Terbit: 24 January 2020 | Diperbarui: 27 September 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Testosteron adalah salah satu hormon yang sangat penting untuk tubuh. Selain untuk memunculkan tanda kelamin pria sekunder, testosteron juga bisa membantu tubuh dalam memproduksi sperma. Kalau produksi testosteron mengalami gangguan kemungkinan seperti ada masalah hypogonadism, tubuh akan mengalami banyak masalah. Kondisi ini biasanya diterapi dengan krim testosteron.

7 Bahaya Menggunakan Krim Testosteron untuk Sembuhkan Impotensi

Bahaya Menggunakan Krim Testosteron

Salah satu cara mengatasi hypogonadism yang membuat pria tidak bisa menghasilkan testosteron dalam jumlah banyak adalah dengan krim, gel, atau cairan yang mengandung testosteron. Cairan itu akan dioleskan ke tubuh agar hormon seks pria itu jumlahnya cukup di dalam tubuh.

Sayangnya, metode pengobatan ini masih memiliki efek samping. Berikut beberapa efek samping yang bisa terjadi.

  1. Mengalami Masalah Kulit

Krim testosteron diaplikasikan secara langsung ke kulit. Jadi, secara langsung akan memberikan efek pada kulit. Beberapa efek yang akan didapatkan oleh pria kalau mengalami masalah ini terdiri dari perasaan panas, melepuh, gatal, perih, pembengkakan, kulit berwarna merah, muncul jerawat, dan menjadi kering.

Karena efek dari pengaplikasian krim cukup besar pada tubuh, ada baiknya untuk mengaplikasikannya pada kulit yang bersih dan tidak sedang dalam kondisi terluka. Kalau kulit yang memiliki luka terbuka, terkena krim, kemungkinan besar bisa memicu beberapa masalah seperti nyeri dan melepuh atau malah bernanah.

  1. Perubahan Aktivitas Berkemih

Masalah berkemih sering sekali terjadi pada pria kalau mereka mengalami masalah dengan aktivitas berkemih. Masalah berkemih yang akan terjadi terdiri dari seringnya buang air kecil khususnya di malam hari. Kondisi ini akan sangat mengganggu apalagi kondisinya mirip dengan anyang-anyangan yang mana kandung kemih kerap belum penuh.

Efek samping lainnya yang akan muncul adalah darah yang hadir di urine saat sedang berkemih. Rasa nyeri di area kemaluan juga muncul saat Anda buang air kecil. Kalau kondisi ini sering sekali terjadi, ada baiknya untuk melakukan konsultasi dengan dokter. Bisa saja ada alternatif untuk mengurangi efek samping.

  1. Ada Perubahan pada Dada

Hormon yang masuk ke dalam tubuh kadang tidak langsung bekerja sesuai dengan kebutuhan. Ada kalanya hormon testosteron yang dibutuhkan justru berubah menjadi estrogen. Kalau pria mengalami kenaikan estrogen, kemungkinan besar bisa memicu kondisi bernama gynecomastia atau pembesaran payudara.

Perubahan ini akan membuat pria tidak nyaman baik secara fisik maupun secara mental. Pasalnya pembesar payudara ini mirip sekali bentuknya dengan yang dimiliki oleh wanita. Belum lagi payudara akan terasa lebih besar, nyeri, dan kadang tidak nyaman saat digunakan untuk beraktivitas.

  1. Mudah Mengalami Lelah

Testosteron bentuk topikal atau oles akan memberikan beberapa masalah pada tubuh yang sangat mengganggu. Pria akan kerap mengalami lelah, pusing, kepala jadi berat, dan ingin muntah hingga pingsan. Pada kondisi tertentu, di area dada akan terasa sangat panas karena terjadi hot flashes.

Efek samping ini biasanya akan hilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. Namun, pada beberapa orang, efek samping ini akan sering sekali muncul dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Kalau Anda sering mengalami ini ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

  1. Ada Gangguan dengan Emosi

Hormon testosteron dalam bentuk krim juga akan memengaruhi pria secara emosi. Hormon yang masuk dalam jumlah banyak bisa membuat pria jadi tidak nyaman seperti mudah mengalami perubahan mood, bereaksi secara berlebihan pada suatu hal, sering takut secara berlebihan, mudah sedih lalu menangis, dan depresi.

Setiap pria memang tidak akan mengalami masalah dengan emosi. Beberapa malah sangat kuat dan kebal dengan gangguan itu. Kalau dalam terapi testosteron yang dilakukan terjadi perubahan yang signifikan pada tubuh, ada baiknya untuk segera bertanya pada dokter. Misal mencari alternatif, menurunkan dosis, atau mencari cara untuk mengatasinya.

  1. Disfungsi Seksual

Salah satu efek dari testosteron adalah meningkatkan gairah seks pria. Itulah kenapa testosteron sangat penting untuk seks dan juga reproduksi. Kalau pria sampai mengalami gangguan pada level testosteronnya, kemungkinan besar kehidupan seks yang dialami akan terganggu. Bahkan mereka tidak bisa menghasilkan sperma yang berkualitas.

Meski bermanfaat penggunaan testosteron topikal ternyata memberikan efek yang sebaliknya. Kondisi ini cukup langka meski bisa terjadi dan memberikan efek negatif pada seksualitas yang dimiliki oleh pria. Salah satu efek negatif  dari krim testosteron adalah penurunan atau kehilangan gairah seks, selanjutnya gangguan ereksi juga bisa terjadi.

Gangguan ereksi yang muncul bisa dalam bentuk sulitnya mendapatkan kondisi penis yang keras dengan sempurna. Selain itu, ereksi yang terjadi juga bisa saja mudah hilang karena pria tidak bisa mempertahankannya.

  1. Efek pada Orang yang Disentuh

Efek testosteron topikal tidak hanya pada mereka yang memakainya. Namun, mereka yang terkena sentuhan pun juga bisa mendapatkannya. Misal seorang pria memakainya di kulit sekitar tangan. Namun, seorang wanita atau anak-anak menyentuhnya. Kalau sampai tersentuh, kemungkinan besar akan memicu masalah lanjutan.

Anak-anak yang menyentuh area itu akan mengalami perubahan besar pada tubuhnya. Misal kelamin menjadi besar di luar kewajaran, muncul rambut kemaluan, dan ada perubahan besar pada perilaku, Kalau wanita terkena krim ini bisa memicu jerawat di wajahnya muncul lebih banyak. Selanjutnya, efek pada wanita hamil bisa berupa gangguan persalinan. Segera hubungi dokter kalau wanita atau anak-anak terkena krim testosteron.

Dari beberapa efek samping di atas, kira-kira mana saja yang akan memengaruhi tubuh dengan maksimal? Semoga ulasan di atas bisa membantu Anda dalam memahami cara mengatasi hypogonadism dan beberapa hal yang harus diwaspadai saat melakukan terapi.

 

Sumber:

  1. Pietrangelo, Ann. 2019. Unwanted Side Effects of Testosterone Cream or Gel. https://www.healthline.com/health/testosterone-cream-side-effects. (Diakses pada 24 Januari 2020)
  2. Mayo Clinic. Testosterone (Topical Application Route). https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/testosterone-topical-application-route/side-effects/drg-20073444. (Diakses pada 24 Januari 2020)

DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi