Terbit: 21 December 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Durian dikenal luas sebagai rajanya buah-buahan. Julukan ini didasari oleh aroma buah durian yang khas ditambah dengan rasanya yang sangat nikmat. Hanya saja, ada anggapan yang menyebutkan bahwa penderita asam urat sebaiknya menghindari durian. Apakah anggapan ini sesuai dengan fakta medis?

Penderita Asam Urat Tak Boleh Makan Durian?

Adakah purin di dalam durian?

Sebelum jauh membahas tentang kandungan di dalam durian, pakar kesehatan menyebut penyakit asam urat sebagai kondisi yang dipicu oleh menumpuknya hasil metabolisme purin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Zat asam urat ini kemudian mengalir dalam aliran darah dan akhirnya menumpuk di persendian dalam bentuk kristal. Kristal asam urat inilah yang bisa menyebabkan peradangan pada persendian dengan gejala nyeri, pembengkakan, kemerahan, hangat, dan susah untuk digerakkan.

Di dalam durian terdapat kandungan vitamin, asam folat, dan nutrisi-nutrisi lainnya. Sayangnya, di dalam durian ternyata juga ada kandungan purin. Hal ini berarti, jika penderita asam urat makan durian dalam jumlah banyak, maka kadar purin dalam tubuhnya akan semakin meningkat sehingga risiko untuk terkena serangan dari penyakit ini pun semakin besar.

Dampak lain yang bisa disebabkan durian bagi penderita asam urat

Selain menyebabkan jumlah purin di dalam tubuh semakin meningkat, pakar kesehatan menyebut ada dampak lain yang bisa didapatkan jika penderita asam urat makan buah durian.

Berikut adalah dampak-dampak tersebut.

  1. Memperburuk kolesterol

Jika penderita asam urat makan durian dalam jumlah yang banyak, maka kondisi kolesterol yang ada di dalam darah akan menjadi semakin memburuk. Hal yang sama juga terjadi pada kondisi gula darah.

  1. Memperburuk aliran darah

Keberadaan zat asam urat di dalam aliran darah ternyata juga bisa membuat tersumbatnya aliran darah. Jika sampai hal ini terjadi, maka berbagai organ tubuh pun tidak akan mendapatkan oksigen dan berbagai nutrisi lainnya dengan cukup. Salah satu organ yang paling menderita akibat hal ini adalah ginjal.

Ginjal yang terus bekerja keras untuk mengeluarkan purin dalam jumlah yang sangat banyak lebih rentan untuk mengalami kerusakan. Jika hal ini terus dibiarkan, risiko terkena gagal ginjal pun meningkat.

  1. Menyebabkan batu ginjal

Selain gagal ginjal, risiko untuk terkena batu ginjal akibat semakin banyaknya kadar asam urat di dalam tubuh pun meningkat. Jika sampai kita mengalami batu ginjal, maka organ ini akan membengkak parah dan menyebabkan masalah lain yang tidak bisa disepelekan.

  1. Komplikasi asam urat

Mengonsumsi durian dalam jumlah yang berlebihan akan membuat kemungkinan untuk mendapatkan komplikasi akibat asam urat meningkat. Masalahnya adalah komplikasi ini sangat berbahaya dan berpotensi mematikan layaknya stroke atau penyakit jantung.

Makanan lain yang sebaiknya dihindari oleh penderita asam urat

Selain durian dan jeroan, pakar kesehatan menyarankan penderita asam urat untuk menghindari beberapa jenis makanan demi mencegah serangan dan komplikasi dari penyakit ini.

Berikut adalah beberapa makanan-makanan tersebut.

  1. Ikan sarden

Ikan sarden termasuk dalam lauk yang praktis dan mudah untuk dibuat. Rasanya juga sangat enak sehingga bisa membuat nafsu makan meningkat. Sayangnya, ikan sarden kalengan termasuk dalam makanan dengan kadar purin yang tinggi sehingga bisa membuat kondisi penderita asam urat semakin memburuk.

  1. Daging merah

Daging merah yang lezat dan bisa diolah menjadi berbagai macam masakan ini ternyata juga memiliki kandungan purin yang cukup tinggi, meskipun tentu saja tidak setinggi jeroan atau makanan laut. Hanya saja, penderita asam urat memang sebaiknya menghindarinya.

  1. Udang dan kerang

Udang dan kerang termasuk dalam makanan laut yang memiliki kandungan purin sangat tinggi. Di dalam 100 gram udang memiliki 234 mg purin. Sementara itu, di dalam 100 gram kerang terdapat 136 mg purin. Kandungan ini sangat banyak sehingga bisa membuat kondisi asam urat semakin memburuk.


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi