Terbit: 29 Januari 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Saat melihat bayi yang imut dan menggemaskan, reaksi spontan kita adalah menyentuhnya. Namun, ternyata ada banyak bahaya cubit pipi bayi, dari gangguan makan hingga susunan gigi yang berantakan. Berikut ini adalah penjelasan bahaya cubit pipi anak!

Jangan Terlalu Gemas, Ini 10 Bahaya Cubit Pipi Bayi

Bahaya Cubit Pipi Bayi yang Jarang Diketahui

Pipi bayi yang gembul dan lembut memang menggemaskan sekali sehingga orang dewasa ingin menyentuh bahkan mencubitnya. Jangan sembarangan mencubit pipi bayi, ini bahaya cubit pipi bayi yang harus dipahami:

1. Berpotensi Menularkan Kuman Ke Kulit Bayi

Bahaya cubit pipi bayi yang pertama adalah tersebarnya kuman dari tangan orang dewasa ke bayi. Kita tahu bahwa tangan dan jari-jemari adalah media penyebaran kuman.

Mencubit pipi bayi dan anak dengan tangan—apalagi tangan yang tidak dicuci bersih—jelas akan menyebarkan kuman kepada mereka.

Wajah bayi yang berkulit sensitif bisa mengalami gatal-gatal, bentol, atau kemerahan. Mengingat bayi dan anak-anak juga suka menyentuh wajah dan memasukkan tangan ke dalam mulut, kuman dari pipi juga dapat berpindah ke jari dan mulut bayi dan menyebabkan diare.

2. Melukai Saraf Sensorik Bayi

Pipi memiliki susunan saraf sensori yang sangat sensitif. Saraf ini berhubungan dengan kemampuan bayi mengecap makanan, merasakan tekstur dan suhu menggunakan mulutnya. Pipi yang sering dicubit atau ditarik akan mengalami kerusakan pada susunan saraf ini.

Kemampuan sensorik pada mulut bukan hanya berpengaruh pada proses makan saja. Tetapi juga dapat menyebabkan bayi mudah muntah dan terlalu jijik terhadap tekstur tertentu (misalnya benda berlendir, berbau tertentu, dll).

Baca Juga: Bintik Merah pada Bayi: Penyebab dan Cara Mengatasinya

3. Berakibat pada Masalah Makan di Kemudian Hari

Ketika saraf sensorik terganggu, maka bayi akan mengalami masalah makan di kemudian hari. Bayi berpotensi menjadi picky eater, menolak makanan dengan tekstur tertentu dan hanya mau menyedot susu.

Masalah makan akan berpengaruh pada asupan gizi dan perkembangan kesehatannya. Bayi berpotensi kekurangan berat badan, atau sebaliknya, mengalami obesitas karena pola makan tidak seimbang.

4. Mengganggu Proses Menelan

Otot-otot pada pipi sangat berperan dalam proses menghisap, mengunyah, dan menelan. Otot pipi yang terlalu sering dicubit akan mengalami gangguan sehingga menyulitkan bayi memproses dan menelan makanan.

Bagi bayi yang masih menyusu, gangguan ini juga akan membuatnya kesulitan menghisap susu dari dot atau puting ibu. Pijat taktil dan oromotor harus dijalankan bila gangguan ini semakin parah.

5. Setiap Sentuhan Mempengaruhi Otak Bayi

Penelitian yang dilakukan oleh UCL, Imperial College London, UCLH dan Universitá Campus Bio-Medico di Roma pada tahun 2017 menunjukkan bahwa setiap sentuhan mempengaruhi otak bayi.

Sentuhan yang lembut, tepat, dan teratur dapat menstimulasi kemampuannya menghisap dan memproses makanan. Itu sebabnya bayi prematur atau yang mengalami kesulitan menyusu harus mendapatkan terapi oromotor pada otot wajahnya.

Namun sebaliknya, sentuhan yang keras dan cenderung menyakitkan seperti mencubit atau menarik pipinya akan memberikan trauma pada bayi. Otaknya akan memproses rasa sakit tersebut, walaupun bayi tidak menangis.

Trauma yang disimpan di dalam otak akan dipatenkan menjadi memori jangka panjang. Menyebabkan bayi kelak sangat sensitif terhadap sentuhan orang lain.

6. Berpotensi Mempengaruhi Bentuk Wajah Bayi Kelak

Bayi—terutama yang baru lahir—masih memiliki otot dan tulang yang lembut dan terus berkembang. Cubitan pada pipinya dapat mempengaruhi pertumbuhan ototnya hingga berpotensi mempengaruhi bentuk wajahnya kelak.

Rahang dan otot pipi bayi dapat melebar atau berpindah tempat. Bahaya cubit pipi bayi menjadikan wajah bayi kelak terlihat asimetris antara sisi kiri dan kanan, miring atau rahangnya terlalu maju.

Baca Juga: Waspada 8 Bahaya Penggunaan Tisu Basah pada Bayi

7. Melukai Lapisan Lemak Pada Pipi Bayi

Pipi bayi masih memiliki lapisan lemak yang tebal. Itu sebabnya terlihat lembut, kenyal, dan menggemaskan. Bukan tanpa alasan lapisan lemak ini berada pada pipi. Lapisan lemak atau fat pad pada pipi bayi membantu melindungi otot mulut bayi.

Otot mulut yang kuat membantu bayi mengontrol kemampuannya menutup mulut dan menahan liur. Lapisan lemak yang rusak menyebabkan serat otot tidak terlindungi dan menjadi lemah. Otot yang lemah menyebabkan bayi ngeces dan kesulitan mengatupkan mulut.

8. Mengganggu Pertumbuhan Gigi Bayi

Gangguan pada rahang bayi bukan hanya mempengaruhi bentuk wajahnya di masa depan, tetapi juga mengganggu pertumbuhan giginya. Gigi bayi yang pipinya sering dicubit akan tumbuh tidak teratur, cenderung miring atau maju, displasia, serta gangguan lainnya.

Gangguan pertumbuhan gigi akan merembet pada gangguan kesehatan bayi. Diantaranya gangguan fungsi mengunyah, kesulitan menelan, gangguan pencernaan, dll.

9. Eksim

Eksim pada pipi dan sekitar mulut bayi adalah efek samping dari liur yang keluar dari mulut bayi. Hal ini lazim disebut dengan nama drooling rash. Karenanya, selain harus membersihkan bekas liur bayi secara teratur, orang dewasa di sekitar bayi harus berhenti mencubit dan menarik pipi si Kecil.

Orang tua juga harus melindungi bayinya dari cubitan atau sentuhan orang lain, terutama orang yang tidak terlalu dikenal. Jika kebiasaan tersebut tidak berkurang setelah bayi berusia 2 tahun, disarankan untuk menemui terapis atau dokter anak untuk mendapat stimulasi oromotor.

10. Ruam dan Luka

Bahaya cubit pipi anak adalah pipi bayi bisa terluka, ruam, kemerahan, atau lecet. Orang dewasa mungkin berpikir cubitannya itu hanyalah sentuhan kecil, namun bagi bayi mungkin itu cukup menyakitkan. Efeknya bisa membuat kulit pipi bayi memar, iritasi, dan luka.

Baca Juga: 6 Cara Memijat Bayi yang Benar dan Aman

Melihat bahaya cubit pipi bayi di atas, maka sebaiknya orang tua harus mulai tegas terhadap orang yang gemas dan ingin mencubit pipi buah hatinya. Mereka yang gemas dan ingin menyentuh bayi boleh memegang kaki atau tangannya. Pastikan pula orang dewasa yang menyentuh bayi sudah membersihkan tangan mereka.

Bahaya cubit pipi anak dapat sangat mempengaruhi perkembangan mereka. Lebih baik mencegahnya dari sekarang daripada menyesal kemudian. Semoga bermanfaat.

 

  1. 2020. Don’t squeeze your baby’s face casually. https://daydaynews.cc/en/baby/933092.html. (Diakses pada 23 Januari 2022).
  2. Griffin, R. Morgan. 2011. Protecting Your Baby From Other People’s Germs. https://www.webmd.com/parenting/features/protecting-baby. (Diakses pada 23 Januari 2022).
  3. University College London. 2018. Newborn babies’ brain responses to being touched on the face measured for the first time. https://www.sciencedaily.com/releases/2018/11/181116164520.htm. (Diakses pada 23 Januari 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi