Waspada Efek Samping Obat Kuat pada Pria!

Doktersehat-efek-samping-obat-kuat
Photo Credit: Flickr.com/Marco Verch

DokterSehat.com – Alih-alih menambah stamina saat berhubungan intim menjadi alasan banyak pria untuk mengonsumsi obat kuat. Padahal, efek samping obat kuat yang paling parah adalah bisa menyebabkan kematian.

Sedangkan efek obat kuat yang ringan seperti sakit kepala, sesak napas, dada berdebar-debar, gangguan pencernaan, dan muka memerah akibat pelebaran pembuluh darah di wajah. Bahaya obat kuat lainnya adalah membuat ejakulasi dini, menyebabkan impoten hingga kebuataan.

Seseorang yang gemar mengonsumsi obat kuat sejenis tadafil juga menunjukkan efek samping yang sama. Awalnya seseorang akan melihat warna biru lalu perlahan berubah jadi buram hingga tidak bisa lagi melihat.

baca juga: Mana yang Lebih Efektif untuk Impotensi, Obat Kuat atau Mengubah Gaya Hidup?

Tak hanya itu saja, efek samping obat kuat juga bisa menyerang ke ginjal, lambung, dan lever. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh sebuah tim dari University of Alabama di Birmingham, Inggris, menyimpulkan bahwa pria yang kerap mengonsumsi obat kuat viagra atau jenis obat kuat lainnya seperti cialis atau levitra, berisiko kehilangan pendengarannya dalam waktu yang lama.

Beberapa efek samping obat kuat yang mungkin sering terjadi adalah jantung berdebar-debar, sakit kepala ringan, sesak, gangguan pencernaan, ejakulasi dini hingga impoten. Selain itu, efek samping obat kuat juga diduga mampu mempercepat pertumbuhan tumor, penyusutan testis hingga kerontokan rambut di tubuh maupun kepala.

Obat kuat pria yang beredar di pasaran tidak lepas dari penggunaan zat kimia. Makin cepat obat itu bekerja maka makin tinggi kadar zat kimia yang digunakan. Meski begitu tak ada salahnya Anda mengonsumsi obat kuat, asalkan pembelian harus dilakukan di tempat yang tepercaya dan penggunaannya sesuai anjuran dan dosis yang diberikan dokter.

Pada dasarnya, obat seperti sildenafil, atau tadalafil, meski sering dikenal sebagai obat perangsang, sebenarnya hanya ditujukan untuk membantu para pria yang mengalami masalah disfungsi ereksi.

Obat-obatan itu tidak akan berfungsi jika penurunan gairah seksual atau libido disebabkan oleh faktor lain yang belum teratasi, seperti masalah psikis (kecemasan, depresi), akibat menderita penyakit tekanan darah tinggi, atau komplikasi dari diabetes. Jika libido Anda menurun, lebih baik konsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Pada dasarnya pria normal dan tidak memiliki masalah saat melakukan hubungan seks tidak dianjurkan mengonsumsi obat-obatan. Konsultasikan kondisi kesehatan Anda ke dokter spesialis urologi untuk memastikan apakah penggunaan obat kuat aman untuk digunakan.

Sementara itu, gangguan fungsi seksual pada pria dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:

  1. Penyakit tertentu

Disfungsi ereksi kerap dipicu oleh penyakit tertentu, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyumbatan pada pembuluh darah (aterosklerosis), diabetes, obesitas, sindrom metabolik, penyakit Peyronie (perkembangan jaringan parut di dalam penis) dan gangguan tidur.

Beberapa kondisi lain yang juga diketahui dapat menyebabkan gangguan ereksi adalah gagal ginjal, sirosis, kelebihan zat besi pada darah atau hemokromatosis, skleroderma (pengerasan kulit), serta penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) yang sering diderita oleh perokok.

Selain itu, penyakit yang menyerang sistem saraf juga mampu memengaruhi ereksi, misalnya epilepsi, stroke, multiple sclerosis, Alzheimer, Parkinson dan sindrom Guillain-Barré.

  1. Faktor psikis

Salah satu faktor penting saat ereksi yaitu kesehatan mental. Otak memainkan peran penting dalam memicu ereksi. Ereksi dimulai dengan adanya gairah seksual saat terjadi rangsangan, namun hal ini bisa terganggu karena beberapa kondisi psikologis seperti stres, depresi, kecemasan, atau masalah pada hubungan dengan pasangan. Gangguan seperti ini dapat diatasi dengan bantuan konsultasi atau terapi psikologis.

baca juga: Inilah 4 Obat Kuat Alami yang Aman, Bisa Anda Coba!

  1. Faktor usia

Usia dan tingkat stres dapat menjadi faktor-faktor penentu seseorang mengalami gangguan ereksi. Selain itu, pria dengan kepercayaan diri yang rendah juga dapat mengalami disfungsi ereksi.

  1. Cedera

Ketika bagian penis, bagian saraf, atau pembuluh darah di bagian punggung mengalami cedera, maka perlu diwaspadai karena hal itu dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Cedera di sekitar penis, juga dapat memicu pembentukan jaringan parut serta posisi penis yang melengkung secara tidak normal selama ereksi.

Selain itu, kebiasaan tertentu yang dapat menekan area di sekitar anus, seperti mengendarai sepeda dalam waktu yang lama, diduga dapat memicu terjadinya disfungsi ereksi juga. Cedera pada panggul yang memengaruhi organ seksual pria juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi.