Apa itu Bisul? Bagaimana Pengobatannya?

Share Artikel ini melalui: Twitter Facebook MySpace Digg Digg friendster wordpress technorati

DokterSehat.com – Anda pernah mengalami bisul? Penyakit ini memang hanya merupakan foliker kecil pada kulit, namun rasa nyeri yang diakibatkan sering membuat orang tidak tahan.

Hal itu yang dirasakan Novi Diah (30). Ibu tiga anak tersebut pernah menderita bisul di pantatnya. Malah itu terjadi saat dia akan melahirkan anak keduanya. “Jadi benar-benar menderita,” ujarnya.

Rasa sakit, kata Novi, baru hilang ketika bisul pecah dan mengeluarkan nanah. “Kalau sudah pecah, dipencet, baru agak ringan,” ungkapnya.

Menurut dr Ida Yuliati MHKes, bisul adalah radang pada daerah folikel rambut kulit dan sekitarnya. Penyebab tersering adalah bakteri—biasanya staphylococcus aureus. Karena itu, bisul dapat juga diartikan sebagai infeksi lokal pada kulit dalam. “Awalnya hanya folikel rambut yang terinfeksi. Tetapi karena adanya gesekan, iritasi, dan kurang bersihnya perawatan tubuh, infeksi tersebut dapat menyebar ke jaringan sekitarnya dan menjadi bisul,” ujar Ida.

Bisul biasanya berawal dari benjolan merah dan lunak di daerah kulit, yang lama-kelamaan akan menjadi lebih keras. Kemudian di tengah benjolan tersebut akan terbentuk puncak berwarna putih yang akan memecah. Namun ada kalanya bisul harus mendapatkan proses pembedahan minor, untuk mengeluarkan cairan yang disebut nanah.

“Cairan nanah yang ada dalam bisul pada dasarnya merupakan sel darah putih. Nanah terbentuk dari mekanisme pertahanan tubuh untuk melawan bakteri yang menginfeksi daerah kulit yang terjadi bisul,” jelas Ida.

Ida menyebutkan, bisul juga dapat disebabkan tersumbatnya kelenjar minyak, yang kemudian terinfeksi. Bisul seperti itu dinamakan akne kista, biasanya terjadi di kulit wajah para remaja. Ada juga bisul yang disebut hidradenitis suppurativa yang disebabkan radang lokal kelenjar keringat.

Biasanya bisul yang timbul lebih dari satu buah, lokasinya di daerah ketiak atau pangkal paha. Ada lagi bisul yang disebut kista pilonidal, biasanya terjadi di lipatan bokong. “Awalnya hanya berupa infeksi di folikel rambut, kemudian ditambah dengan iritasi dari tekanan karena duduk terlalu lama,” jelas kepala RSUD A Manaf Kota Jambi tersebut.

Adapun tempat yang paling sering terjadi bisul adalah di daerah tubuh yang banyak terjadi gesekan, misalnya ketiak dan bokong.

Bagaimana jika bisul terjadi berulang-ulang? Ida mengatakan, jika terjadi berulang-ulang, harus dicari penyebab dasarnya. “Sebaiknya diperiksakan ke dokter,” kata Ida.

Ada kalanya bisul dilatarbelakangi penyakit tertentu, seperti kencing manis, penyakit ginjal berat, dan penyakit berat lainnya. “Jadi perlu pemeriksaan Khusus,” sebutnya.(nid)

Kompres dengan Air Hangat

BAGI yang pernah mengalami bisul, tentu tahu rasanya sakit sekali. Penanganan yang baik akan membantu meringankan rasa nyeri tersebut.

Menurut dr Ida Yuliati MHKes, untuk pengendalian awal, yang dapat dilakukan bila sudah terlihat akan terjadi bisul, adalah segera kompres dengan air hangat. “Fungsinya meningkatkan sirkulasi darah ke tempat tersebut,” kata Ida.

Pengobatan dengan cara pemberian krim atau salep antibiotik. Namun pemberian krim atau salep tersebut harus dengan resep dokter, agar sesuai dengan penyebab bisul

Namun bila tidak ada perubahan ke arah perbaikan, untuk bisul yang ada puncak putihnya, sebaiknya dikeluarkan nanahnya melalui cara biasa, seperti dipencet.

Tetapi untuk bisul yang padat, sakit, dan tidak bermata, sebaiknya jangan dipijat karena tidak akan ada nanah yang dapat dikeluarkan. Bisa jadi bisul tersebut memerlukan operasi bedah minor.

Selain itu, jika bisul yang tumbuh dalam jumlah banyak, sehingga menyebabkan deman, harus ditambah obat antibiotik.
Untuk pencegahan, yang tidak kalah penting adalah selalu menjaga kebersihan kulit tubuh, sehingga bisa meminimalisasi terjadinya infeksi yang bisa menyebabkan bisul.

sumber dari catatan Indrawan Husairi

VN:F [1.9.3_1094]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.3_1094]
Rating: +2 (from 2 votes)
Apa itu Bisul? Bagaimana Pengobatannya?, 10.0 out of 10 based on 1 rating



Artikel Sejenis

5 komentar | beri komentar

  1. avatar comment-top

    Bisul identik diobati dengan salep warna hitam. Benarkah salep itu ampuh dan dibenarkan secara medis ?
    Bagaimana mekanisme kerja salep itu (jika benar bisa sebagai obat)

    Komentar Yang Sangat Menarik! Thumb up 7 Thumb down 3

    comment-bottom
  2. avatar comment-top

    Bagaimana perlakuan untuk bisul yang sudah pecah/ keluar matanya? karna yang pernah terjadi pada kawan saya bekas tempat keluar mata bisul menjadi berlubang?

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  3. avatar
    dr. Ronald Iskandar Says:
    August 19th, 2010 at 7:52 pm
    comment-top

    @Sang Adji – cukup diberikan salep antibiotik untuk mencegah infeksi lebih lanjut..thx

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 1 Thumb down 0

    comment-bottom
  4. avatar
    ichsan cahya adi Says:
    August 20th, 2010 at 10:31 am
    comment-top

    kalau bisul berada dikepada bagian belakang anak kecil (bayi usia 2bulan)bagaimana cara pengobatanya?? apakah lewat obat tradisional lewat asi ibu bisa? dan apakah obat/jamu tradisinalnya?
    thanks

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 1 Thumb down 0

    comment-bottom
  5. avatar comment-top

    anak saya umur 5 tahun laki-laki bisulan di dekat lubang anus. sudah dua kali dioperasi di RSUD Kota bekasi, tapi sampai sekarang masih sering kambuh. ini kenapa ya???? makasih.

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Memberi Komentar

Improve the web with Nofollow Reciprocity.