Susah Konsentrasi dan Sering Melamun, Waspadalah Maladaptive Daydreaming

Doktersehat-susah-konsentrasi-dan-sering-melamun
Photo Credit: Flickr.com/Ana Sofía Mendoza

DokterSehat.Com – Melamun kerap menjadi ‘pelarian’ saat seseorang sedang dalam kondisi yang kurang nyaman atau tidak melakukan kegiatan apapun. Akan tetapi, melamun berlebihan juga perlu diwaspadai karena hal ini bisa jadi gejala adanya gangguan jiwa.

Menurut bapak psikologi, Sigmund Freud, melamun merupakan cara seseorang meredakan konflik yang sedang dialami. Fantasi yang tercipta saat melamun adalah campuran keinginan dan standar sosial masyarakat sekitar. Melamun juga sering diidentikkan dengan pikiran yang mengembara.

Pada beberapa orang, aktivitas melamun bisa terjadi dengan berlebihan. Tiap menit, jam, bahkan hari bisa berlalu hanya dengan melamun. Kondisi seperti ini disebut Maladaptive Daydreaming (MD).

baca juga: Melamun Tanda Tidak Bahagia?

Maladaptive Daydreaming merupakan kondisi melamun berlebihan hingga menggantikan interaksi dengan manusia di sekitarnya. Konsep ini diperkenalkan Eli Somer Ph.D pada tahun 2002. Menurut Somer, pengalaman menyakitkan atau trauma bisa memicu terjadinya MD.

Dalam penelitiannya, Somer menemukan responden yang menggunakan lamunan sebagai cara untuk menghindar dari situasi yang sulit. Melamun menjadi ‘jalan keluar’ saat responden berada dalam situasi yang kurang menyenangkan. Meski begitu, terkait hal ini perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk memastikan teori ini.

Bagi penderita MD, kondisi ini sebenarnya membuat mereka tidak produktif karena cenderung menghabiskan waktu untuk membangun mimpi dalam lamunannya dan tidak sadar waktu seharian sudah terlewati dengan sia-sia.

Sejauh ini belum ada penelitian apakah kondisi ini berhubungan dengan ketidakseimbangan mental. Tapi, terdapat teori yang menghubungkan MD dengan dissociative personality disorder, yakni kondisi seseorang tidak beriringan dengan sekelilingnya secara fisik maupun emosi.

Perlu diketahui, sering melamun juga bisa disebabkan oleh beberapa kondisi seperti tekanan darah rendah, kadar gula darah yang rendah, kelelahan, diabetes, gangguan hormon tiroid, dehidrasi, kurang tidur, ataupun gangguan psikosomatis yang menimbulkan keluhan fisik.

Selain itu, susah konsentrasi dan sering melamun bisa jadi disebabkan oleh kurangnya oksigen ke otak, di mana hal ini membuat otak memerintahkan tubuh untuk masuk ke keadaan istirahat yang membuat Anda mengantuk dan tidak fokus.

Guna mengetahui penyebab pasti dari keluhan Anda, diperlukan pemeriksaan langsung dan pemeriksaan lanjutan oleh dokter. Oleh karena itu, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter terdekat. Berikut beberapa tips yang mungkin dapat membantu Anda mengatasi susah konsentrasi dan sering melamun, di antaranya:

  • Penuhi kecukupan cairan tubuh.
  • Konsumsi makan makanan bergizi dengan tepat waktu.
  • Hindari stres dengan melakukan meditasi dan yoga.
  • Hindari aktivitas fisik terlalu berat.
  • Hindari begadang atau tidur terlalu malam.

Gejala Maladaptive Daydreaming 

Belum ada diagnosis untuk memastikan gejala MD. Namun, dari beberapa penelitian bisa disimpulkan beberapa gejala terkait MD, antara lain:

  1. Lamunannya rumit dan detail, kadang dibandingkan dengan film atau novel.
  2. Gerakan berulang ketika melamun adalah hal biasa, misal menggerakkan benda dalam genggaman.
  3. Terkadang penderita berbicara, tertawa, menangis, dan membuat ekspresi ketika melamun. Orang yang menderita MD mengetahui perbedaan lamunan dan kenyataan. Hal ini yang membedakan MD dengan skizoprenia atau psikopat.
  4. Seseorang bisa membutuhkan waktu berjam-jam melamun dan mengalami kesulitan tidur. Mereka juga mengacuhkan kebutuhan dasar seperti mandi, makan, dan aktivitas lain karena melamun.

baca juga: Bukan Kebiasaan Buruk, Berkhayal Ternyata Baik untuk Kesehatan

Pada dasarnya, melamun adalah kondisi yang terbilang normal, namun jika terlalu sering melamun hal itu justru mengganggu aktivitas dan membuat produktivitas sehari-hari Anda menjadi tidak optimal.

Melamun selama tidak disertai dengan adanya halusinasi baik halusinasi audio atau  halusinasi visual–melamun adalah sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan. Susah konsentrasi dan sering melamun adalah dua hal saling terkait yang membuat pikiran dapat dengan mudah beralih ke hal-hal tertentu.