Terbit: 12 Februari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Selama ini kampanye bahaya osteoporosis selalu berfokus pada wanita. Hal ini dilakukan banyak pihak karena wanita yang sudah mengalami menopause rentan mengalami kerapuhan tulang termasuk osteoporosis. Untuk itu, wanita yang sudah tidak menstruasi atau usianya memasuki 40-50 tahun disarankan mulai berolahraga dan banyak mengonsumsi makanan dengan banyak Vitamin D.

doktersehat-tulang-keropos-osteoporosis

Selain wanita, penyakit pengeroposan tulang belakang juga mengintai pria. Bahkan, persentase kematian pria akibat pengeroposan tulang lebih banyak dari wanita, berikut ulasan lengkapnya.

Osteoporosis pria yang berbahaya
Data terbaru dari Amerika Serikat menunjukkan kalau jumlah pria yang mengalami osteoporosis terus meningkat selama beberapa tahun terakhir. Diperkirakan selama tahun 2010 hingga 2030, jumlah pria yang mengalami osteoporosis meningkat sebanyak 51,8%. Sementara itu, jumlah wanita dengan osteoporosis hanya meningkat 3,5% saja.

Menurut Presiden Endocrine Society of Australia, kematian pria akibat patah tulang (tulang terlalu rapuh) terus meningkat dan lebih besar dari pria. Angka kematian setelah mengalami patah tulang panggul pada pria terjadi sebanyak 37% sementara wanita hanya 20% saja.

Dari data di atas terlihat jelas kalau pria sangat berisiko mengalami pengeroposan tulang atau osteoporosis. Untuk itu, mereka yang sudah berusia lanjut disarankan untuk lebih aktif berolahraga dan juga mengonsumsi makanan sehat khususnya yang bisa mengembalikan kepadatan tulang.

Faktor pemicu osteoporosis pada pria
Selain karena usia yang sudah lanjut, ada beberapa faktor yang menyebabkan pria jadi mengalami osteoporosis seperti layaknya wanita, berikut faktor-faktornya.

  • Punya riwayat osteoporosis di keluarga.
  • Kerap mengonsumsi alkohol saat mudah hingga tua.
  • Aktif merokok setiap hari.
  • Kurang asupan nutrisi khususnya yang mengandung Vitamin D seperti susu.
  • Pernah menggunakan obat tertentu seperti obat untuk kanker prostat, steroid untuk stamina olahraga, obat anti kejang, dan obat anti

DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi