Terbit: 9 Agustus 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Cara mengatasi bayi makan diemut penting diketahui oleh orang tua agar kebutuhan gizi anak tetap tercukupi dengan baik. Simak penjelasan lengkap mengenai cara mengatasi hingga faktor-faktor yang menyebabkan bayi suka mengemut makanan.

9 Cara Mengatasi Bayi Makan Diemut (Orang Tua Harus Tahu)

Berbagai Cara Mengatasi Bayi Makan Diemut

Setiap orang tua dapat menjadi frustrasi saat memberi makan anak yang masih balita, terutama ketika ia tidak mudah menerima makanan baru, bermain dengan makanannya, atau menyimpan makanan di mulut tanpa menelannya.

Meski begitu, hampir setiap anak pasti mengalami fase kesulitan mengunyah makanan. Berikut adalah beberapa cara mengatasi bayi makan diemut yang bisa Anda coba, di antaranya:

1. Tetap Tenang

Mengajari anak makan sering kali membuat orang tua kewalahan. Jika si kecil sedang kesal dan tidak mood, membuatnya untuk menelan makanan akan menjadi sesuatu yang sulit. Oleh karena itu, hal penting yang perlu Anda jaga adalah memiliki sikap tenang agar Anda tidak kehilangan kesabaran.

Stres yang Anda rasakan dapat mengganggu nafsu makan anak sehingga mencegahnya untuk mengunyah makanan. Jadi, pastikan bahwa Anda tidak kehilangan ketenangan saat menyuapinya. Jadikan waktu makan sebagai aktivitas yang menyenangkan.

2. Pilih Makanan yang Sesuai

Meskipun penting bagi orang tua untuk memperkenalkan berbagai makanan pada anak, Anda harus mencatat bahwa ia harus dapat mengunyah apa pun yang Anda berikan padanya. Memberinya anggur atau popcorn mungkin bukan pilihan yang bagus jika ia tidak bisa mengunyahnya dengan baik. Risiko makanan tersangkut di tenggorokan dapat membuatnya tersedak.

3. Berikan Makan saat Lapar

Seorang anak dengan perut kenyang hampir tidak akan menyentuh makanan apa pun yang perlu dikunyah. Oleh karena itu, balikkan keadaan dengan menawarkan makanan saat rasa lapar anak sedang memuncak.

Si kecil mungkin menolak pada awalnya, akan tetapi rasa lapar akan segera mengambil alih dan membuatnya tidak punya pilihan selain mengunyah makanan dengan baik.

4. Membiarkannya untuk Makan Sendiri

Anak-anak yang menolak untuk mengunyah biasanya didorong oleh keinginan melakukan sesuatu dengan caranya sendiri. Anda dapat memanfaatkan momen ini untuk memberinya makanan.

Letakan makanan pada mangkuk dan berikan sendok kecil. Jangan khawatir, anak Anda akan melakukan semua yang dia bisa untuk menggunakan sendok dengan benar, bahkan jika itu melibatkan makanan yang mengharuskannya untuk mengunyah. Meski ia hanya berhasil beberapa gigitan, hal tersebut adalah awalan yang bagus.

Baca Juga: 14 Buah untuk Bayi yang Aman Dikonsumsi

5. Siapkan Makanan Ukuran Kecil yang Lembut

Saat anak tumbuh, ia akan mencapai tahap di mana ia akan dapat makan dan mengunyah makanan dengan rasa dan tekstur yang berbeda. Tetapi ketika anak masih sangat muda, Anda harus bersikap lunak padanya dan melakukannya dengan lebih lambat.

Anda bisa membuatkan finger food yang sehat dan enak. Siapkan sesuatu yang mudah dikunyah dan segera lumer di mulut.

6. Biarkan Anak Menggunakan Mainan

Selain mengunyah makanan, anak-anak juga meluangkan waktu untuk memahami cara menggunakan tangan untuk makan sendiri. Dengan berbagai tekstur makanan, akan ada contoh di mana anak Anda mungkin gagal mengambil buah dari piring atau membiarkannya terlepas dari tangannya.

Bermain dengan grabber toy dapat membantu merangsang indra motoriknya dan memberinya kepercayaan diri untuk bereksperimen dengan mengunyah.

7. Makan Bersama

Cara mengatasi bayi suka mengemut makanan lainnya adalah dengan meluangkan waktu untuk makan bersamanya. Tempatkan anak di kursi khusus bersama anggota keluarga lainnya untuk makan bersama. Cara ini akan mendorongnya untuk mulai mengunyah makanan padat. Tunjukkan padanya bahwa semua anggota keluarga mengunyah makanan.

8. Belajar dengan Meniru

Melihat anak-anak lain makan makanan padat juga akan mendorongnya untuk mengunyah. Terkadang Anda dapat mengundang beberapa tetangga, teman, atau sepupu dari kelompok usia yang sama untuk menyemangati anak Anda.

9. Atur Jarak Makan dengan Benar

Mengatur waktu makan yang tepat adalah sesuatu yang penting untuk memastikan rasa lapar, setidaknya 3-4 jam di antara waktu makan.

Selain itu, si kecil harus menyelesaikan makanan utamanya dalam 20-25 menit dan untuk camilan beri waktu 10-15 menit untuk menyelesaikannya.

Jika anak Anda membutuhkan waktu lebih lama dari itu, sudahi makannya. Selama periode waktu tertentu, anak Anda akan mulai menyelesaikan makanannya tepat waktu.

Baca Juga: Panduan Porsi Makan Bayi sesuai Tingkatan Usia

Penyebab Bayi Mengemut Makanan

Setelah mendapatkan penjelasan mengenai cara mengatasi bayi makan diemut seperti di atas, hal penting lainnya yang harus diketahui orang tua adalah adalah kenapa bayi suka mengemut makanan.

Pada dasarnya, tidak ada anak yang bisa langsung mengunyah makanan. Setiap anak memiliki kurva belajarnya sendiri dan kebanyakan anak mulai mengunyah makanan saat memasuki usia balita. Pada masa ini, beberapa anak memiliki masalah dengan mengunyah sehingga sering kali membuat orang tua stres.

Berikut adalah beberapa alasan kenapa bayi suka mengemut makanan, di antaranya:

1. Kurangnya Minat pada Makanan

Beberapa anak mungkin dihadapkan pada kondisi di mana ia mengonsumsi makanan yang sama berulang kali. Kadang-kadang, seorang anak memiliki ketertarikan pada makanan yang mudah dikunyah, sehingga membuatnya kehilangan minat untuk mencoba makanan dengan rasa dan tekstur yang berbeda.

2. Terlambat Mengenalkan Makanan Kental

Pada saat seorang anak berusia hampir satu tahun, dianjurkan untuk memperkenalkan rasa dan tekstur makanan yang berbeda kepadanya. Pada anak yang sepenuhnya bergantung pada ASI, mengunyah bisa menjadi tugas yang cukup sulit untuk ditangani di kemudian hari.

3. Pengenalan Makanan Padat yang Tertunda

Mengunyah adalah keterampilan yang perlu anak kembangkan sejak dini. Jika Anda memilih untuk memperkenalkan makanan padat hanya setelah ia dewasa, anak Anda mungkin mengalami kesulitan dalam menerima makanan padat dan lebih suka minum susu sepanjang waktu.

4. Masalah Gigi, Mulut, Wajah, Kepala, atau Leher

Balita dengan masalah gigi dan masalah orofasial, seperti bibir sumbing atau langit-langit mulut, dapat mengalami proses mengunyah yang sulit dan berat. Mengidentifikasi masalah dan memberikan perawatan yang tepat dalam kasus tersebut dapat membantu meningkatkan kemampuan mengunyahnya.

Jika anak Anda tidak menunjukkan tanda-tanda mengunyah bahkan setelah usia 12 bulan, konsultasikan dengan dokter anak untuk menentukan penyebab yang mendasarinya.

 

  1. Arora, Mahak. 2018. How to Teach a Child to Chew Food – Easy Ways for Parents. https://parenting.firstcry.com/articles/how-to-teach-a-child-to-chew-food-easy-ways-for-parents/. (Diakses pada 9 Agustus 2021).
  2. Vasisht, Puja Sharma. 2018. Why Is Chewing Food A Problem In Toddlers?. https://www.parentune.com/parent-blog/chewing-problems-in-toddlers/3111. (Diakses pada 9 Agustus 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi