8 Penyakit Penyebab Benjolan di Leher yang Ringan hingga Berbahaya!

benjolan-di-leher-doktersehat

DokterSehat.Com – Benjolan di leher adalah gangguan kesehatan yang tidak boleh diabaikan. Meski benjolan di leher tapi tidak sakit, namun harus tetap diperiksakan ke dokter untuk mengetahui apakah ada kelainan pada kelenjar tiroid.

Memang, sebagian besar benjolan di leher dan pembengkakan di bawah kulit tidak berbahaya dan sembuh atau hilang dengan sendirinya. Namun, bukan berarti Anda dapat menganggap remeh benjolan tersebut.

baca juga: Leher Sakit Menandakan Kolesterol Tinggi?

Penyebab Benjolan di Leher yang Perlu Diwaspadai

Ada banyak penyebab pembengkakan di leher. Berikut adalah 7 penyakit penyebab benjolan di leher, di antaranya:

1. Tuberkulosis (TBC)

TBC tidak hanya terkait dengan kesehatan paru-paru. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis ini ternyata juga menyerang bagian lain seperti kelenjar, sehingga menyebabkan kelenjar getah bening di leher.

Penyakit ini diawali dengan demam berkepanjangan, batuk berlangsung lama, nafsu makan menurun, serta benjolan di leher, ketiak dan paha. Hanya saja yang sering ditemukan adalah benjolan di bagian leher. Benjolan tersebut terlihat mengelompok. Selain itu, benjolan sewaktu-waktu dapat pecah dan mengeluarkan cairan seperti nanah.

2. Gangguan kelenjar getah bening (lymphadenitis)

Kelenjar di leher berupa benjolan paling sering disebabkan oleh gangguan kelenjar getah bening. Penyebab benjolan di leher ini bisa disebabkan oleh adanya infeksi pada kulit kepala, sinus, amandel, tenggorokan, gusi, gigi maupun kelenjar ludah.

Infeksi tersebut biasanya disebabkan oleh virus dan bakteri. Pembesaran kelenjar getah bening dalam jangka waktu yang cepat juga dapat disebabkan oleh adanya sel kanker.

3. Struma

Struma adalah benjolan di leher tapi tidak sakit dapat disebabkan karena adanya pembesaran kelenjar gondok atau kelenjar tiroid. Penyakit ini disebut struma. Struma dapat disebabkan oleh autoimun, infeksi THT (telinga, hidung dan tenggorokan), tinggi dan rendahnya hormon yang dilepas oleh kelenjar ini.

Biasanya pembesaran yang disebabkan ketidakseimbangan hormon dapat mengecil dengan sendirinya saat hormon itu jumlahnya akan kembali normal.

Selain itu, struma juga dapat disebabkan oleh adanya sel-sel yang pertumbuhannya abnormal. Bila sel itu adalah tumor ganas biasanya benjolan malah cepat membesar sehingga harus segera diangkat.

4. Abses di leher

Abses di leher adalah kondisi di mana terdapat akumulasi nanah karena infeksi pada ruang-ruang yang ada di antara struktur leher, seperti dikutip dari ePainAssist.com. Ketika pengumpulan nanah meningkat, ada perluasan ruang jaringan lunak, yang mendorong terhadap struktur di leher, seperti lidah, kerongkongan, dan dalam kasus yang lebih parah, tenggorokan atau trakea. Leher adalah area yang sangat sensitif untuk pembentukan abses dan berpotensi menjadi serius jika tidak segera diobati. Abses leher juga dikenal sebagai abses cervical atau infeksi leher dalam.

Abses leher juga bisa berupa abses leher superfisial, di mana abses leher terbentuk pada lapisan luar leher; atau abses leher yang dalam di mana abses terbentuk di lapisan leher yang lebih dalam. Abses leher dapat menjadi serius jika tidak diobati, kemungkinan ukurannya membesar, ini dapat menekan trakea atau pipa udara dan menyebabkan pernapasan bermasalah. Perawatan abses leher terdiri dari obat-obatan, seperti antibiotik, dan drainase abses jika diperlukan.

5. Kanker kelenjar getah bening

Kelenjar getah bening adalah organ kecil berbentuk seperti kacang yang memproduksi dan menyimpan sel darah, yang membantu melawan penyakit dan infeksi. Namun beberapa kanker dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening. Kanker dapat mulai di kelenjar getah bening itu sendiri atau lebih umum mungkin menyebar dari bagian tubuh lainnya.

Nyeri atau pembengkakan pada kelenjar getah bening adalah gejala umum kanker yang dimulai pada sistem limfatik, seperti limfoma non-Hodgkin dan limfoma Hodgkin. Kanker yang dimulai di bagian lain tubuh dan menyebar ke kelenjar getah bening disebut metastasis. Bahkan ketika kanker menyebar ke kelenjar getah bening, kanker ini masih dinamai sesuai dengan area tubuh di mana kanker itu bermula.

Penyakit ini berbahaya dan dinilai dari tinggi angka stadium kanker kelenjar getah bening (stadium 1-4) dan penyebaran sel kanker itu sendiri dalam tubuh. Untuk kanker-kanker dengan stadium lanjut dapat menyebabkan hingga kematian. Selengkapnya simak stadium kanker kelenjar getah bening pada tautan berikut ini:

Baca juga: Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma) – Gejala, Penyebab, Obat

6. Cedera otot leher

Cedera otot leher atau yang sering disebut dengan tortikolis dapat menyebabkan benjolan pada otot-otot leher. Tortikolis seringkali terjadi karena pergeseran tulang belakang daerah leher.

Penyebab terburuk dari tortikolis adalah adanya tumor di daerah tulang belakang. Tortikolis yang sifatnya ringan, dapat diatasi dengan penyangga leher.

7. Kista epidermoid

Kista Epidermoid adalah benjolan kecil yang bukan kanker di bawah kulit, kista ini dapat terbentuk benjolan di leher. Kista Epidermoid dapat muncul di mana saja pada kulit, tetapi paling umum pada wajah dan badan.

Benjolan di leher tapi tidak sakit dan tumbuh lambat sehingga jarang menyebabkan masalah atau memerlukan perawatan. Anda mungkin memilih untuk mengangkat kista oleh dokter jika penampilannya mengganggu atau jika terasa sakit, pecah atau terinfeksi.

Banyak orang menyebut kista epidermoid sebagai kista sebaceous, tetapi keduanya berbeda. Kista sebaceous kurang umum. Ini muncul dari kelenjar yang mengeluarkan zat berminyak yang melumasi rambut dan kulit (kelenjar sebaceous).

8. Lipoma

Lipoma adalah benjolan lemak yang tumbuh lambat dan paling sering terletak di antara kulit dan lapisan otot yang mendasarinya. Benjolan di leher yang tampak pucat dan biasanya lunak, mudah bergerak bila ditekan jari. Lipoma biasanya terdeteksi pada usia pertengahan dan beberapa orang bisa memiliki lebih dari satu lipoma.

Lipoma bukanlah kanker dan biasanya tidak berbahaya. Perawatan umumnya tidak diperlukan, tetapi jika lipoma mengganggu Anda, terasa sakit atau membesar, Anda mungkin perlu menghilangkan benjolan oleh dokter.

baca juga: Pengobatan Benjolan di Leher pada Anak

Perlu diketahui, benjolan di leher dapat disebabkan oleh berbagai kondisi dan penyakit, bisa jadi gejala yang ditimbulkan tidak sekadar benjolan. Misalnya pada penderita yang disebabkan oleh kanker, terjadi perubahan kulit di sekitar daerah tersebut. Gejala lainnya yang bisa muncul adalah adanya darah pada air liur maupun dahak.

Benjolan pada leher dapat menjadi berbahaya apabila menghalangi pernapasan, Anda bisa mengalami kesulitan bernapas atau terdengar serak saat berbicara. Benjolan di leher yang menimbulkan hambatan jalan napas sehingga menimbulkan keluhan tersebut adalah kondisi serius yang perlu segera mendapat penanganan.

Selain itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah lengkap, foto Rontgen, USG, CT-scan atau MRI kepala dan leher–untuk menentukan apakah benjolan di leher berbahaya atau tidak.

Gejala Benjolan di Leher

Gejala benjolan pada leher disebabkan oleh berbagai kondisi dan penyakit, yang dapat menandakan berbahaya atau tidaknya benjolan tersebut. Berikut ini gejala yang bisa Anda kenali:

  • Benjolan bertahan lama di leher
  • Benjolan bertambah besar (dalam waktu mingguan atau bulanan)
  • Mobilitas benjolan (mobile atau immobile)
  • Batuk-batuk bertahan lama (lebih dari 2 minggu)
  • Benjolan terasa mengeras
  • Sesak napas/sulit bernapas
  • Demam
  • Sulit menelan
  • Menurunnya berat badan
  • Suara serak
  • Meningkatnya denyut jantung
  • Perubahan warna kulit di sekitar benjolan
  • Darah di air liur.

Diagnosis Benjolan di Leher

Jika menemukan benjolan pada leher Anda, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memeriksakannya ke dokter. Tergantung pada apa yang ditemukan, dokter dapat memesan satu atau lebih dari tes berikut:

1. Tes pencitraan

Tergantung pada kondisinya, dokter dapat memesan satu atau lebih tes pencitraan untuk menyelidiki benjolan di leher, untuk menentukan apakah benjolan itu berbahaya atau tidak. Tes-tes ini dapat mencakup:

  • Pemindaian ultrasound
  • Sinar X
  • CT-scan
  • Pemindaian Magnetic Resonance Imaging (MRI)
  • Pemindaian Positron Emission Tomography (PET)

2. Biopsi Aspirasi Jarum Halus (FNAB)

Dokter mungkin menyarankan Anda untuk menjalani biopsi untuk mengevaluasi benjolan jika ia merasa perlu. Biopsi aspirasi jarum halus adalah prosedur di mana dokter akan menggunakan jarum kecil melalui benjolan untuk menyedot beberapa sel pada benjolan untuk pengujian lebih lanjut. Untuk meningkatkan akurasi, sebagian besar FNAB dilakukan di bawah bimbingan ultrasound.

Pengobatan Benjolan di Leher

Tergantung pada apa yang ditemukan, dokter mungkin menyarankan Anda untuk menghilangkan benjolan dengan pembedahan. Dalam kasus di mana benjolan itu bersifat kanker, mungkin perlu untuk menghilangkan kelenjar getah bening di leher karena sel-sel kanker mungkin telah menyebar.

Beberapa benjolan di leher dapat diamati dengan aman. Dokter mungkin menyarankan Anda untuk melakukan tes tindak lanjut di kemudian hari untuk memeriksa apakah ada perubahan baru.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Antonius Hapindra Kasim.