Terbit: 4 Februari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Salah satu penyakit yang kerap ditakuti oleh wanita kalau kemaluannya mengalami lecet atau luka adalah herpes. Padahal tidak semua benjolan pada kelamin berujung pada herpes yang bisa membuat tubuh wanita jadi panas dan nyeri selama beberapa hari.

organ-intim-kelamin-kemaluan-doktersehat

Herpes sebenarnya tidak muncul dalam bentuk benjolan. Penyakit ini muncul ala bentuk lecet atau luka terbuka yang menyebabkan rasa sakit. Meski benjolan pada kelamin belum tentu herpes, Anda tetap harus mewaspadainya karena benjolan itu bisa saja gangguan tubuh di bawah ini.

1. Jerawat
Jerawat yang muncul dalam bentuk benjolan dan kadang bernanah ini tidak hanya terjadi di kulit wajah atau punggung saja. Ternyata jerawat juga bisa muncul pada kemaluan. Jerawat yang muncul pada vagina biasanya berwarna merah dan sedikit mengganggu karena rasanya sakit saat terkena gesekan.

Agar vagina tidak terkena jerawat, coba jaga kebersihannya. Selalu basuh hingga bersih usai buang air dan ganti celana dalam setiap hari agar tidak lembap dan bakteri di sekitarnya berkembang.

2. Infeksi
Infeksi bisa terjadi pada vagina atau mungkin penis kalau terjadi luka. Luka ini biasanya muncul saat kita membersihkan atau merapikan rambut kemaluan dengan pisau cukur.

Saat luka di sekitar kemaluan muncul, segera obati agar mengering dan tidak menyebabkan infeksi. Gunakan obat-obatan oles agar benjolan tidak muncul dan menyebabkan infeksi yang lebih parah.

3. Kista
Selain herpes yang harus Anda waspadai kalau vagina muncul benjolan adalah kista. Benjolan yang muncul akibat Anda terus duduk di kantor ini bisa terus membesar dan mengalami infeksi. Kalau kista sudah membesar, pengangkatan harus segera dilakukan agar tidak berbahaya untuk wanita dan tidak mengganggu fungsi vagina sebagai alat reproduksi dan organ seksual.

Kalau Anda mendapati benjolan pada kemaluan tidak kunjung hilang. Segera kunjungi dokter untuk melakukan konsultasi.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi