Terbit: 20 Mei 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Apabila Anda mengalami penyumbatan usus besar, kemungkinan dokter menganjurkan prosedur ileostomy atau ileostomi. Prosedur ini bertujuan untuk mengeluarkan limbah pencernaan melalui perut. Selengkapnya ketahui fungsi, prosedur, hingga efek sampingnya di bawah ini!

Ileostomy: Definisi, Fungsi, Prosedur, dan Efek Samping

Apa itu Ileostomy?

Ileostomy adalah prosedur operasi untuk membuat lubang (stoma) di permukaan perut untuk sementara atau permanen, biasanya di sisi kanan perut. Operasi ini biasanya dilakukan untuk pasien yang mengalami masalah fungsi usus besar.

Stoma berfungsi untuk menghubungkan ujung organ usus halus (ileum) ke bagian luar perut. Dengan begitu, limbah atau kotoran dari pencernaan dibuang langsung tanpa melewati usus besar yang mengalami gangguan.

Stoma memungkinkan untuk mengeluarkan limbah pencernaan yang bervariasi, dari feses cair hingga konsistensi kental seperti bubur.

Mengapa Seseorang Membutuhkan Ileostomy?

Ileostomy adalah operasi untuk mengobati beberapa masalah kesehatan. Beberapa kondisi melibatkan operasi yang memerlukan ileostomi sementara. Sedangkan kondisi lainnya memerlukan ileostomi permanen.

Operasi yang mungkin memerlukan ileostomi sementara, meliputi:

Sedangkan kondisi yang mungkin memerlukan ileostomi permanen, meliputi:

  • Penyakit Crohn.
  • Disfungsi motilitas kolon.
  • Usus besar tersumbat, rusak, atau pecah.

Persiapan Sebelum Prosedur Ileostomy

Pastikan untuk selalu memberi tahu pada tenaga medis tentang obat apa yang Anda minum, suplemen atau herbal  yang Anda gunakan.

Sebelum operasi, konsultasikan dengan tenaga medis tentang hal-hal berikut:

  • Keintiman dan seksualitas.
  • Kehamilan.
  • Olahraga.
  • Kerja.

Berikut ini persiapan selama 2 minggu sebelum operasi:

  • Dua minggu sebelum operasi, Anda mungkin diminta untuk berhenti minum obat yang mempersulit darah untuk membeku. Obat-obatan ini termasuk aspirin, ibuprofen, naprosyn, dan lainnya.
  • Tanyakan kepada tenaga medis tentang obat mana yang masih harus Anda konsumsi pada hari operasi.
  • Jika Anda merokok, usahakan untuk berhenti. Mintalah bantuan ke tenaga medis.
  • Selalu beri tahu tenaga medis tentang pilek, flu, demam, herpes, atau penyakit lain yang mungkin Anda miliki sebelum operasi.

Sehari sebelum operasi, mungkin Anda dianjurkan beberapa hal berikut:

  • Hanya minum cairan bening seperti kaldu, jus bening, dan air setelah beberapa saat.
  • Tenaga medis akan memberi tahu Anda kapan harus berhenti makan dan minum.
  • Tenaga medis mungkin meminta Anda untuk menggunakan enema atau pencahar untuk membersihkan usus.

Prosedur Ileostomy

Sebelum prosedur operasi, pasien biasanya akan menemui perawat spesialis stoma untuk mendiskusikan dengan tepat tentang di mana letak stoma yang Anda inginkan (biasanya di sisi kanan perut) dan berbicara tentang hidup dengan stoma.

Ada 2 jenis utama ileostomy, di antaranya:

  • Loop ileostomy. Prosedur operasi di mana loop usus kecil ditarik keluar melalui luka (sayatan) di perut, sebelum dibuka dan dijahit ke kulit untuk membentuk stoma.
  • End ileostomy. Ileum dipisahkan dari usus besar dan dibawa keluar melalui perut untuk membentuk stoma.

Sebagai alternatif, terkadang kantong internal dapat dibuat yang terhubung ke anus (kantong ileo-anal). Ini berarti tidak ada stoma dan feses dikeluarkan dari bagian belakang dengan cara yang sama seperti biasanya.

End ileostomy dan kantong ileo-anal biasanya permanen. Sedangkan loop ileostomy biasanya dimaksudkan untuk sementara dan dikembalikan dengan operasi di kemudian hari.

Setelah Operasi

Pasien mungkin perlu tinggal di rumah sakit hingga 2 minggu setelah menjalani operasi. Selama itu, pasien akan diajari cara merawat stoma.

Pemulihan setelah operasi mungkin menjadi tantangan. Kebanyakan pasien mengalami masalah fisik dan psikologis jangka pendek, mulai dari iritasi kulit di sekitar stoma hingga perasaan cemas dan kesadaran diri.

Akan tetapi, dengan latihan dan dukungan dari perawat yang terlatih selama perawatan stoma, banyak pasien menyesuaikan diri dan biasanya menemukan bahwa kualitas hidupnya meningkat setelah operasi, terutama pada pasien dengan penyakit Crohn selama bertahun-tahun.

Apakah Ileostomy Menimbulkan Efek Samping?

Mengingat kondisi setiap orang berbeda-beda, konsultasi diperlukan tentang risiko yang mungkin dialami. Berikut ini beberapa risiko yang mungkin terjadi, antara lain:

  • Pendarahan di dalam usus kecil atau dari stoma.
  • Kerusakan pada organ di dekatnya.
  • Infeksi (pouchitis).
  • Penyumbatan usus yang disebabkan jaringan parut.
  • Tidak mampu menyerap cukup nutrisi dari makanan.

Tips Hidup dengan Ileostomy

Memiliki ileostomi dapat mengubah banyak kebiasaan seseorang, mulai dari pilihan makanan hingga cara mandi. Penting untuk berkonsultasi dokter atau perawat tentang tips hidup dengan kondisi ini

Nutrisi menjadi pertimbangan penting setelah menjalani operasi. Awalnya, dokter biasanya menganjurkan diet rendah serat guna memberikan waktu usus untuk sembuh.

Pasien biasanya dapat meminimalkan komplikasi beberapa tips berikut:

  • Minum air yang banyak sepanjang hari.
  • Membatasi konsumsi minuman yang berpotensi menyebabkan dehidrasi, seperti yang mengandung alkohol atau kafein.
  • Membatasi makanan yang menyebabkan gas, seperti kubis dan brokoli.
  • Menghindari mengunyah permen karet, karena bisa menyebabkan banyak gas di perut.
  • Mengunyah makanan dengan seksama.
  • Memperkenalkan makanan baru satu per satu.
  • Konsumsi makanan dengan porsi kecil secara teratur.

Pada akhirnya, orang dengan ileostomi juga perlu mendiskusikan pola makan dengan ahli gizi atau dokter.

Selain itu, berbicaralah secara terbuka tentang ketakutan, kekhawatiran, dan tantangan yang berkaitan dengan prosedur ini agar tenaga medis membantu mengelola dan mengatasinya.

 

  1. Anonim. 2029. Ileostomy. https://www.nhs.uk/conditions/ileostomy/. (Diakses pada 20 Mei 2022)
  2. Anonim. 2021. Ileostomy. https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/21726-ileostomy. (Diakses pada 20 Mei 2022)
  3. Bergen, Teresa. 2018. What Is an Ileostomy?. https://www.healthline.com/health/ileostomy. (Diakses pada 20 Mei 2022)
  4. Nall, Rachel. 2018. Ileostomy: Everything you need to know. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323240. (Diakses pada 20 Mei 2022)
  5. Wechter, Debra G. 2020. Ileostomy. https://medlineplus.gov/ency/article/007378.htm. (Diakses pada 20 Mei 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi