Terbit: 21 Oktober 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Virus Zika adalah virus yang menular melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini sama dengan jenis nyamuk yang menyebabkan demam berdarah dengue dan chikungunya. Ketahui informasi lengkapnya mulai dari gejala, penyebab, cara mengobati, dan lainnya! 

Virus Zika: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll

Apa Itu Virus Zika?

Virus Zika adalah virus berbahaya yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Sekitar 1 dari 5 orang yang terinfeksi virus ini menjadi sakit.

Sebagian besar orang yang terinfeksi virus ini tidak memiliki tanda dan gejala, sementara yang lainnya mengalami demam ringan, ruam, dan nyeri otot. Virus ini disebut juga penyakit virus Zika atau demam Zika.

Infeksi virus ini selama kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran dan menyebabkan mikrosefali, kondisi otak bawaan yang berpotensi fatal. Virus ini juga dapat menyebabkan gangguan neurologis lain seperti sindrom Guillain-Barre.

Tanda dan Gejala Virus Zika

Kebanyakan orang yang terinfeksi virus ini tidak memiliki tanda dan gejala, sementara yang lainnya melaporkan mengalami gejala ringan. Gejala yang muncul biasanya mulai dua hingga tujuh hari setelah digigit nyamuk yang terinfeksi.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Berikut ini sejumlah tanda dan gejala virus Zika:

  • Demam ringan.
  • Ruam.
  • Gatal di seluruh tubuh.
  • Nyeri sendi, otot, dan punggung bawah.
  • Sakit kepala.
  • Muntah.
  • Mata merah (konjungtivitis).
  • Sakit di belakang mata.

Kapan Waktu yang Tepat Harus ke Dokter?

Segera periksakan ke dokter jika Anda atau orang terdekat mungkin mengalami gejala virus Zika, terutama jika baru-baru ini bepergian ke daerah yang sedang terjadi wabah virus ini. Dokter akan melakukan tes darah untuk mendeteksi keberadaan virus atau penyakit serupa seperti virus demam berdarah atau chikungunya, yang ditularkan oleh jenis nyamuk yang sama.

Penyebab Virus Zika

Penyebab utamanya adalah virus menular melalui gigitan nyamuk spesies Aedes yang terinfeksi, terutama Aedes aegypti di daerah tropis dan subtropis. Nyamuk Aedes sering kali menggigit pada siang hari, tetapi paling sering pada pagi dan sore hari. 

Ketika nyamuk menggigit orang yang terinfeksi virus Zika, virus ini masuk ke dalam nyamuk. Nyamuk yang terinfeksi ini kemudian menggigit orang lain, sehingga virus tersebut masuk ke dalam aliran darah.

Virus ini pertama kali ditemukan di Hutan Zika, Uganda pada tahun 1947, tetapi wabah tersebut telah dilaporkan di Asia Tenggara dan Selatan, Kepulauan Pasifik, dan Amerika.

Faktor Risiko Virus Zika

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena virus ini, termasuk:

  • Bepergian ke daerah yang mengalami wabah Zika.
  • Wanita hamil yang terinfeksi menularkan kepada janin dalam kandungan. 
  • Berhubungan seksual tanpa kondom dengan pasangan yang terinfeksi.
  • Melakukan transfusi darah yang terkontaminasi.
  • Transplantasi organ yang terinfeksi.

Sampai saat ini, belum ada penularan virus dari ibu ke bayi selama menyusui.

Baca Juga: Apa Perbedaan Virus dan Bakteri? Begini Penjelasan Lengkapnya

Diagnosis Virus Zika

Sebagai langkah awal diagnosis, dokter mungkin akan menanyakan tentang riwayat kesehatan dan perjalanan sebelumnya pada pasien. Pastikan untuk menceritakan perjalanan ke luar negeri secara rinci, termasuk negara yang pernah dan pasangan seksual pasien kunjungi dan tanggalnya, serta kontak apa pun yang mungkin membuat pasien tertular.

Berkonsultasi dengan dokter tentang tes virus dan penyakit serupa seperti virus demam berdarah atau chikungunya, yang disebarkan oleh jenis nyamuk yang sama. Dokter mungkin akan melakukan tes darah atau tes urine untuk mendiagnosis.

Jika sedang hamil tanpa gejala infeksi virus ini dengan riwayat perjalanan baru-baru ini ke daerah dengan penularan virus Zika aktif, Anda disarankan melakukan tes dua hingga 12 minggu setelah pulang.

Setelah hasil tes positif, tidak meyakinkan, atau negatif, dokter mungkin akan menyarankan tes tambahan berikut:

  • Ultrasonografi (USG) untuk mendeteksi mikrosefali atau kelainan otak lainnya.
  • Mengambil sampel cairan ketuban menggunakan jarum berlubang yang dimasukkan ke dalam rahim (amniosentesis) untuk menyaring virus.

Pengobatan Virus Zika

Tidak ada obat khusus untuk mengobati penyakit ini. Perawatan dan pengobatan hanya mengatasi gejala. Berikut ini cara mengobati gejala virus Zika:

  • Perbanyak istirahat.
  • Perbanyak minum cairan untuk mencegah dehidrasi.
  • Minum obat seperti acetaminophen atau paracetamol untuk meringankan gejala demam dan nyeri.
  • Jangan minum aspirin atau obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) sampai diagnosis demam berdarah telah dikesampingkan pada orang yang berisiko karena risiko perdarahan.
  • Jika minum obat untuk kondisi medis lain, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat tambahan.

Untuk wanita hamil yang didiagnosis dengan Zika harus memantau pertumbuhan janin dan program anatomi setiap 3 sampai 4 minggu sekali. Juga hubungi dokter kandungan untuk memantau penyakit menular dan pengobatan iu dan janin.   

Baca Juga: 17 Tanaman Herbal Pembunuh Virus Paling Ampuh

Komplikasi

Ibu hamil yang terkena Zika mungkin berisiko mengalami keguguran dan mikrosefali, kondisi otak bawaan yang berpotensi fatal.

Selain itu, virus ini juga dapat menyebabkan sindrom Zika bawaan, yang meliputi cacat lahir berikut ini:

  • Mikrosefali parah dengan tengkorak lebih kecil.
  • Kerusakan otak dan berkurangnya jaringan otak.
  • Kerusakan pada mata.
  • Masalah persendian, termasuk gerak tubuh menjadi terbatas.
  • Gerakan tubuh berkurang karena tonus otot yang terlalu banyak setelah lahir.
  • Gangguan neurologis seperti sindrom Guillain-Barre.

Pencegahan Virus Zika

Saat ini tidak ada vaksin untuk mencegah penularan virus ini. Namun, ada beberapa langkah yang dapat menghindari gigitan nyamuk untuk menghindari penularan virus.

Berikut ini cara mencegah penularan gigitan nyamuk: 

  • Menggunakan obat nyamuk.
  • Mengenakan pakaian lengan panjang dan celana panjang jika ke tempat yang berisiko digigit nyamuk.
  • Memakai kelambu di atas tempat tidur.
  • Menggunakan kasa pada jendela dan pintu.
  • Menghindari daerah yang memiliki genangan air.
  • Mengosongkan tangki.
  • Memilih berkemah jauh dari danau atau kolam.

Ketika bepergian ke negara-negara di mana virus Zika atau virus lainnya ditemukan, dan itu disebabkan oleh gigitan nyamuk, lakukan langkah-langkah berikut:

  • Tetap berada di tempat-tempat dengan AC atau ruangan yang menggunakan jendela dan pintu untuk mencegah nyamuk dari luar.
  • Menggunakan penolak serangga (semprotan nyamuk maupun lotion antinyamuk).
  • Jika juga menggunakan tabir surya, gunakanlah sebelum menerapkan obat nyamuk.

Jika memiliki bayi atau anak, lakukan tips berikut:

  • Jangan menggunakan obat nyamuk pada bayi di bawah usia 2 bulan.
  • Berpakaian yang menutupi lengan dan kaki.
  • Tutup boks, kereta dorong, dan gendongan bayi dengan kasa nyamuk.
  • Jangan menerapkan obat nyamuk pada anak pada bagian tangan, area mata, area mulut, dan kulit yang terluka atau teriritasi.

Jika Anda menderita penyakit ini, lindungi orang lain dari virus ini dengan cara berikut:

  • Selama minggu pertama terinfeksi, virus dapat terdeteksi dalam darah dan menular dari orang yang terinfeksi ke nyamuk lain melalui gigitan nyamuk. Nyamuk yang terinfeksi kemudian dapat menyebarkan virus ke orang lain.
  • Untuk membantu mencegah orang lain dari sakit, hindari gigitan nyamuk selama minggu pertama sakit.

 

  1. Anonim. 2018. Zika virus. https://www.nhs.uk/conditions/zika/. (Diakses pada 21 Oktober 2020)
  2. Anonim. Tanpa Tahun. Penyakit Virus Zika (Zika Fever). https://covid19.kemkes.go.id/penyakit-virus/penyakit-virus-zika-zika-fever/#.X4_8_dAzbIU/. (Diakses pada 21 Oktober 2020)
  3. Mayo Clinic Staff. 2018. Zika virus. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/zika-virus/symptoms-causes/syc-20353639. (Diakses pada 21 Oktober 2020)
  4. Smith, Lori. 2017. Zika virus: Symptoms, facts, and diagnosis. https://www.medicalnewstoday.com/articles/305163#causes. (Diakses pada 21 Oktober 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi