Terbit: 23 Juli 2020 | Diperbarui: 27 Juli 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Kelainan darah adalah jenis penyakit yang terdiri dari berbagai macam jenis. Ketahui lebih lanjut mengenai kelainan darah mulai dari ciri-ciri, penyebab, diagnosis, hingga pengobatan dan pencegahannya berikut ini.

Kelainan Darah: Jenis, Gejala, Penyebab, Pengobatan

Apa Itu Kelainan Darah?

Kelainan darah adalah suatu kondisi ketika darah mengalami gangguan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Seperti yang kita ketahui, darah terdiri dari 4 (empat) elemen, yaitu:

  • Sel darah merah (eritrosit)
  • Sel darah putih (leukosit)
  • Keping darah (trombosit)
  • Plasma darah

Keempat elemen tersebut memiliki peran yang sangat vital bagi keberlangsungan fungsi tubuh. Oleh sebab itu, adanya kelainan pada darah (blood disorder) adalah sesuatu yang tidak boleh dianggap sepele karena dampaknya bisa sangat berbahaya bagi tubuh, bahkan mengancam keselamatan jiwa sekalipun.

Jenis-Jenis Kelainan Darah

Kelainan darah dibagi berdasarkan elemen darah yang mengalami masalah. Ada banyak sekali jenis gangguan pada darah, namun yang paling kasusnya paling umum sebagaimana dijelaskan berikut ini.

1. Kelainan Sel Darah Merah

Sesuai dengan namanya, jenis kelainan yang ini terjadi pada sel darah merah atau disebut juga eritrosit. Masalah ini lantas terbagi lagi ke dalam beberapa subjenis, yaitu:

Anemia

Anemia adalah kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah. Padahal, sel darah merah ini punya peran yang penting yakni membawa oksigen ke seluruh tubuh. Alhasil, tubuh kekurangan pasokan oksigen yang kemudian berujung pada gejala letih, lemah, dan lesu.

Anemia sendiri ada beberapa macam, sesuai dengan penyebabnya, yakni:

  • Anemia aplastik
  • Anemia hemolitik
  • Anemia megaloblastik
  • Anemia akibat kekurangan folat
  • Anemia akibat kekurangan zat besi
  • Anemia akibat kekurangan vitamin B12
  • Anemia akibat talasemia
  • Anemia sel sabit

Talasemia

Talasemia adalah jenis gangguan darah yang bersifat genetik. Ya, penyakit ini terjadi akibat adanya mutasi genetik sehingga menyebabkan hemoglobin tidak dapat diproduksi secara wajar. Alhasil, tubuh tidak mendapat pasokan oksigen yang mencukupi.

Talasemia dapat menyebabkan penderitanya mengalami gangguan kesehatan lain seperti:

  • Kelainan bentuk tulang
  • Pembesaran limpa
  • Gangguan jantung

Pada anak-anak, talasemia menyebabkan proses tumbuh kembangnya menjadi terhambat.

Polisitemia vera

Sama seperti talasemia, polisitemia vera adalah jenis kelainan darah yang disebabkan oleh adanya mutasi genetik. Penyakit ini menyebabkan sumsum tulang belakang memproduksi sel darah merah secara berlebihan.

Akibat dari kondisi ini adalah aliran darah yang menjadi tidak lancar sehingga penderitanya sangat berpotensi untuk mengalami sejumlah komplikasi seperti pembekuan darah dan bahkan penyakit kardiovaskular. Belum ada obat yang bisa menyembuhkan polisitemia vera. Penanganan medis yang dilakukan baru sebatas membuang sel darah merah yang berlebih.

2. Kelainan Sel Darah Putih

Sel darah putih adalah elemen darah yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh. Jenis kelainan yang menyerang sel darah putih adalah sebagai berikut:

Limfoma

Limfoma adalah jenis kanker darah yang menyerang sistem limfatik. Kondisi ini terjadi karena adanya aktivitas abnormal dari sel darah putih di mana sel darah putih tersebut berkembang secara tidak terkontrol.

Limfoma sendiri terdiri dari sejumlah macam, namun yang paling sering terjadi adalah limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin.

Leukemia

Sama seperti limfoma, leukemia juga merupakan penyakit kanker. Pada kasus ini, sel darah putih yang telah bermutasi tumbuh dan berkembang di dalam sumsum tulang belakang. Leukemia terdiri dari leukemia akut dan leukemia kronis.

Sindrom Myelodisplastik

Jenis kelainan sel darah putih yang satu ini terjadi ketika tubuh memproduksi banyak sel darah putih yang tidak matang dengan sempurna. Sel-sel tersebut lantas berkembang dan mengganggu sel-sel lainnya yang tergolong sehat.

Sama seperti leukemia, sindrom myelodisplastik ini ada yang bersifat akut maupun kronis. Kondisi ini pun pada perkembangannya bisa menjadi leukemia.

3. Kelainan Keping Darah

Keping darah adalah elemen darah yang bertugas untuk membantu menutup luka dan menghentikan perdarahan. Keping darah atau trombosit pun tak lepas dari ancaman kesehatan. Hal ini biasanya dikarenakan adanya abnormalitas berupa:

  • Defisiensi trombosit
  • Kelebihan trombosit
  • Proses pembekuan darah tidak berjalan dengan baik

Beberapa jenis kelainan darah terkait dengan trombosit adalah sebagai berikut:

Hemofilia

Hemofilia mungkin merupakan salah satu jenis kelainan darah yang paling umum. Hemofilia lebih rentan dialami oleh pria. Komplikasi hemofilia yang paling serius adalah pendarahan yang berlebihan dan berkepanjangan. Perdarahan ini bisa terjadi di dalam atau di luar tubuh.

Hemofilia bisa terjadi tanpa alasan yang jelas. Kondisi ini diatasi dengan cara melibatkan hormon yang disebut desmopresin untuk tipe A ringan yang mana hormon ini dapat mendorong pelepasan lebih banyak faktor pembekuan darah. Sementara itu, infus darah atau plasma merupakan pengobatan untuk hemophilia tipe B dan C.

Penyakit Von Willebrand

Von Willebrand Disease adalah kelainan pada trombosit yang dipicu oleh adanya mutasi genetik. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya jumlah protein yang berperan dalam proses pembekuan darah, yakni Von Willebrand Factor (VWF).

Trombositemia Primer

Trombositemia adalah kondisi ketika proses pembekuan darah justru terjadi secara berlebihan. Kelainan trombosit ini tentu tidak bisa disepelekan karena bisa memicu terjadinya penyakit kardiovaskular yakni jantung dan stroke. Trombositemia primer terjadi akibat sumsum tulang belakang memproduksi keping darah terlalu banyak.

Selain itu, gangguan pada keping darah juga bisa disebabkan oleh penggunaan obat-obatan maupun kondisi medis tertentu seperti:

  • Aspirin
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS)
  • Antibiotik
  • Obat jantung
  • Obat pengencer darah
  • Antidepresan
  • Antihistamin

4. Kelainan Plasma Darah

Jenis kelainan darah yang terakhir adalah kelainan yang berkaitan dengan plasma darah. Plasma darah sendiri sebenarnya merupakan bagian dari sel darah putih yang tugasnya adalah memproduksi antibodi untuk menangkal serangan penyakit.

Gangguan kesehatan yang terjadi pada plasma darah ini disebut myeloma. Myeloma adalah salah satu jenis kanker darah yang termasuk ke dalam kategori penyakit langka. Sel kanker pada awalnya akan tumbuh di plasma darah dan sumsum tulang belakang, kemudian terbentuklah tumor yang disebut plasmacytoma.

Plasma darah yang sudah bermutasi tersebut lantas akan menghasilkan antibodi abnormal bernama monoclonal. Monoclonal ini lantas akan menyerang protein-protein lainnya yang masih sehat hingga berujung pada komplikasi berupa penggumpalan darah dan kerusakan ginjal. Belum diketahui secara pasti mengapa hal ini bisa terjadi.

Ciri dan Gejala Kelainan Darah

Ciri-ciri adanya kelainan darah beragam, tergantung dari jenis kelainan yang diderita. Berikut adalah gejala umum yang perlu Anda ketahui dan waspadai.

1. Ciri dan Gejala Kelainan Sel Darah Merah

Ciri-ciri kelainan pada eritrosit meliputi:

  • Kelelahan
  • Napas pendek
  • Sulit berkonsentrasi
  • Otot melemah
  • Detak jantung cepat

2. Ciri dan Gejala Kelainan Sel darah Putih

Ciri dan gejala kelainan pada leukosit meliputi:

  • Kelelahan
  • Mudah terinfeksi
  • Berat badan menurun secara tiba-tiba
  • Badan selalu merasa tidak sehat

3. Ciri dan Gejala Kelainan  Keping Darah

Ciri dan gejala pada kasus gangguan keping darah meliputi:

  • Luka sulit sembuh
  • Perdarahan tidak langsung berhenti saat terluka
  • Kulit mudah memar
  • Perdarahan pada hidung dan gusi

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Anda disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala-gejala yang berkaitan dengan gangguan darah sebagaimana telah disebutkan di atas. Penanganan medis sedini mungkin diperlukan guna mencegah kondisi bertambah buruk.

Penyebab Kelainan Darah

Ada sejumlah faktor yang diduga menjadi penyebab seseorang mengalami kelainan darah, apa saja itu?

1. Malnutrisi

Kurangnya asupan nutrisi (malnutrisi) bisa menjadi penyebab mengapa seseorang mengalami gangguan darah. Contoh dari kelainan darah akibat kekurangan gizi adalah anemia.

2. Genetik

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, faktor keturunan (genetik) juga bisa menyebabkan seseorang menderita kelainan darah seperti talasemia dan polisitemia vera. Jadi, orang tua yang memiliki riwayat penyakit darah sangat mungkin untuk mewariskan kondisi ini pada keturunannya.

3. Penyakit

Adanya penyakit tertentu yang sedang dialami tak luput dari faktor penyebab kelainan darah. Contoh dari kasus ini adalah penyakit autoimun seperti lupus.

4. Infeksi

Infeksi bisa menyebabkan terganggunya sel darah putih. Tak heran, kondisi ini juga masuk ke dalam daftar penyebab gangguan pada darah.

Faktor Risiko Kelainan Darah

Sejumlah faktor risiko dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami gangguan darah. Faktor risiko yang dimaksud antara lain sebagai berikut:

  • Berusia lanjut
  • Kelebihan berat badan (obesitas)
  • Kebiasaan merokok
  • Konsumsi makanan tidak sehat (berlemak, asin, manis)
  • Jarang berolahraga

Diagnosis Kelainan Darah

Diagnosis dilakukan untuk mengetahui jenis penyakit darah sekaligus tingkat keparahan kondisi yang dialami oleh pasien. Diagnosis terbagi ke dalam 3 (tiga) tahapan yakni anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.

1. Anamnesis

Pertama-tama, dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan kepada pasien terkait dengan keluhan yang dialami.

  • Gejala apa saja yang dialami?
  • Sudah berapa lama kondisi ini berlangsung?
  • Apakah pernah mengalami kondisi ini sebelumnya? Jika ya, seberapa sering?
  • Apakah memiliki riwayat penyakit tertentu?
  • Apakah ada anggota keluarga yang menderita penyakit tertentu?
  • Obat apa yang sedang dikonsumsi?
  • Makanan apa saja yang dikonsumsi sehari-hari?
  • Aktivitas apa saja yang dilakukan sehari-hari?

2. Pemeriksaan Fisik

Apabila keluhan yang dialami oleh pasien yakni luka yang sulit sembuh, dokter akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan fisik yakni dengan memerhatikan luka yang dialami oleh pasien. Selain itu, dokter juga akan memeriksa kondisi fisik yang lainnya seperti berat badan dan tekanan darah.

3. Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan penunjang dilakukan untuk memastikan penyakit yang diderita oleh pasien. Pemeriksaan penunjang meliputi:

  • Tes darah lengkap, yakni dengan cara mengambil sampel darah pasien untuk kemudian diperiksa lebih lanjut apakah ada abnormalitas yang terjadi.
  • Tes koagulasi, yakni dilakukan pada kasus kelainan darah yang terkait dengan proses pembekuan darah. Tes meliputi prothrombin time (PT) dan partial thromboplastin time (PTT).
  • Pencitraan, yakni tes dengan menggunakan medium seperti USG, CT scan, atau MRI. Pemeriksaan ini dilakukan apabila terindikasi adanya gangguan darah pada organ dalam seperti otak dan paru-paru.
  • Biopsi, yakni dengan mengambil sampel jaringan sumsum tulang belakang untuk dianalisis lebih lanjut di laboratorium.

Pengobatan Kelainan Darah

Pengobatan kelainan darah disesuaikan dengan jenis kelainan dan tingkat keparahannya. Berikut adalah metode pengobatan yang umum dilakukan.

1. Perubahan Gaya Hidup

Pada kasus kelainan darah seperti anemia, pengobatan mungkin cukup dengan menerapkan pola hidup sehat seperti:

  • Mengonsumsi makanan bergizi, terutama yang mengandung zat besi dan vitamin B12
  • Rajin berolahraga
  • Tidak merokok
  • Meningkatkan daya tahan tubuh

2. Obat-obatan

Obat-obatan yang umum diresepkan oleh dokter terkait dengan masalah pada darah antara lain:

  • Obat pengencer darah (antikoagulan)
  • Romiplostim
  • Antibiotik
  • Kortikosteroid
  • Suplemen vitamin dan mineral

3. Prosedur Medis

Pada kasus yang terbilang serius, prosedur medis mungkin harus dilakukan guna menyembuhkan masalah ini. Prosedur medis di antaranya meliputi:

  • Transfusi darah
  • Transplantasi sumsum tulang belakang
  • Kemoterapi dan terapi radiasi (pada kasus kanker darah)

Selain itu, tentunya masih ada lagi prosedur medis guna mengatasi masalah pada darah. Pastikan untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat guna meningkatkan peluang kesembuhan.

 

  1. Huizen, J. 2018. What types of blood disorders are there? https://www.medicalnewstoday.com/articles/322260#takeaway (Diakses pada 23 Juli 2020)
  2. Macon, B et al. 2018. Blood Diseases: White and Red Blood Cells, Platelets and Plasma. https://www.healthline.com/health/blood-cell-disorders#outlook (Diakses pada 23 Juli 2020)
  3. Yates, A. 2020. An Overview of Blood Disorders. https://www.verywellhealth.com/blood-disorders-4014755 (Diakses pada 23 Juli 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi