Terbit: 11 April 2018 | Diperbarui: 22 April 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Selama ini kita hanya mengetahui kalau vaksinasi HPV hanya diberikan kepada wanita khususnya yang masih aktif secara seksual. Vaksinasi ini diberikan untuk menghindari penyakit berbahaya pada wanita berupa kanker serviks.

Pentingkah Vaksinasi HPV Diberikan pada Pria?

Vaksinasi HPV akan membuat tubuh wanita jadi lebih kebal terhadap HPV sehingga peluang terjadinya kanker bisa dicegah. Selain itu wanita juga tidak akan mendapatkan kutil kelamin yang disebabkan juga oleh virus ini.

Nah, kembali ke bahasan utama dari artikel ini, pentingkah vaksinasi HPV bagi pria kalau pasangan sudah melakukannya?

HPV sebabkan kanker penis

Sebagian besar virus HPV yang menular melalui aktivitas seks vaginal, anal, dan oral akan dibuang oleh tubuh perlahan-lahan. Namun, kalau kondisi kesehatan sedang drop, virus bisa dengan mudah melakukan infeksi. Salah satu infeksi HPV yang sering muncul pada pria adalah kutil kelamin yang kerap menimbulkan sensasi gatal.

Selain menyebabkan kutil kelamin, HPV juga bisa menyebabkan kanker penis. Munculnya kanker memang tidak tiba-tiba, butuh waktu hingga hitungan bulan dan tahun. Namun, namanya kanker tetap sangat berbahaya dan bisa menyebabkan ujung penis jadi memar dan pria selalu rasakan sakit saat mendapatkan ereksi.

Vaksinasi HPV penting untuk pria

Dampak dari HPV cukup besar meski kejadian kanker penis cukup jarang terjadi. Meski demikian, Anda harus tetap mencegahnya dengan melakukan vaksinasi HPV kalau sudah aktif secara seksual.

Vaksinasi HPV bisa diberikan pada pria sejak mereka berusia 12 tahun. Jadi, sedini mungkin sebelum remaja pria aktif secara seksual, vaksin harus diberikan. Kelak saat dewasa dan sebelum menikah, vaksinasi juga diberikan lagi untuk memastikan aktivitas seks pasca menikah bisa berjalan dengan aman.

Jadi, apakah vaksinasi HPV pada pria penting? Sangat penting dan dianjurkan untuk diberikan pada semua pria yang masih muda atau yang aktif secara seksual.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi