Terbit: 16 Maret 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Ketika bayi baru lahir, ia akan banyak menghabiskan waktu untuk tidur dan menyusu. Anda mungkin berpikir bahwa bayi baru lahir tidak membutuhkan mainan. Namun sebenarnya meskipun baru lahir, bayi tetap membutuhkan mainan untuk merangsang saraf motorik dan sensorik pada tubuhnya. Lalu mainan seperti apa yang baik untuk bayi yang baru lahir?

6 Mainan Pilihan Untuk Bayi Baru Lahir

Saat akan memilih mainan untuk bayi, sebaiknya hindari membelikan mainan yang berukuran kecil agar tidak tertelan atau membuat bayi tersedak. Selain itu pilih mainan yang bertekstur dan berwarna mencolok untuk membantu merangsang indra bayi.

Dilansir dari laman The Bump, berikut ini beberapa pilihan mainan terbaik untuk bayi baru lahir:

1. Activity mats
Activity mats adalah mat atau alas tidur yang memiliki banyak gantungan permainan di atasnya. Mainan ini dapat membantu merangsang penglihatannya dan mengenalkan anak akan perbedaan warna.

2. Kotak musik
Pendengaran bayi juga masih berkembang hingga usia balita. Memberinya mainan bermusik dapat membantu menenagkan dan merangsang pendengarannya. Coba mainkan dengan suara yang pelan sebagai lagu pengantar tidur untuk membuat bayi tidur lebih nyenyak.

3. Cermin
Meskipun penglihatan bayi masih samar, namun ia bisa mengenali orang lain dan dirinya sendiri. Selalu dampingi bayi saat bermain cermin untuk mencegah kemungkinan cedera.

4. Buku cerita
Anda bisa memilih buku cerita berbahan lembut dengan gambar timbul untuk melatih indra peraba anak. Dengan warna cerah dan bentuk yang unik, anak anak tertarik untuk memainkan buku tersebut.

5. Mainan gemerincing

Suara gemerincing yang lirih dapat menarik perhatian anak. Si kecil mudah tertarik pada suara yang keluar dari benda yang dipakainya.

6. Mainan sensorik
Untuk mengembangakan sensorik anak, Anda bisa memberinya mainan yang lembut dan kenyal saat disentuh, dipegang atau ditekan si kecil. Permainan ini dapat merangsang kognitif anak ketika berusia lebih besar.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi