Terbit: 2 March 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Umumnya saat mendengar kata diet kita akan membayangkan bahwa diet pasti dilakukan untuk menurunkan berat badan.

Apa Bedanya Diet Rendah Karbohidrat dan Rendah Glikemik?

Padahal diet sebenarnya dilakukan untuk melakukan pengaturan pada kondisi tertentu, dan tidak hanya berfokus pada berat badan. Misalnya saja diet rendah karbohidrat atau diet rendah glikemik.

Dari namanya biasanya kita akan menganggap bahwa manfaat yang diberikan dari kedua diet diatas adalah mirip karena sama-sama merupakan pengaturan makan yang terkait, secara langsung ataupu tidak langsung, dengan kadar gula darah tubuh.

Namun sebenarnya, seperti yang disebutkan diatas, masing-masing diet ini memiliki tujuan tertentu untuk mengatur suatu kondisi yang ada pada tubuh kita. Apakah beda dari kedua jenis diet tersebut?

Diet rendah karbohidrat adalah diet yang mengurangi asupan makanan karbohidrat yang bertujuan untuk mengurangi asupan energi. Asupan energi yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai penyakit yang dicetuskan oleh berbagai komplikasi tidak seimbangnya berbagai profil bikomia tubuh seperti kadar gula darah, lemak darah dan tekanan darah tinggi.

Sedangkan diet rendah indeks glikemik (rendah IG) adalah diet yang mengurangi asupan makanan yang tinggi kandungan IG untuk mengurangi kadar gula darah tubuh.

Asupan makanan tinggi IG yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai penyakit yang dicetuskan oleh kadar gula darah tubuh yang meningkat, yang paling sering adalah diabetes.

Penerapan diet rendah karbohidrat sering memberikan efek berupa penurunan berat badan karena termasuk dalam diet rendah kalori. Sedangkan diet rendah IG memberikan efek yaitu turunnya kadar gula darah tubuh.

Dalam menerapkan diet kita harus memahami terlebih dahulu apa tujuan dan prinsip dalam masing-masing diet. Penerapan diet dengan tepat dan sesuai dengan kebutuhan tubuh kita akan mendukung kondisi kesehatan tubuh semakin optimal.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi