Terbit: 28 Oktober 2021
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Tampon dinilai sebagai salah satu alat kebersihan wanita yang nyaman dan praktis, serta lebih higienis karena tidak menyebabkan area intim menjadi lembap. Ketahui bagaimana cara pakai tampon untuk haid yang benar berikut ini.

Ladies, Ini Cara Menggunakan Tampon yang Benar!

Apa Itu Tampon dan Bagaimana Menggunakannya?

Ketika wanita mengalami menstruasi, ada beberapa pilihan produk yang bisa dipilih untuk menyerap cairan darah menstruasi termasuk pembalut, menstrual cup, atau tampon.

Menurut Food and Drug Association (FDA), Amerika Serikat, tampon adalah salah satu alat yang digunakan untuk menyerap cairan darah selama periode menstruasi. Tampon dirancang sedemikian rupa untuk bisa dimasukkan ke dalam vagina, baik dengan atau tanpa aplikator.

FDA mengkategorikan tampon sebagai salah satu peralatan medis, karena tampon hanya boleh digunakan sekali saja lalu dibuang. Tampon yang baik menurut FDA adalah yang terbuat dari katun, rayon campuran antara keduanya. Selain itu, tampon juga harus bebas dari unsur klorin agar tidak berbahaya.

Ada juga tampon yang bisa digunakan berulang kali, namun FDA belum menyetujui jenis tersebut. Karena tampon yang digunakan berkali-kali dapat menyebabkan infeksi jamur dan bakteri.

Cara Menggunakan Tampon yang Benar

Memasukkan tampon tidak bisa sembarangan, apalagi jika baru pertama kali. Pastikan Anda sudah mencuci tangan hingga bersih dan cari posisi senyaman mungkin agar lebih mudah dimasukkan. Berikut ini cara pakai tampon untuk haid yang benar:

1. Cuci tangan yang bersih

Karena Anda akan menyentuh area yang sangat intim, pastikan tangan Anda sudah bersih. Jangan sampai ada kotoran atau bakteri lain yang masuk ke dalam vagina. Cuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah memasang tampon.

2. Cari posisi yang nyaman

Jika Anda baru pertama menggunakan tampon, pastikan Anda tidak salah memasukkan tampon ke dalam lubang uretra tempat keluarnya urine. Masukkan tampon ke lubang vagina yang ukurannya lebih besar dari lubang uretra.

Buat Anda yang belum tahu, Anda bisa menggunakan cermin untuk memastikan Anda tidak salah memasukkan tampon. Cari posisi yang nyaman, misalnya duduk di atas toilet dengan posisi kedua lutut terbuka lebar agar lebih mudah memasukkan tampon.

Baca Juga: Siklus Menstruasi: Gejala, Fase, Haid Normal dan Tidak, Penyebab, dll

3. Ikuti instruksi pakai tampon pada kemasan

Baca instruksi yang tertulis pada kemasan tampon. Karena produk tampon berbeda, maka cari tahu bagaimana cara menggunakan aplikator dengan benar.

Di pasaran tersedia beberapa macam ukuran tampon: regular, super, dan super plus. Masing-masing ukuran memiliki daya tampung yang berbeda.

Jika aliran menstruasi sedang deras atau Anda bermaksud menggunakan tampon dalam waktu lama, pilih ukuran super atau super plus. Tetapi bagi pemula sebaiknya gunakan ukuran reguler untuk mencegah rasa tidak nyaman dan agar bisa dimasukkan dengan lebih mudah.

Cara pakai tampon untuk haid:

  • Karena Anda sudah berada pada posisi yang nyaman, masukkan secara perlahan ke dalam vagina.
  • Pegang bagian tengah tampon dengan ibu jari dan jari telunjuk, dorong tabung luar tampon hingga jari-jari Anda menyentuh bukaan vagina.
  • Namun bagian pegangan dan benang harus tetap berada di luar vagina.
  • Pastikan posisi tampon berada di sudut 45 derajat.
  • Begitu Anda merasa nyaman dan posisi tampon sudah tepat, dorong tabung bagian dalam tampon.
  • Tampon telah selesai dipasang.
  • Selalu pastikan tali tampon berada di luar vagina, karena Anda hanya bisa mengeluarkan tampon dengan menarik benang ini.

4. Pastikan tidak ada rasa tidak nyaman

Tampon harus dimasukkan cukup jauh ke dalam vagina agar terasa nyaman. Jika posisi tampon tidak masuk cukup jauh, Anda akan merasa tidak nyaman, terutama ketika duduk.

Namun jika tampon dimasukkan dengan benar maka Anda tidak merasakan apa-apa. Jadi, ketika Anda merasa ada yang mengganjal, cek lagi apakah posisi tampon di dalam vagina sudah benar.

5. Mengganti tampon

Tampon tidak boleh digunakan dalam waktu lama. Pastikan Anda mengganti tampon setiap 4-8 jam atau setiap kali terasa sudah basah. Jika Anda sudah siap untuk mengganti tampon, cari posisi yang nyaman seperti saat memakai tampon.

Baca Juga: Pembalut yang Aman, Ketahui Tips Memilih dan Cara Menggunakannya!

6. Cara melepas tampon

Rilekskan otot Anda, jangan tegang karena melepas tampon tidak akan terasa sakit. Mulai dengan menarik tali tampon secara perlahan, lalu buang ke tempat sampah. Jangan membuang tampon ke dalam toilet agar tidak menyebabkan penyumbatan.

Perlu diketahui bahwa Anda mungkin tidak bisa mendapatkan posisi yang benar ketika baru pertama kali memakai tampon. Namun seiring berjalannya waktu, Anda akan merasa lebih nyaman mengenakan tampon.

Selalu bawa tampon cadangan agar Anda bisa mengganti tampon setiap saat. Jangan memakai tampon terlalu lama untuk mencegah tumbuhnya bakteri.

Itulah cara pakai tampon untuk haid. Jika muncul rasa nyeri, demam, reaksi alergi, atau gejala lain yang tidak biasa, segera hubungi dokter.

 

  1. Food and Drug Administration. 2021. The Facts on Tampons—and How to Use Them Safely. https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/facts-tampons-and-how-use-them-safely. (Diakses pada 26 Oktober 2021)
  2. Planned Parenthood. 2020. How do I use tampons, pads, period underwear, and menstrual cups? https://www.plannedparenthood.org/learn/health-and-wellness/menstruation/how-do-i-use-tampons-pads-and-menstrual-cups. (Diakses pada 26 Oktober 2021)
  3. Torchia, Isabella. 2018. How to Put In a Tampon For the First Time. https://www.knixteen.com/blogs/the-rag/how-to-put-in-a-tampon. (Diakses pada 26 Oktober 2021)
  4. University of Colorado. 2019. How To Insert A Tampon. https://obgyn.coloradowomenshealth.com/health-info/teens/how-to-insert-tampon. (Diakses pada 26 Oktober 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi