Terbit: 30 September 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Water birth adalah proses melahirkan normal yang berlangsung di bak/kolam yang berisi air hangat. Melahirkan di air bisa dilakukan di rumah sakit, klinik bersalin, atau di rumah. Apakah prosedur ini aman dilakukan oleh setiap ibu hamil? Apa saja manfaat dan risiko yang bisa didapatkan? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Water Birth (Melahirkan di Air): Manfaat, Risiko, Syarat, dan Persiapan

Apa Itu Water Birth?

Water birth adalah salah satu alternatif melahirkan normal. Anda bisa memilih melahirkan bayi di dalam air atau memilih melahirkannya di luar air. Jika Anda memilih melahirkan buah hati di dalam air, umumnya hal tersebut tidak dilakukan oleh dokter. Meski begitu, ada juga rumah sakit yang menawarkan melahirkan di air

Manfaat Water Birth

Memilih melahirkan di air selama tahap pertama persalinan, kondisi di mana serviks membesar dan kontraksi meningkat dalam frekuensi serta intensitasnya, dapat membantu:

  • Mengurangi nyeri persalinan atau kebutuhan anestesi tubuh
  • Mengurangi durasi persalinan
  • Memberi Anda rasa kendali yang lebih besar
  • Menghemat energi yang dikeluarkan tubuh
  • Mengurangi trauma perineum

Satu penelitian kecil mengungkapkan bahwa wanita yang melahirkan di air mungkin juga memiliki tingkat operasi caesar yang lebih rendah (13,2 persen versus 32,9 persen). Tidak hanya itu, wanita yang melahirkan dalam air dilaporkan lebih sedikit mengalami inkontinensia stres (stress incontinence).

Selain itu, salah satu mitos seputar metode ini adalah ketakutan bayi menghirup air. Padahal, 48 jam atau lebih sebelum persalinan, pernapasan janin mungkin berhenti sebagian karena peningkatan sekunder kadar prostaglandin E2.

Kenaikan ini mungkin karena pelepasan prostaglandin E2 oleh plasenta dan selaput ke dalam sirkulasi janin, kondisi ini diperkirakan mencegah bayi menghirup air.

Risiko Water Birth

Berikut adalah beberapa masalah langka yang dapat terjadi jika Anda memilih metode ini untuk membantu proses persalinan, antara lain:

  • Ibu dan bayi terkena infeksi
  • Tali pusat bisa putus sebelum bayi keluar dari air
  • Suhu tubuh bayi bisa jadi terlalu tinggi atau terlalu rendah
  • Bayi bisa menghirup air
  • Bayi mungkin mengalami kejang atau tidak bisa bernapas

Penting untuk diketahui, karena bayi tidak bernapas dalam rahim, secara teori bayi tidak bernapas sampai ia keluar dari air. Akan tetapi, jika bayi mengambil napas saat terendam, hal itu dapat menyebabkan komplikasi yang berpotensi serius seperti aspirasi mekonium atau meconium aspiration syndrome (MAS).

Selain itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memperingatkan bahwa bayi yang lahir di bawah air dapat tertular penyakit Legionnaires, salah satu bentuk pneumonia berat yang disebabkan oleh bakteri Legionella pneumophila. Kondisi ini umumnya terjadi akibat menghirup bakteri dari air ataupun tanah.

Sementara menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), meski metode ini aman dilakukan, melahirkan di ‘area kering’ tetap harus diusahakan oleh ibu. ACOG mengungkapkan, melahirkan di air belum terbukti secara ilmiah dapat memberikan manfaat bagi ibu dan janin.

Kondisi yang Tidak Dianjurkan Melahirkan di Air

Terdapat beberapa faktor yang mungkin menghalangi Anda untuk melahirkan di air. Berikut adalah beberapa kondisi yang tidak disarankan untuk melakukan metode ini, di antaranya:

  • Jika Anda menderita herpes. Virus penyakit ini dapat dengan mudah berpindah di dalam air.
  • Jika janin sungsang. Diskusikan dengan dokter mengenai risiko yang bisa dihadapi jika Anda melakukan metode ini.
  • Jika Anda telah didiagnosis mengalami perdarahan berlebihan atau infeksi maternal.
  • Jika Anda hamil anak kembar. Meski melahirkan di air aman dilakukan untuk persalinan anak kembar, diskusi dengan dokter diperlukan sebelum Anda melakukan metode ini.
  • Jika Anda menderita preeklamsia. Ini adalah gangguan kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan tingginya kandungan protein di dalam urine.
  • Jika terdapat mekonium berat. Mekonium atau feses pertama adalah sesuatu yang normal dimiliki oleh bayi yang baru lahir. Kondisi ini bisa menyebabkan bayi mengalami keracunan karena telah minum air ketuban yang mengandung mekonium, bisa sebelum, selama, atau setelah kelahiran.
  • Jika Anda lebih muda dari 17 tahun atau lebih dari 35 tahun.
  • Jika Anda memiliki bayi yang sangat besar.

Kondisi yang Aman untuk Melahirkan di Air

Ibu dan janin harus memenuhi semua kriteria berikut untuk bisa melahirkan di air, antara lain:

  • Secara umum sehat tanpa komplikasi kehamilan yang besar.
  • Mengandung satu janin yang kepala menghadap ke bawah.
  • Hamil minimal 37 minggu pada saat lahir.
  • Bukan pembawa (atau terinfeksi) HIV, hepatitis B atau C, atau memiliki infeksi aktif lainnya pada saat kelahiran.
  • Memiliki indeks massa tubuh di bawah 40.

Jika sebelumnya Anda pernah menjalani operasi caesar, bicarakan dengan dokter kandungan apakah Anda dapat melahirkan di air.

Baca Juga: Melahirkan dengan Forceps: Alasan, Cara Kerja, Risiko, dll

Persiapan Sebelum Melakukan Water Birth

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan sebelum melakukan metode ini, di antaranya:

  • Pastikan terdapat layanan melahirkan dalam air di daerah Anda.
  • Pilih layanan dan tenaga medis yang telah memiliki sertifikat untuk melayani persalinan jenis ini.
  • Jika Anda berencana melahirkan di rumah sakit, pastikan kebijakannya mengizinkan metode ini.
  • Tanyakan juga siapa yang akan membantu Anda selama proses persalinan.
  • Pertimbangkan segala kemungkinan saat konsultasi dengan dokter kandungan untuk mendapatkan hasil yang baik.

Rumah sakit yang menawarkan metode ini biasanya dilengkapi dengan peralatan untuk menangani masalah yang mungkin timbul selama persalinan. Jika ada masalah, dokter atau bidan mungkin harus mengeluarkan Anda dari bak dengan aman dan cepat.

Pada dasarnya, metode apa pun yang dipilih untuk melahirkan, yang terpenting adalah mendahulukan keselamatan.

 

  1. Anonim. The Basics of Water Birth. https://www.webmd.com/baby/water-birth#1. (Diakses pada 30 September 2020).
  2. Anonim. Water birth. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/water-birth. (Diakses pada 30 September 2020).
  3. Anonim. Water Births. https://americanpregnancy.org/labor-and-birth/water-births-658#:~:text=Water%20birth%20is%20the%20process,for%20the%20delivery%20as%20well. (Diakses pada 30 September 2020).
  4. Anonim. Water Births. https://www.ghs.org/healthcareservices/primary-care/ob-gyn/greenville-midwifery-care-birth-center/birthing-options/water-birth/. (Diakses pada 30 September 2020).
  5. Anonim. http://www.warkworthbirthcentre.co.nz/water-birth.html. (Diakses pada 30 September 2020).
  6. Bellefonds, Colleen de. 2019. Is a Water Birth Right for You?. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/water-birth/. (Diakses pada 30 September 2020).
  7. Marcin, Ashley. 2018. Water Birth Pros and Cons: Is It Right for You?. https://www.healthline.com/health/pregnancy/water-birth#what-to-expect. (Diakses pada 30 September 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi