Terbit: 29 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Kram yang terjadi pada perut wanita biasanya terjadi karena PMS atau sindrom sebelum menstruasi. Rasa sakit yang dirasakan biasanya perlahan hilang dan akan sembuh saat menstruasi yang terjadi pada wanita usai. Rasa sakit ini akan muncul lagi beberapa hari menjelang menstruasi bulan berikutnya.

Waspadai 5 Kram Perut Ini Kalau Anda Sedang Tidak PMS

Selain karena menstruasi, kram pada perut wanita juga bisa terjadi karena banyak faktor. Kalau Anda mengalami sakit atau  kram perut yang mengganggu padahal belum mendekati menstruasi, waspadalah. Bisa jadi beberapa penyakit di bawah ini bisa terjadi.

1. Kista ovarium

Kista ovarium adalah munculnya gelembung berisi udara atau cairan di sekitar ovarium. Kista jenis ini biasanya sembuh dengan sendirinya meski sekitar 8 persen wanita membutuhkan pengobatan. Oh ya, kista ovarium yang pecah biasanya menyebabkan kram perut yang cukup besar dan sering tidak tertahankan.

2. Fibroid rahim

Fibroid rahim adalah sejenis tumor jinak yang tumbuh di luar jaringan rahim. Kalau tumor ini membesar biasanya akan menekan dinding rahim dan menyebabkan rasa nyeri cukup kuat khususnya saat wanita mengalami menstruasi.

3. Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi yang menyebabkan endometrium tumbuh jadi lebih banyak. Bahkan saking banyaknya sampai menumpuk di luar rahim. Endometriosis akan menyebabkan Anda mengalami perdarahan hebat dan nyeri saat menstruasi datang.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

4. Munculnya keloid

Jaringan keloid atau parut yang terjadi pasca terjadi kuret, operasi caesar, dan infeksi rahim. Jaringan yang kaku ini menyebabkan rasa nyeri pada perut dengan intensitas yang berbeda-beda.

5. Kanker ovarium

Kanker ovarium yang berbahaya pada wanita ini menyebabkan kram perut yang cukup hebat. Selain kram perut, kondisi seperti kembung dan perdarahan juga kerap terjadi.

Semoga kita semua tidak mendapatkan kondisi di atas ya. Mari jaga organ reproduksi dengan baik agar tidak membahayakan kesehatan.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi