Terbit: 21 Oktober 2021
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Batuk berdahak pada bayi dapat menyebabkan si Kecil rewel dan susah tidur. Saluran pernapasan yang terganggu karena dahak juga bisa menyebabkan bayi mengalami sesak napas. Simak beberapa cara mengatasi batuk berdahak pada bayi yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah dalam artikel berikut ini.

8 Cara Efektif Mengatasi Batuk Berdahak pada Bayi

Cara Mengatasi Batuk Berdahak pada Bayi

Meskipun batuk berdahak pada bayi tergolong ringan dan tidak serius, kondisi ini tetap tidak boleh dibiarkan. Ini dia beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi batuk berdahak pada bayi secara mandiri di rumah.

1. Menjaga bayi tetap terhidrasi dengan baik

Jaga bayi tetap terhidrasi agar lendir atau dahak bisa mengalir dan dikeluarkan melalui batuk. Dalam kondisi dehidrasi (kekurangan cairan), ingus dan sekresi lain akan mengering sehingga sulit dibersihkan dengan batuk.

Menghidrasi bayi dapat dilakukan dengan menyusui atau memberinya susu formula secara teratur sesuai kebutuhan. Untuk bayi berusia di bawah 6 bulan, tidak perlu diberi cairan tambahan. Sementara untuk bayi yang lebih besar di atas usia 6 bulan, Anda dapat memberikan cairan tambahan berupa jus tanpa gula.

2. Tetesan air asin

Cara lain yang bisa meredakan batuk berdahak pada bayi adalah dengan obat tetesan air asin yang bisa dibeli secara bebas. Tetesan garam atau air asin membantu dahak mengalir ke bagian belakang hidup lalu tenggorokan.

Berikan 2 hingga 3 tetes garam per lubang hidung sebanyak beberapa kali sehari. Setelah diberi tetesan, mungkin bayi akan bersin, namun ini adalah respon yang normal. Namun, orang tua harus berhati-hati menggunakan cara ini atau konsultasi ke dokter.

3. Coba suction

Anda juga bisa mencoba menyedot lendir dari hidung bayi sebelum mencapai tenggorokan dan mengiritasi tenggorokan serta saluran napasnya. Setelah menggunakan tetes air asin, ambil spuit bulb dan tarik untuk mengeluarkan udara.

Sambil tetap ditekan, masukkan seperempat hingga setengah inci ke dalam lubang hidung bayi. Kemudian lepaskan tekanan agar jarum suntik bisa menyedot lendir keluar hingga bersih. Ulangi proses ini seperlunya, namun jangan terlalu sering agar tidak terjadi iritasi pada hidung bayi.

4. Jaga udara dalam ruangan tetap lembap

Melembapkan udara yang dihirup bayi adalah cara lain untuk membersihkan saluran pernapasannya dari dahak. Anda bisa menggunakan humidifier untuk melembapkan udara di kamar tidur bayi.

Namun, banyak ahli kesehatan menyarankan metode steam atau penguapan di dalam kamar mandi karena kadar kelembapan udaranya lebih tinggi. Caranya cukup dengan mengalirkan air panas di dalam kamar mandi, tutup pintu kamar mandi, lalu biarkan kelembapan udaranya meningkat, cukup selama 10-15 menit saja.

5. Beri madu pada bayi

Untuk bayi yang sudah berusia 12 bulan atau lebih, Anda bisa memberikan madu pada si Kecil saat sebelum tidur siang atau tidur di malam hari. Madu dapat melapisi tenggorokan bayi untuk meredakan rasa sakit. Penelitian mengungkapkan bahwa madu memiliki khasiat yang sama dengan dekstrometorfan.

Berikan satu sendok teh mau pada bayi atau sesuai kebutuhan. Namun, jangan berikan pada bayi di bawah usia 12 bulan.

6. Beri topangan pada bayi

Apabila bayi lebih sering batuk di malam hari, para ahli menyarankan untuk memberi topangan pada bayi agar posisi tubuhnya sedikit lebih tegak. Anda bisa menggunakan bantal tambahan untuk mengangkat kepalanya sehingga pernapasan bayi menjadi lebih lancar.

Selain itu, sebaiknya selama bayi batuk Anda tidur di ruangan yang sama dengan bayi sehingga dapat membantunya ketika ia tiba-tiba batuk di malam hari.

7. Jauhkan dari bahan iritan

Cara mengatasi batuk berdahak pada bayi dengan menjauhkan bayi dari paparan asap, debu, atau bahan kimia berbahaya yang mungkin memperburuk kesehatan bayi. Paparan terhadap iritan bisa menjadi salah satu penyebab batuk berdahak pada bayi, dan bisa juga memicu asma serta alergi. Zat-zat iritan bisa saja berupa asap tembakau, debu, jamur, dan zat yang lainnya.

Upaya lain yang bisa dilakukan adalah dengan tidak membawa bayi keluar ruangan saat kualitas udara sedang buruk. Jaga udara di dalam rumah tetap bersih dengan cara berikut ini:

  • Tidak merokok di sekitar bayi atau di dalam ruangan.
  • Menyedot debu yang ada di karpet atau kasur dengan penyedot debu yang dilengkapi filter HEPA (udara partikulat efisiensi tinggi).
  • Menjaga kelembapan udara di rumah pada kisaran 40 sampai 50 persen.
  • Menjauhkan hewan peliharaan dari kamar tidur bayi.
  • Menggunakan penutup kasur dan bantal anti alergi.

Baca Juga: Bibir Kering pada Bayi: Penyebab dan Cara Mengatasinya

8. Konsultasi ke dokter

Silakan konsultasi ke dokter bila baduk berdahak pada bayi tidak kunjung sembuh dan diikuti dengan gejala lain yang mengkhawatirkan seperti bayi demam, sesak napas, tidak nafsu makan, atau semakin rewel. Dokter akan memberi perawatan dan saran pengobatan terbaik untuk kesembuhan si Kecil.

Gejala Batuk Berdahak pada Bayi yang Harus Diwaspadai

Perhatikan munculnya gejala batuk berdahak pada bayi agar Anda tahu kapan saat yang tepat untuk membawanya ke dokter. Gejala yang sering muncul antara lain:

  • Kesulitan bernapas atau sesak napas.
  • Demam tinggi lebih dari 38°C (untuk bayi di bawah 3 bulan) atau lebih tinggi dari 39°C (untuk bayi di atas 3 bulan).
  • Batuk berdarah.
  • Kesulitan menelan.
  • Kesulitan membuka mulut lebar-lebar.
  • Pembengkakan amandel yang signifikan di satu sisi.
  • Bayi tidak bisa tidur karena batuk terus-menerus.
  • Batuk pada bayi baru lahir di usia beberapa minggu.
  • Batuk berlangsung selama 8 minggu berturut-turut atau lebih.
  • Batuk yang semakin parah, terutama setelah 3 minggu dari munculnya gejala awal.
  • Batuk yang disertai keringat dingin di malam hari dan menyebabkan penurunan berat badan.

Itulah pembahasan tentang cara mengatasi batuk berdahak pada bayi. Batuk adalah salah satu penyakit yang sangat mudah menyerang bayi, namun keberadaan penyakit ini tidak boleh dianggap enteng. Segera periksakan anak ke dokter jika gejala batuk tidak kunjung sembuh atau hingga mengganggu aktivitas dan si Kecil.

 

  1. Iftikhar, Noreen. 2021. How to Suction Mucus Out of Your Baby’s Throat. https://www.healthline.com/health/baby/how-to-get-mucus-out-of-baby-throat#first-aid-for-choking. (Diakses pada 16 Oktober 2021)
  2. Marcin, Ashley. 2020. 7 Cough Remedies for Babies. https://www.healthline.com/health/baby/how-to-help-baby-with-cough. (Diakses pada 16 Oktober 2021)
  3. Texas Children’s Hospital, 2020. Here’s what your baby’s cough could mean. https://www.texaschildrens.org/blog/here%E2%80%99s-what-your-baby%E2%80%99s-cough-could-mean. (Diakses pada 16 Oktober 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi