Benjolan di Leher, Waspadai 7 Penyakit Ini

Doktersehat-benjolan-di-leher

DokterSehat.Com – Benjolan di leher adalah gangguan kesehatan yang tidak boleh diabaikan. Walau tidak disertai keluhan nyeri, benjolan di leher harus tetap diperiksakan ke dokter untuk mengetahui apakah ada kelainan pada kelenjar tiroid.

Memang, sebagian besar benjolan dan pembengkakan di bawah kulit tidak berbahaya dan sembuh atau hilang dengan sendirinya. Namun, bukan berarti Anda dapat menganggap remeh benjolan tersebut.

baca juga: Leher Sakit Menandakan Kolesterol Tinggi?

Berikut adalah 7 penyakit penyebab benjolan di leher, di antaranya:

  • Tuberkulosis (TBC)

TBC tidak hanya terkait dengan kesehatan paru-paru. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis ini ternyata juga menyerang bagian lain seperti kelenjar, sehingga menyebabkan kelenjar getah bening di leher.

Penyakit ini diawali dengan demam berkepanjangan, batuk lama, nafsu makan menurun, serta benjolan di leher, ketiak dan paha. Hanya saja yang sering ditemukan adalah benjolan di leher. Benjolan tersebut terlihat mengelompok. Selain itu, benjolan dapat sewaktu-waktu dapat pecah dan mengeluarkan cairan seperti nanah.

  • Gangguan kelenjar getah bening

Benjolan di leher paling sering disebabkan oleh gangguan kelenjar getah bening. Penyebab benjolan di leher ini bisa disebabkan oleh adanya infeksi pada kulit kepala, sinus, amandel, tenggorokan, gusi, gigi maupun kelenjar ludah.

Infeksi tersebut biasanya disebabkan oleh virus dan bakteri. Pembesaran kelenjar getah bening dalam jangka waktu yang cepat juga dapat disebabkan oleh adanya sel kanker.

  • Struma

Benjolan di leher juga dapat disebabkan karena adanya pembesaran kelenjar gondok atau kelenjar tiroid. Penyakit ini disebut struma. Struma dapat disebabkan oleh autoimun, infeksi THT, tinggi dan rendahnya hormon yang dilepas oleh kelenjar ini.

Biasanya pembesaran yang disebabkan ketidakseimbangan hormon dapat mengecil dengan sendirinya saat hormon itu jumlahnya kembali normal.

Selain itu, struma juga dapat disebabkan oleh adanya sel-sel yang pertumbuhannya abnormal. Bila sel itu adalah tumor ganas biasanya benjolan malah cepat membesar sehingga harus segera diangkat.

  • Infeksi kulit kepala

Sebuah benjolan kecil di leher juga dapat muncul karena adanya kulit kepala yang terinfeksi. Kondisi ini menjadi gatal dan terasa sakit. Nanah yang terbentuk dapat menyebabkan peradangan. Benjolan ini biasanya tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya dengan obat oles.

  • Radang amandel

Radang amandel yang disertai pembengkakan dapat menyebabkan benjolan di leher. Penderita biasanya akan mengalami demam, rasa sakit saat menelan dan batuk. Penyakit ini paling sering menyerang anak-anak sebelum mengalami puber.

Penyakit yang sering disebut dengan tonsilitis ini dapat disembuhkan dengan mengonsums antibiotik.

  • Cedera otot leher

Cedera otot leher atau yang sering disebut dengan tortikolis dapat menyebabkan benjolan pada otot-otot leher. Tortikolis seringkali terjadi karena pergeseran tulang belakang daerah leher.

Penyebab terburuk dari tortikolis adalah adanya tumor di daerah tulang belakang. Tortikolis yang sifatnya ringan, dapat diatasi dengan penyangga leher.

  • Alergi

Seseorang yang alergi makanan tertentu dapat mengalami benjolan di leher. Biasanya benjolan ini terasa sakit bila disentuh, gatal, panas dan berwarna kemerahan. Pemberian obat alergi dapat mengecilkan benjolan dan meringankan rasa sakit yang diderita. Lama tidaknya benjolan ini bertahan di leher tergantung dengan tingkat imunitas orang tersebut.

baca juga: Pengobatan Benjolan di Leher pada Anak

Perlu diketahui, benjolan di leher dapat disebabkan oleh berbagai kondisi dan penyakit, bisa jadi gejala yang ditimbulkan tidak sekadar benjolan di leher. Misalnya pada penderita benjolan di leher yang disebabkan oleh kanker, terjadi perubahan kulit di sekitar daerah tersebut. Gejala lainnya yang bisa muncul adalah adanya darah pada air liur maupun dahak.

Jika benjolan kerap menghalangi pernapasan, Anda bisa mengalami kesulitan bernapas atau terdengar serak saat berbicara. Benjolan di leher yang menimbulkan hambatan jalan napas sehingga menimbulkan keluhan tersebut adalah kondisi serius yang perlu segera mendapat penanganan.

Selain itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah lengkap, foto Rontgen, USG, CT-scan atau MRI kepala dan leher–untuk menentukan apakah benjolan di leher berbahaya atau tidak.