stroke. Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan sodium di dalamnya yang bisa menurunkan kondisi pembuluh darah, termasuk yang menuju ke otak.

  1. Bisa Memicu Penyakit Jantung

Selain sodium, kandungan lemak tidak sehat di dalam daging olahan jika dikonsumsi dengan berlebihan juga bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung atau masalah kardiovaskular lainnya.

  1. Bisa Memicu Kematian Dini

Penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam jurnal JAMA Internal Medicine pada Februari 2019 lalu menghasilkan fakta bahwa sering mengonsumsi makanan olahan bisa meningkatkan risiko terkena kematian dini hingga 62 persen.

 

Sumber:

  1. Anonim. 2019. Poor diet linked to age-related macular degeneration. www.sciencedaily.com/releases/2019/12/191211115627.htm (Diakses pada 14 Desember 2019).

DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi