Yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Memasang IUD

doktersehat-kontrasepsi-kb-spiral-iud-kehamilan
pic credit: sarah mirk

DokterSehat.Com– Bagi Anda dan pasangan yang ingin mencegah atau menjaga jarak kehamilan, biasanya akan memilih menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang. Ada beberapa pilihan alat kontrasepsi yang bisa bertahan jangka panjang, salah satunya adalah IUD.

IUD atau KB spiral adalah alat kontrasepsi berbetuk T berbahan plastik yang ditempatkan di dalam rahim unuk mencegah kehamilan. IUD terdiri dari dua jenis, yaitu IUD hormonal dan IUD yang berlapis tembaga. IUD tembaga umumnya dapat mencegah kehamilan hingga 10 tahun sejak pemasangan sedangkan IUD hormonal efektif untuk mencegah kehamilan selama 3-5 tahun.

IUD berlapis hormonal memiliki lapisan hormon progestin yang membuat cairan serviks lebih kental dan menipiskan rahim sehingga sperma tidak bisa masuk ke rahim. Sedangkan IUD tembaga efektif mencegah kehamilan dengan cara melepaskan unsur tembaga secara perlahan untuk menghalangi sel sperma naik dan mencapai sel telur. Zat tembaga ini juga yang membuat zigot tidak dapat bertahan hidup di dalam rahim dan saluran telur.

Secara umum proses pemasangan IUD ini sama dengan pemeriksaan ginekologi lainnya, yaitu dokter akan memasukkan IUD ke leher rahim. Proses ini hanya memakan waktu 10 menit dan tidak menimbulkan rasa sakit.

Penggunaan IUD ini tidak akan mengganggu hubungan seksual, termasuk saat terjadi penetrasi. Jika kabel halus IUD terasa terlalu panjang, Anda dapat meminta dokter untuk menyesuaikannya.

Beberapa efek samping yang mungkin terjadi setelah penggunaan IUD tembaga adalah munculnya flek sebelum menstruasi dan rasa kram perut. Efek samping lainnya adalah perubahan menstruasi yang kadang bertambah banyak atau justru berkurang.

Sedangkan bagi pengguna IUD hormonal, beberapa efek samping yang dirasakan antara lain munculnya jerawat, sakit kepala, perubahan mood dan nyeri payudara. Efek samping ini biasanya akan berkurang setelah pemakaian beberapa bulan.

Yang juga perlu Anda perhatikan, penggunaan IUD ini tidak cocok bagi wanita yang memiliki penyakit radang panggul, kanker serviks, kanker payudara, kelainan pada rahim, pernah mengalami pendarahan vagina, dan pernah memiliki masalah saat menggunakan KB spiral.

Sebaiknya Anda konsultasikan pada dokter kandungan sebelum menggunakan alat kontrasepsi. Gali informasi sebanyak-banyaknya mengenai pilihan alat kontrasepsi yang tepat dan nyaman bagi Anda dan pasangan agar penggunaan alat kontrasepsi dapat efektif mencegah kehamilan.