Terbit: 30 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – TBC atau tuberculosis adalah penyakit yang biasanya menyerang paru-paru. Seseorang mengalami gangguan ini bisanya terinfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penderita TBC biasanya sering mengalami gejala mirip sekali dengan flu meski tidak kunjung sembuh. TBC juga menyebabkan seseorang mengalami gangguan susah napas.

Waspadai TBC Karena Bisa Menyerang Alat Kelamin

Selain menyerang paru-paru, TBC juga menyerang organ lain. Salah satu organ yang sering diserang oleh TBC adalah alat kelamin. Bakteri yang ikut dalam peredaran darah akan menyerang alat vital hingga menyebabkan masalah yang cukup serius.

Mengenal TBC Genital

Bakteri TBC yang ada di dalam tubuh tidak hanya menyerang paru-paru atau organ pernapasan saja. Lebih dari itu, bakteri bisa mengalir ke beberapa organ termasuk otak, tulang belakang, ginjal, dan alat kelamin.

TBC kelamin lebih sering menyerang wanita ketimbang pria. Organ yang diserang biasanya tuba falopi, uterus, dan ovarium. Kalau bakteri sudah sampai sini, gangguan akan terjadi sehingga kesuburan dari wanita akan menurun cukup drastis.

Pada pria, TBC biasanya menyerang testis, prostat, dan area di skrotum. Efek yang ditimbulkan sama saja, menyebabkan kesuburan jadi menurun meski kasus TBC ini cukup jarang terjadi.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

Gejala TBC Genital

TBC genital memiliki beberapa gejala di bawah ini.

  • Penurunan berat badan yang cukup masif.
  • Demam ringan yang terjadi berkali-kali.
  • Sering alami kelelahan.
  • Menstruasi tidak teratur.
  • Nyeri panggul.
  • Infertilitas pada pria dan wanita.

Cara Mengatasi TBC Genital

Untuk mengatasi TBC pada alat vital sama saja dengan TBC pada umumnya. Biasanya dokter akan memberikan antibiotik yang dikonsumsi rutin selama beberapa  bulan. Kalau TBC pada alat vital sudah parah dan menyebabkan kerusakan di area tuba falopi, penyembuhan susah dilakukan.

Jadi, begitu gejala muncul dan kondisi belum parah, segera lakukan pengobatan. Dengan begitu, kerusakan di alat vital tidak akan terjadi.

Semoga ulasan di atas bermanfaat!


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi