Terbit: 27 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Kemampuan sosial anak akan berkembang seiring dengan perkembangan usianya. Anak-anak akan belajar menerima respon dari orang lain dan berusaha untuk menanggapi respon tersebut. Seperti apa tahapan perkembangan sosial anak-anak? Yuk simak ulasannya berikut ini.

Mengenal Tahapan Perkembangan Sosial Bayi 0-3 Tahun

Perkembangan sosial anak usia 1-3 tahun

Usia bayi (0-1 tahun)

  • Usia 0-6 bulan

Pada bayi baru lahir hingga berusia 3 bulan, umumnya bayi sudah diberi kemampuan untuk tersenyum dan melakukan kontak mata dengan bunda. Selain itu bayi juga mulai mahir menangis untuk mendapatkan kebutuhannya. Jika Anda membuat ekspresi wajah tertentu, bayi juga sudah bisa menirukannya dengan baik.

Di usia 6 bulan, bayi sudah bisa membedakan mana wajah-wajah yang sering dikenal dan mana wajah-wajah asing. Selain itu bayi juga sudah bisa merespon orang-orang dengan tangisan, tawa atau senyuman.

  • Usia 7-12 bulan

Pada tahapan ini bayi sudah mulai memiliki kedekatan dengan orang-orang yang dikenalinya. Ia mudah menangis jika berada jauh dari orang-orang terdekatnya (stranger anxiety) dan mulai bisa menunjukkan pada orang-orang terdekat mengenai barang-barang kesukaannya.

Usia batita (13 bulan-3 tahun)

  • Usia 13-18 bulan

Memasuki usia 13 bulan, (stranger anxiety) yang dirasakan bayi umumnya semakin kuat. Anda mungkin menganggapnya sebagai sikap yang manja, namun sebenarnya hal ini adalah bagian dari perkembangan sosial anak.

Untuk mengatasinya, Anda bisa memperkenalkan anak pada banyak orang atau mengikutkannya di kelas batita. Anak di usia ini juga sudah mulai bisa menikmati kehadiran teman unuk bermain dan menirukan apa yang dilakukan teman-temannya.

  • Usia 19-24 bulan

Perkembangan sosial bayi pada usai ini diiringi perkembangan emosi anak yang masih cenderung labil. Terkadang anak dengan mudah menunjukkan antusiasmenya pada sesuatu lalu dengan mudah menunjukkan perasaan sebaliknya. Anak juga sudah mulai mengenal perasaan marah sehingga kadang menunjukkannya ketika sedang lelah atau diganggu.

  • Usia 25 bulan-3 tahun

Pada usia ini pemahaman anak tentang berinteraksi dengan orang lain sudah meningkat pesat. Ia pun sudah menunjukkan mampu menunjukkan ketertarikannya pada orang lain, sehingga terkesan seperti pilih-pilih teman.

Amarah atau sikap agresif anak juga semakin berkembang sehingga orang tua perlu mewaspadai jika anak gemar memukul, berteriak, menjambak, bahkan menggigit orang lain. Sikap ini bukan berarti si kecil nakal, hanya saja ia belum mampu mengungkapkan perasaannya dengan baik.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi