Terbit: 31 Agustus 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Xanthoma adalah kondisi di mana lemak menumpuk di bawah permukaan kulit. Simak penjelasan mengenai gejala, penyebab, hingga cara menghilangkan xanthoma, selengkapnya di bawah ini.

Xanthoma: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa Itu Xanthoma?

Xanthoma adalah suatu kondisi di mana terjadi penumpukan lemak di bawah kulit. Timbunan lemak di bawah kulit ini dapat bervariasi dalam ukuran, mulai dari sekecil kepala peniti hingga sebesar buah anggur. Kondisi ini sering terlihat seperti benjolan datar di bawah kulit dan terkadang tampak kuning atau oranye.

Jika Anda mengalami hal ini, Anda harus konsultasi dengan dokter untuk mencari tahu apa yang menyebabkannya. Beberapa kondisi yang menyebabkan penumpukan lemak dapat mengancam jiwa jika tidak ditangani.

Gejala Xanthoma

Keadaan ini mungkin muncul sebagai benjolan tunggal atau dalam kelompok. Benjolan yang muncul dalam kelompok dapat terjadi secara sekaligus.

Lesi kulit ini tidak memiliki bentuk dan ukuran yang seragam. Warnanya mungkin bervariasi dari kemerahan hingga kekuningan. Benjolan mungkin gatal atau lunak saat disentuh.

Jaringan kulit yang tumbuh abnormal ini dapat muncul di bagian tubuh manapun, termasuk di organ dalam. Namun, lokasi yang paling sering terdapat xanthoma adalah:

  • Persendian, seperti lutut dan siku.
  • Tendon.
  • Tangan.
  • Kaki.
  • Bokong.
  • Kelopak mata.

Penyebab Xanthoma

Keadaan ini biasanya merupakan gejala dari masalah kesehatan lain. Umumnya disebabkan karena tubuh memiliki kelebihan lemak (blood lipid). Kolesterol dan trigliserida adalah contoh blood lipid.

Xanthoma mungkin merupakan gejala dari kondisi medis yang mendasarinya, seperti:

  • Hiperlipidemia atau kadar kolesterol darah tinggi.
  • Diabetes, penyakit kronis yang menyebabkan kadar gula darah tinggi.
  • Hipotiroidisme, suatu kondisi di mana tiroid tidak menghasilkan hormon.
  • Primary biliary cirrhosis, kerusakan kantung empedu yang terjadi dalam jangka panjang.
  • Kolestasis, suatu kondisi di mana aliran empedu dari hati melambat atau berhenti.
  • Sindrom nefrotik, kelainan yang merusak pembuluh darah di ginjal.
  • Monoclonal gammopathy metabolic lipid disorder, kondisi genetik yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk memecah zat dan mempertahankan fungsi tubuh yang penting, seperti pencernaan lemak.
  • Kanker, suatu kondisi serius di mana sel-sel ganas tumbuh pada tingkat yang cepat dan tidak terkendali.
  • Efek samping obat-obatan tertentu, seperti tamoxifen, prednisone, dan cyclosporine.

Xanthoma sendiri tidak berbahaya, tetapi kondisi mendasar yang menyebabkannya perlu ditangani.

Baca Juga: 11 Jenis Penyakit Kulit yang Perlu Dikenali dan Cara Mengobatinya

Faktor Risiko Xanthoma

Seseorang berisiko memiliki keadaan ini jika memiliki salah satu kondisi medis seperti yang dijelaskan di atas. Anda juga lebih mungkin mengembangkan keadaan ini jika memiliki kadar kolesterol atau trigliserida yang tinggi.

Konsultasi dengan dokter diperlukan tentang risiko dan apa yang dapat Anda lakukan untuk meminimalkan kemungkinan mengembangkan kondisi tersebut.

Diagnosis Xanthoma

Seorang dokter kulit dapat mendiagnosis keadaan ini hanya dengan memeriksa kulit Anda secara langsung. Sejumlah pemeriksaan lain yang mungkin disarankan untuk membantu diagnosis, seperti:

  • Biopsi. Dokter akan mengambil sampel xanthoma dan mengirimkannya ke laboratorium untuk dianalisis. Prosedur ini berguna untuk memastikan benjolan tersebut adalah penumpukan lemak di kulit dan bukan kanker.
  • Tes kolesterol. Dokter mungkin akan menyarankan Anda tes darah untuk memeriksa kadar lipid darah, termasuk kadar kolesterol dan trigliserida.
  • Tes darah tambahan. Dokter mungkin menyarankan tes ini untuk memeriksa penyimpangan yang mungkin mengindikasikan diabetes, penyakit hati, pankreatitis, atau masalah tiroid.

Jenis Xanthoma

Penumpukan lemak di bawah kulit ini dapat diklasifikasikan berdasarkan presentasi klinisnya, di antaranya:

  • Xanthelasma

Xanthelasma (juga dikenal sebagai xanthelasma palpebrarum atau xanthelasma palpebrum), adalah bentuk paling umum dari keadaan ini. Jenis ini biasanya terletak di sekitar kelopak mata atas. Kelopak mata atas dan bawah dapat terpengaruh secara simetris.

  • Palmar Xanthoma

Jenis ini membuat kulit yang terkena terlihat berwarna kuning-oranye, terutama pada lipatan telapak dan pergelangan tangan. Ini adalah diagnosis untuk Type III hyperlipoproteinaemia.

  • Tuberous Xanthoma

Jenis ini memiliki ciri seperti nodul merah-kuning yang keras, tidak nyeri, berkembang di lutut, siku, dan tumit. Keadaan ini sering dikaitkan dengan Type III hyperlipoproteinaemia.

  • Tendon Xanthoma

Ini adalah nodul subkutan yang membesar secara perlahan yang biasanya ditemukan menempel pada tendon Achilles atau tendon di atas buku-buku jari. Jenis ini membuat warna kulit di atasnya tetap terlihat normal.

Jenis ini paling sering dikaitkan dengan familial hypercholesterolaemia, tetapi juga dapat dilihat pada cerebrotendinous xanthomatosis dan sitosterolaemia.

  • Eruptive Xanthoma

Benjolan ini biasanya muncul sebagai papula kuning 2-5 mm dengan tepi merah dan seringnya muncul di bokong/bahu, tetapi juga dapat meluas termasuk di dalam mulut. Papula mungkin lunak dan biasanya gatal. Keadaan ini disebabkan oleh hipertrigliseridemia

  • Verruciform Xanthoma

Ini adalah jenis langka yang tidak terkait dengan dislipidemia (peningkatan kadar lemak dalam darah). Keadaan ini paling sering memengaruhi mulut, di mana ditemukan sebagai solitary, asymptomatic lesion pada gingiva dan berhubungan dengan chronic graft-versus-host disease.

Pada alat kelamin, keadaan ini disebut Vegas (verruciform genital-associated) xanthoma dan muncul sebagai plak verrucous kuning-coklat atau merah. Lipid yang ditemukan dalam foamy macrophages diperkirakan berasal dari keratinosit, dan mungkin merupakan reaksi terhadap iritasi kronis.

Baca Juga: 10 Ciri-Ciri Kulit Sensitif dan Cara Merawatnya

Pengobatan Xanthoma

Jika penumpukan lemak di bawah kulit ini adalah gejala dari suatu kondisi medis, maka penyebab yang mendasarinya harus diobati. Hal ini diperlukan untuk menghilangkan pertumbuhan dan meminimalkan kemungkinan muncul kembali.

Perawatan lainnya yang bisa dilakukan adalah operasi pengangkatan, operasi laser, atau perawatan kimia dengan trichloroacetic acid. Namun, pertumbuhan lemak di bawah kulit dapat muncul kembali setelah perawatan, jadi metode ini tidak serta-merta menyembuhkan kondisi.

Diabetes dan kadar kolesterol yang terkontrol dengan baik cenderung tidak menyebabkan keadaan ini. Jangan lupa konsultasi dengan dokter diperlukan untuk menentukan perawatan mana yang tepat untuk Anda.

 

  1. Anonim. 2021. What Is a Xanthoma?. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/what-is-xanthoma. (Diakses pada 31 Agustus 2021).
  2. Herndon, Jaime. 2019. What Is Xanthoma?. https://www.healthline.com/health/xanthoma. (Diakses pada 31 Agustus 2021).
  3. Ngan, Vanessa. 2020. Xanthoma. https://dermnetnz.org/topics/xanthoma/. (Diakses pada 31 Agustus 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi